Last Updated on 26 August 2025 by Adha Susanto
Estimated reading time: 6 minutes
Selain aerator dan bak ikan sebagai wadah, masih ada peralatan budidaya ikan konsumsi laninnya yang juga perlu kita siapkan dengan fungsi masing-masing. Misalnya serok ikan, hapa, dan timbangan.
Ada juga mesin pakan dan alat pemanenan ikan lainnya yang merupakan perlengkapan budidaya ikan yang biasanya ada dan perlu kita siapkan.
Kami merangkum beberapa peralatan budidaya sesuai fungsinya, seperti yang tercantum di bawah ini.
Yuk, simak!
Baca Juga: Berikut Peralatan Keramba Budidaya Ikan yang Harus Disiapkan
Daftar Isi
Peralatan budidaya ikan Konsumsi
Ada berbagai macam peralatan yang dapat kita jumpai dalam membesarkan ikan.
Namun, ada alat yang boleh terbilang sangat penting dalam kegiatan budidaya ikan khususnya di air tawar.
Adapun beberapa peralatan itu telah kami kelompokkan berdasarkan fungsi dasarnya seperti di bawah ini.
Mengolah air
Mensuplai oksigen dalam air dan mejaga kebersihan wadah budidaya di bak atau akuarium dari kotoran selain untuk membuat ikan tetap sehat juga mempercepat pertumbuhannya.
Adapun peralatan untuk mengolah air yang biasanya digunakan oleh pembudidaya adalah sebagai berikut.
Mesin aerator
Udara bebas dengan kandungan oksigen sebesar 0,93% dapat tersuplaikan ke kolam atau wadah budidaya ikan menggunakan mesin aerator.
Suplai udara bebas masu ke air kolam umumnya menggunakan sistem aerasi.
Batu aerasi yang memecah udara bebas dari mesin akan membuat gelembung udara yang mampu mengikat oksigen dari permukaan air.
Oksigen terlarut dalam air membantu meningkatkan metabolisme ikan serta mengoptimalkan kerja bakteri pengurai amonia menjadi nitrit.

Aerator venturi
Fungsi dari aerator venturi dengan jenis mesin aerator lainnya masih sama, yakni untuk mensuplai oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan.
Pada sistem aerator venturi menggunakan prinsip Bernoulli. Yaitu ketika fluida mengalir dalam bagian pipa yang ketinggiannya hampir sama.
Saat fluida melewati bagian pipa yang penampangnya kecil maka laju fluida bertambah (berdasarkan persamaan kontinuitas).
Menurut prinsip Bernoulli, tekanan fluida di bagian pipa yang sempit lebih kecil jika laju aliran fluida lebih besar.
Sehingga fungsi dari aerator venturi ini untuk menangkap udara bebas yang mengandung oksigen untuk masuk ke air kolam.
Kincir air
Umumnya banyak terjumpai pada kegiatan budidaya udang di tambak. Pada kolam budidaya ikan, alat kincir air juga berfungsi sebagai berikut:
- Penyuplai oksigen
- Membantu proses pencampuran karakteristik antara perairan kolam lapisan atas dan bawah
- Membantu proses pemupukan air, dan
- Menciptakan arus untuk mengarahkan kotoran di dasar kolam ke arah pembuangan, sehingga memudahkan proses pembersihan dasar kolam
Water Quality Checker (WQC) meter
Perlatan aerator venturi dan kincir air dapat kita lihat fungsi utamanya ketika telah mengetahui jumlah oksigen terlarut dalam kolam budidaya.
Maksimal atau tidaknya kedua alat tersebut untuk mengolah perairan budidaya ikan dapat kita cek hasilnya menggunakan satu set peralatan kualitas air.
Satu set alat pemantau kualitas perairan (WQC) portabel adalah alat multi-parameter yang dapat mengukur kualitas enam parameter air mendasar.
Adapun ke enam parameter mendasar yang dapat terbaca oleh WQC portabel adalah sebagai berikut:
- pH,
- konduktivitas,
- DO,
- kekeruhan,
- suhu, dan
- salinitas.
Berdasarkan fungsinya keberadaan alat laboratorium lapangan ini berfungsi penting.
Agar kita dapat mengetahui kapan harus memaksimalkan kerja dari sistem peralatan pengolah air.
Baca Juga: 7 Jenis Ikan Budidaya Keramba Apung yang Menguntungkan
Wadah budidaya ikan
Sesuai dengan definisinya budidaya ikan adalah kegiatan memelihara ikan dalam suatu wadah atau tempat.
Menggunakan wadah ikan yang kita besarkan dapat selalu terkontrol dengan baik hingga tiba waktu untuk panen.
Pembesaran ikan yang kita lakukan di daratan atau perairan umum (sungai, waduk, dan laut) membutuhkan wadah dengan spesifikasi khusus.
Baca Juga: Budidaya Ikan Gabus di Kolam Terpal
Kolam
Kolam beton dapat digunakan sebagai wadah budidaya ikan di daratan berkat konstruksinya yang kokoh.
Keunggulan utama pemilihan kolam dengan konstruksi beton adalah ketahanannya dan ikan dalam ukuran kecil sudah bisa tertampung.
Tetapi biaya untuk membangun konstruksi beton sangatlah mahal. Alternatif lain yang dapat kita lakukan adalah membuat kolam terpal.

Bak fiber
Selain kolam peralatan budidaya sebagai wadah ikan untuk hidup adalah bak fiber dengan bentuk bulat atau kotak. Pengunaan bak fiber memiliki beragam keunggulan seperti:
- Mudah untuk kita pindahkan kemana saja
- Tahan panas
- Tidak mudah pecah atau retak
- Terdiri dari beragam bentuk (persegi panjang dan bulat)
Bak fiber yang sangat cocok untuk berbudidaya ikan adalah bak yang berbentuk bulat dengan diameter sekitar 2,5–3 m dengan tinggi 1,5–2 m.
Ukurannya yang luas dan dalam akan membuat ikan-ikan dapat hidup tenang, karena tidak harus berdesak-desakkan untuk berebut makanan.
Tetapi tetap memperhatikan padat tebar ikan dalam satu wadah.
Keramba jaring apung
Membesarkan ikan dengan memanfaatkan perairan terbuka seperti sungai dan laut sangat cocok jika menggunakan wadah keramba jaring apung (KJA).
Perlatan budidaya ikan menggunakan keramba terapung terdiri dari jaring, pelampung dan jangkar penahan.
Melansir dari laman LIPI penggunaan keramba jaring apung memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut:
- Ikan akan lebih aman, sehingga memudahkan pemeliharaan
- Pemanenan ikan lebih mudah
- Lebih ekonomis
Akuarium
Menyediakan akuarium berukuran sedang dan berkaca jernih boleh terbilang cukup penting.
Fungsi dari akuarium pada aktivitas budidaya ikan adalah untuk mengisolasi benih yang sakit atau terserang jamur.
Dengan menggunakan akuarium kita dapat memberikan penanganan dan pemantauan secara intensif terhadap ikan-ikan dalam tahap penyembuhan.

Adapun fungsi lain dari akuarium adalah untuk memijahkan beberapa komoditas ikan hias dan konsumsi lain yang bernilai ekonomis.
Serta beberapa fungsi lainnya dari akuarium dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan.
Pembuatan pakan ikan
Ketersediaan pakan menjadi kebutuhan terbesar dalam kegiatan budidaya ikan.
Memproduksi pakan secara mandiri akan sangat bermanfaat untuk menekan biaya apengeluaran pembelian pelet komersil.
Pembuatan pakan untuk memenuhi kebutuhan dalam budidaya ikan umumnya memerlukan peralatan yang terdiri dari.
Penghancur (grinding)
Fungsi utama dari mesin penghancur adalah untuk menghancurkan bahan baku pakan yang berbentuk butiran dan serat kasar. Untuk menghancurkan bahan-bahan seperti jagung dan ikan rucah (kepala ikan).
Penepung
Mesin penepung menjadi alat yang berfungsi membuat bahan baku pelet menjadi lebih halus seperti tepung.
Tujuan penghalusan agar bahan-bahan lebih mudah untuk tercampur dengan rata dan tercetak dalam mesin pencetak.
Pengaduk
Bahan baku yang telah hancur halus seperti tepung selanjutnya dapat di campurkan ke bahan baku lainnya.
Campuran bahan baku pelet akan lebih homogen sesuai dengan formula yang teringinkan maka kita dapat menggunakan mesin pengaduk.
Pencetak
Serangkaian peralatan produksi pakan ikan budidaya yang terakhir adalah mesin pencetak pelet apung.
Mesin yang berbentuk silinder, terbuat dari bahan Mild Steel atau Stainless Steel yang bagian dalamnya terdapat ulir (screen) pengepres bahan adonan pelet.
Ulir pengepres ini mendorong bahan adonan ke arah ujung silinder dan menekan plat berlubang (die) sebagai pencetak pelet.
Baca Juga: Bahan Pelet Ikan yang Berfungsi Sebagai Atraktan
Pemanen ikan
Saat umur panen telah tiba atau ikan sudah berukuran siap panen (400–500 gr/ekor).
Pemanenan ikan dapat kita langsungkan menggunakan beberapa alat yang dapat memudahkan pekerjaan kita seperti berikut ini:
- serok,
- jala,
- ember besar,
- box besar,
- mesin penyedot air.
Memanen akan lebih mudah ketika kolam atau wadah budidaya ikan dalam kondisi air yang surut dan cuaca yang teduh (sore hari).
Itulah beberapa peralatan budidaya ikan konsumsi seperti ikan nila, patin, dan lele telah kami siapkan.
Masih ada informasi lainnya tentang budidaya ikan dan merawat ikan tetap sehat.
Karena itu, yuk, kunjungi artikel lainya di blog ini!
Baca Juga: 6 Langkah Dasar Budidaya Ikan Nila

