Bahan Pelet Ikan yang Berfungsi Sebagai Atraktan

Last Updated on 9 December 2023 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Selain terbuat dari bahan berprotein tinggi keunggulan pakan atau pelet ikan mengapung lainnya adalah sifat atraktan yang istimewa. Nah, apakah fungsi atraktan alami/kimiawi serta apa saja sumber bahan baku yang menjadi keunggulan pakan apung?

Ikan sama seperti hewan lainnya yang memanfaatkan indera penciuman dan perasa untuk mengenali jenis makanannya, lho.

Oleh karena itu, pembuatan pelet menyesuaikan kebiasaan makan ikan secara alaminya. Pelet apung yang terbuat dari bahan baku utama seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral berkualitas tinggi. Agar dapat terdeteksi oleh ikan dan menjadi makanan sebagai sumber nutrisi pertumbuhannya.

Selain terbuat dari bahan baku berkualitas agar terdeteksi oleh ikan. Pelet apung memiliki keunggulan bentuknya yang padat dan kering sehingga stabil di permukaan air.

Tapi bagaimana bisa ikan bisa mencium atau mengenali pelet ikan yang mengapung pada permukaan air itu adalah makanannya? Apakah armonya menggoda seperti nasi goreng atau bakso yang kita makan sehari – hari.

Baca Juga: Jenis Makanan Ikan: Karnivora, Herbivora, Omnivora

Bahan pelet ikan

Agar ikan bisa tumbuh dengan sehat maka pelet atau pakan buatan umumnya mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Protein

Berdasarkan definisinya protein adalah makromolekul yang terbentuk dari asam amino. Sedangkan asam amino tersusun dari atom nitrogen, oksigen, dan karbon. Protein yang terkandung dalam pelet memiliki fungsi sebagai pembentuk struktur sel dan memiliki peran fisiologis dalam tubuh ikan.

bahan pelet ikan mengapung dan atraktan alami
Bahan pelet ikan

Contoh sumber protein sebagai bahan baku pembuatan pelet ikan umumnya terbuat dari bahan nabati dan hewani. Bahan nabati seperti tepung kedelai. Sedangkan tepung yang mengandung protein hewani adalah tepung udang, ikan, dan darah.

Karbohidrat

Pada kegiatan sehari – hari semua mahluk hidup membutuhkan energi untuk dapat beraktivitas. Energi itu berasal dari makanan yang terkonsumsi sehari – hari seperti karbohidrat.

Umumnya kebutuhan karbohidrat pada ikan herbivor dan karnivora berbeda – beda. Ini terjadi karena ikan harus mempertahan keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak.

Jumlahnya pun tidaklah terlalu banyak. Pada ikan herbivora kebutuhan karbohidrat dalam pakan buatan atau pelet ikan yang terbuat dari bahan dedak berkisar antara 20-30%. Ikan karnivor membutuhkan karbohidrat hanya 10-20 %, karena kemampuan mencernanya relatif rendah.

Lemak

Fungsi lemak pada umumnya adalah sebagai sumber energi, bahan baku hormon, membantu transport vitamin yang larut lemak. Serta sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta pelindung organ-organ tubuh bagian dalam.

Pakan yang terbuat dari tepung hewani dan nabati merupakan bahan umum terjumpai sebagai sumber lemak dalam pelet sebagai pakan apung.  

Bahan tambahan

Vitamin dan mineral merupakan kelompok bahan tambahan yang harus ada dalam pembuatan pakan ikan. Agar pertumbuhannya lebih cepat dan tahan terhadap bebragai serangan penyakit.

Kebutuhan bahan tambahan ini dapat kita jumpai pada toko – toko penjual vitamin untuk ternak. Adapun dua contoh merek dagang bahan tambahan pakan yang sering tergunakan adalah sebagai berikut:

  1. Top mix : mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), 2 asam amino essensial (metionin dan lisin).
  2. Rhodiamix : mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), asam amino essensial metionin, dan 8 mineral

Selain ke lima bahan tersebut yang berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan dan kesehatan ikan. Ada satu bahan lainnya yang sangat penting. Karena bahan ini berfungsi untuk memanggil ikan agar pakan atau pelet yang terbuat dari bahan protein tinggi masuk ke dalam tubuhnya. Dan bahan kimiawi tersebut adalah atraktan.

Baca Juga: 6 Jenis Pakan Ikan Alami Mengandung Protein Tinggi

Bahan pelet ikan atraktan

Ikan yang memiliki indera penciuman karena adanya sistem kemoreseptor yang peka terhadap rangsangan kimiawi pada jarak jauh. Selain itu ikan memiliki organ indera perasa untuk mengenal makanannya atau bukan dalam jarak yang dekat.

Oleh karena itu, penambahan atraktan sangat penting sebagai bahan sumber sinyal kimiawi pada pelet ikan mengapung. Sehingga memungkinkan ikan untuk mengenali pelet sebagai makanannya walau keberadaan pakan jauh darinya.

Atraktan yang tertambahkan pada pelet memiliki sifat kimiawi sebagai pemberi sinyal rangsangan kuat terhadap kemoreseptor ikan untuk mendekat. Kemudian memakannya sebagai sumber energi dan nutrisi pertumbuhan.

Pencampuran atraktan dalam pelet ikan yang terbuat dari tepung mengandung protein tinggi hanya tertambahkan dalam jumlah relatif sedikit.

Selain berfungsi sebagai pemberi sinyal kimiawi untuk merangsang ikan mendekat ke pakan buatan. Atraktan yang merupakan asam amino bebas berfungsi untuk meningkatkan asupan pakan, pertumbuhan, dan konsumsi ikan terhadap pakan.

Baca Juga:

Sumber atraktan alami dan kimiawi

Pelet atau pakan ikan apung yang terbuat dari bahan tepung kepala udang, cumi, atau tepung darah termasuk atraktan alami.

Karena atraktan bersumber dari organisme atau tumbuhan yang mengandung asam amino bebas seperti glysin dan betain.  Atau bahan kimia organik yang berbahan terpen dan senyawa sulfur yang dapat memicu rangsangan rasa dan bau bagi ikan.

sifat atraktan ikan adalah
Sifat atraktan ikan

Contoh sumber bahan atraktan alami yang paling banyak terjumpai adalah organ hewan seperti hati, ginjal, jaringan otak dan otot ikan.

Sedangkan penambahan atraktan secara kimiawi pada pakan ikan sumber utamanya adalah dari phospolipid, adenosin monophospate, betain, dan l-asam amino.

Baca Juga: