Last Updated on 19 March 2026 by Adha Susanto
Di Kalimantan, ikan haruan adalah nama lain dari ikan gabus.
Ikan yang masih dalam keluarga Channidae ini masih berkerabat dekat dengan ikan toman, kerandang, dan kihung.
Lalu, bagaimana ikan haruan di manfaatkan oleh masyarakat.
Oleh karena itu, pada artikel ini kita akan mengulasnya sedikit peran atau manfaat ikan haruan bagi masyarakat Kalimantan, khususnya Sukamara.
Baca Juga: Ikan Kerandang Kalimantan dan 5 Cirinya
Daftar Isi
ToggleHabitat ikan haruan
Kalimantan punya kawasan perairan gambut atau rawa hitam yang luas.
Perairan rawa hitam atau genangan air di lahan gambut terkenal ekstrem. Sebab, minim banget oksigen terlarutnya.
Tapi ada ikan yang mampu bertahan hidup dan memperbanyak dirinya sepanjang tahun dengan cara kawin alami.
Selain di perairan rawa-rawa atau genangan air di suatu tempat, ikan haruan ini juga ada di irigasi pertanian hingga menuju perairan pantai.
Terlebih, jika irigasi pertanian ini terhubung dengan sungai besar atau anak sungai yang ada di sekitarnya.
Maka akan lebih banyak lagi keberadaan ikan haruan dan ikan-ikan dari famili channidae.
Nah, tidak jauh dari perairan pantai yang sudah mendapat pengaruh dari kadar garam juga masih bisa menjadi tempat tinggal ika haruan.
Jadi, wajar saja jika ikan haruan memang tersebar luas di perairan Kalimantan.
Kemampuannya untuk bisa hidup di perairan ekstrem karena ikan haruan punya alat bantu pernapasan yang disebut labirin.
Labirin sangat berperan untuk mengikat oksigen dari udara bebas.
Predator perairan rawa hitam Kalimantan
Selain karena perairannya yang ekstrem, perairan rawa-rawa di Kalimantan juga terkenal banyak predator ganas.
Dan ikan-ikan dari famili channidae adalah predator ganas bagi ikan-ikan lainnya.
Sehingga tidak banyak jenis ikan yang bisa bertahan hidup di perairan yang keras banget kehidupannya.

Hanya mereka yang punya sistem pertahanan diri yang kuat secara fisik yang bisa bertahan hidup dan mempertahankan populasinya.
Misal, ikan betok atau papuyu, punya sirip punggung tajam dan keras.
Nah ikan haruan juga punya nama lainnya yang lebih keren sebagai predator ikan air tawar, yakni snake head.
Berkepala ular memang pas banget untuk menggambarkan bagi kamu yang belum pernah melihatnya secara langsung.
Badannya lonjong, giginya tajam dan bentukan kepalanya seperti ular adalah ciri khas predator air rawa di Kalimantan.
Tidak hanya menyerang ikan-ikan kecil, ikan haruan yang umum kita temui di perairan Kalimantan ini suka dengan hewan lainnya.
Kodok, serangga, cacing, dan hewan invertebrata air adalah makanannya.
Ini sudah terbukti dari mereka yang suka masang pancing tajur atau taut dengan umpan hewan-hewan tersebut.
Baca Juga: Jenis Ikan Channa Hias yang Terpopuler
Manfaat ikan haruan bagi perekonomian orang Kalimantan
Penting banget.
Ikan haruan merupakan salah satu ikan yang menggerakkan perekonomian orang Kalimantan.
Ada banyak pelaku usaha perikanan yang terlibat dan mendapatkan margin dari ikan haruan.
Nelayan
Pelaku usaha perikanan pertama yang mendapat margin dari pemanfaatan ikan haruan adalah nelayan.
Nelayan bisa menangkap di perairan bebas tanpa batas, kemudian menjualnya ke pengepul atau pengolah langsung.
Mereka mencari ikan haruan dari perairan sungai atau genangan air di sekitar sungai di Sukamara.
Dan, umumnya nelayan pencari ikan haruan adalah nelayan kecil dan juga nelayan sambilan saja.
Sambil ke kebun sawit pasang pukat atau tajur di rawa-rawa sekitar perairan Sungai Jelai.
Pulangnya mereka cek hasil tangkapan.
Dalam satu kali trip, terutama kalau lagi musim bisa dapat puluhan sampai ratusan kilo.
Mereka jual ikan haruan dalam bentuk bulat atau utuh dan ada juga dalam bentuk yang sudah dedel atau fillet daging.
Harga dari satu kilogram ikan haruan utuh di Kalimantan Tengah, khususnya Sukamara adalah Rp25.000–Rp30.000. Untuk yang fillet mulai dari Rp40.000–Rp55.000 per kilo.
Dari data yang kami himpun sepanjang tahun 2025, ikan dari famili channidae masih menempati urutan pertama dengan tangkapan terbesar.
Dan ikan gabus adalah tangkapan terbanyak nelayan Sukamara.
Pemasar ikan haruan
Ada nelayan maka ada pula pemasar.
Di tangan pemasar, ikan haruan sudah beda harga. Biasanya harga satu kilogram ikan haruan adalah Rp40.000–Rp45.000.

Namun, ada juga ikan yang sampai ke tangan pengolah dengan harga yang berbeda lagi.
Pengolah ikan haruan
Ketika ikan sampai di tangan pengolah atau pengrajin, maka ikan haruan akan menjadi kerupuk ikan.
Ada tiga jenis kerupuk ikan di Sukamara, kerupuk basah, kering, dan amplang.
Karena itulah hasil tangkapan ikan haruan di Sukamara boleh terbilang besar.
Sebab permintaannya sebagai bahan utama pembuatan kerupuk ikan juga terbilang besar.
Ikan haruan digunakan karena memang dagingnya sangat vital untuk menentukan rasa dan tekstur.
Semakin banyak daging ikan haruan akan semakin baik tekstur dan rasanya.
Tapi, karena sudah mulai susah dapat stok ikan haruan, banyak pengrajin atau pengolah kerupuk mencampurnya dengan ikan lain.
Susah dapat stok ikan haruan karena jumlah pengrajin kerupuk yang terus bertambah. Terlebih, di Sukamara juga masih mengandalkan ikan haruan dari alam.
Kalau sudah ada pembudidaya ikan haruan mungkin bisa membantu memenuhi permintaan.
Dari pengolah kerupuk, lalu hasil olahan ikan haruan sampailah ke warung, toko oleh-oleh, hingga coffe shop di sekitar Sukamara.
Ada juga yang keliling kampung sambil membawa tas berisi kerupuk basah.
Kerupuk basah dijual dalam bentuk buntang atau lenjeran. Harga satu buntang kerupuk basah umumnya Rp10.000.
Kalau dulu ukurannya masih lumayan besar. Tapi untuk sekarang sudah semakin surut karena inflasi.
Harga bahan-bahan pengolahan kerupuk sudah makin naik.
Pengrajin kerupuk mulai mengurangi ukurannya.
Kalau untuk amplang aga berbeda.
Kerupuk ikan haruan yang berbentuk dadu dan umumnya hampir ada di daerah-daerah lainnya di pulau Kalimantan ini memang khas.
Untuk rasa tidak sama. Sebab, beda pengolah beda rasa.
Nah, masih ada satu lagi olahan ikan haruan yang memberikan manfaat secara ekonomi banyak masyarakat.
Kerupuk kering dengan warna putih merah. Kerupuk ini merupakan olahan lebih lanjut dari kerupuk basah.
Pada saat pembuatannya takaran air lebih sedikit dari kerupuk basah.
Tujuannya agar kerupuk lebih kompak dan cepat kering.
Harganya tergantung berat kering.
Di Sukamara, kerupuk kering ini sudah dalam bentuk packing plastik dengan harga variatif.
Untuk satu kilo bisa sampai Rp100.000.
Toko oleh-oleh, warung, dan coffe shop
Penjualan kerupuk ikan khas Sukamara tidak hanya berhenti sampai warung atau toko oleh-oleh saja.
Margin dari penjualan olahan ikan gabus dalam bentuk kerupuk basah di Sukamara juga dinikmati oleh pengelola coffe shop dan penjual gorengan.

Di coffe shop, untuk menu kerupuk basah goreng bisa seharga Rp15.000. Itu pun tidak sampai setengah buntang.
Penjual gorengan juga menjual kerupuk basah goreng dengan harga Rp2000 per potong.
Jadi ikan haruan secara ekonomi memberikan manfaat besar bagi perekonomian masyarakat Kalimantan, khususnya di Sukamara.
Nelayan, pengolah ikan, pedagang ikan, coffe shop, dan penjual gorengan mendapatkan marginnya masing-masing.
Baca Juga: Ciri Ikan Channa Siap Kawin



