Ciri Ikan Bertulang Sejati (Osteichthyes)

Last Updated on 20 May 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Osteichthyes adalah salah satu kelompok ikan dengan ciri bertulang sejati atau keras. Seluruh kelompok ikan ini mempunyai ciri berupa insang yang tertutupi oleh tulang tutup insang. Salah satu contoh spesies ikan osteichthyes adalah ikan tuna. Habitat ikan osteichthyes adalah perairan tawar, laut, dan estuari. Untuk melanjutkan keturunan ikan bertulang sejati atau osteichthyes memiliki sistem reproduksi yang terjadi secara bersiklus. Fertilisasinya terjadi pada badan perairan dan memiliki beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti umur, jenis kelamin dan ukuran.

Ciri ikan osteichthyes ATAU BERTULANG SEJATI

Ikan bertulang sejati atau osteichthyes adalah ikan yang memiliki ciri rangka dari tulang keras. Kulit ikan terlindungi oleh sisik dan memiliki kelenjar. Kelenjar akan menyekresikan mucus (lendir) yang menyebabkan kulitnya menjadi licin. Kepala ikan memiliki tulang-tulang cranium yang berfungsi untuk melindungi otaknya.

Organ pernapasan ikan osteichthyes adalah insang. Tetapi terdapat pula beberapa spesies lainnya bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Dan ikan bertulang sejati umumnya berdarah dingin, tetapi ada juga spesies yang endoterm. Contoh spesies yang termasuk endoterm yakni tuna dan billfishes. 

Baca Juga: Indera Penciuman Ikan (Olfactori): Sistem dan Fungsi

Subkelas osteichthyes

Kelompok ikan osteichthyes adalah ikan ikan dengan ciri bertulang sejati yang terbagi dalam dua subkelas. Yakni subkelas actinopterygii dan sarcopterygii

Actinopterygii

Kelas osteichthyes pada subkelas actinopterygii adalah ikan yang berada pada habitat perairan tawar dan laut. Ikan subkleas actinopterygii adalah kelompok yang mendominasi di kelompok ikan bertulang sejati yakni sebanyak 96%. Dan hanya delapan jenis yang tergolong sarcopterygii.

ciri ikan bertulang sejati Osteichthyes dan reproduksi
Ciri Ikan Bertulang Sejati (Osteichthyes) Pada Ikan Nila

Ciri ukuran tubuh ikan subkelas actinopterygii sangat bervariasi. Ada yang terkecil dengan ukuran 7-10 mm dan ada yang terbesar sekitar 3-5 m.

Contoh spesies ikan kelompok osteichthyes pada subkelas actinopterygii dengan ukuran terkecil adalah Schindleria brevipinguis. Sedangkan yang terbesar adalah ikan Mola mola.

Baca Juga: Ciri Ikan Chondrichthyes (Bertulang Rawan)

Sarcopterygii

Pada ikan bertulang sejati dengan subkelas sarcopterygii adalah ikan dengan ciri khas yang memiliki sirip seperti daging. Kata sarcopterygii sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu sarx yang berarti daging dan pteryx yang berarti sirip.

Subkelas sarcopterygii meliputi coelacanth dengan dua spesies. Salah satunya adalah ikan raja laut (Latimeria menadoensis). Sedangkan ikan paru-paru terdiri dari enam spesies. Salah satu contoh spesiesnya adalah Lepidosiren.

Habitat ikan

Keberadaan ikan kelas osteichthyes terdapat pada seluruh ekosistem perairan. Ekosistem perairan mulai dari daerah tropis, ugahari, dan kutub adalah habitat ikan bertulang sejati.

Sebanyak 15.000 spesies atau sekitar 58% ikan bertulang sejati hidup pada perairan laut. Dan pada habitat ekosistem perairan tawar ikan kelas osteichthyes berjumlah sekitar 11.899 spesies.

Beberapa contoh spesies ikan kelas osteichthyes seperti Cyprinodon macularius dan Boreogadus saida mampu hidup pada habitat yang ekstrem. Cyprinodon macularius adalah ikan yang hidup pada habitat air panas yang mencapai suhu 45oC.

Sedangkan Boreogadus saida adalah ikan yang hidup mampu beradaptasi pada habitat suhu ekstrem yakni -2 oC. Spesies yang hidup pada perairan dengan suhu minus dapat beradaptasi dengan baik karena memiliki darah yang terkandung molekul glikoprotein.

Beberapa spesies ikan osteichthyes dapat melakukan ruaya perairan tawar dan laut atau bersifat diadromi. Jika spesies ikan melakukan ruaya dari perairan tawar ke perairan laut untuk memijah maka dikatakan sebagai katadromi.

Contoh spesies yang melakukan ruaya katadromi adalah ikan sidat. Sedangkan ikan yang melakukan ruaya dari perairan laut ke perairan tawar untuk memijah dikatakan sebagai anadromi. Spesies ikan Oncorhynchus nerka adalah contoh dari ikan anadromi.

Reproduksi ikan bertulang sejati (Osteichthyes)

Secara umum reproduksi ikan osteichthyes bersifat siklus. Durasi untuk terjadinya siklus reproduksi yakni empat minggu dan ada juga yang sampai beberapa tahun. Ikan bertulang sejati ada yang memijah beberapa kali dalam setahun.

Tetapi ada yang memijah sekali setahun sampai mereka mati (iteropar). Contoh spesies ikan yang termasuk dalam famili Salmonidae yang melakukan reproduksi sekali dalam lima tahun masa hidupnya. Ciri khas ikan famili Salmonidae setelah melakukan pemijahan mereka akan mati (semelpar).

Fertilisasi secara eksternal adalah ciri umum pada ikan bertulang sejati untuk melanjutkan keturunannya. Indukan betina akan mengeluarkan sel telur pada badan perairan. Kemudian diikuti oleh sperma dari indukan jantan. Telur akan terlindungi oleh selaput lunak.

Diameter telur 04-3,0 mm. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya larva akan memakan kuning telur yang terkandung pada telur.

Indukan akan mengerami telur hingga menjadi larva pada mulut, kulit, sirip atau di daerah insangnya. Nila adalah salah satu contoh spesies ikan osteichthyes yang mengerami telur pada mulut indukan betina.

Beberapa spesies ikan osteichthyes lainnya melakukan fertilisasi secara eksternal. Ikan bertulang sejati melakukan fertilisasi eksternal secara lesitotrof dan matrotrof.

Secara lesitotrof memiliki ciri fertilisasi melalui indukan betina yang menyimpan telurnya yang sudah terbuahi di dalam tubuhnya. Dan embrio yang berkembang memperoleh nutrisi dari kuning telur yang terbentuk saat fertilisasi.

Sedangkan secara matrotrof indukan betina akan menyimpan telur yang terbuahi pada uterusnya dan embrio akan mendapatkan nutrisi dari induknya secara langsung.

Baca Juga: Reproduksi Ikan: Sistem, Organ dan Fungsi Lengkap

Referensi

Omar, S.B.A. 2016. Dunia Ikan. Gadjah Mada University Press:Yogyakarta.