Cara Kultur Artemia Untuk Larva Ikan

Last Updated on 20 May 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 3 minutes

Artemia adalah zooplankton yang memiliki manfaat sebagai pakan alami untuk larva ikan. Untuk memperoleh artemia sebagai pakan sangat mudah. Bahkan skala kecil pun bisa untuk melakukan kultur artemia dengan cara sederhana. Hasil kultur skala kecil pun tidak kalah memuaskan dari skala industri.

Yuk, langsung simak cara kulturnya!

Apa itu Artemia?

Artemia termasuk dalam zooplankton dari kelas crustacea yang banyak termanfaatkan sebagai pakan alami larva ikan. Zooplankton ini banyak dimanfaatkan karena stoknya berlimpah dan mudah untuk kita peroleh.

Toko online, akuarium terdekat, dan ikan hias umumnya menjual artemia dalam bentuk kaleng atau wadah tertutup lainnya.

Bentuk awal dari pakan alami larva ikan satu ini masih dalam bentuk telur yang disebut cysta.

Setelah kita kultur, cysta akan menetas menjadi artemia atau udang kecil berwarna merah dan akitf bergerak.

Untuk itulah artemia banyak termanfaatkan sebagai pakan alami larva.

Terlebih, kandungan gizi artemia yang beragam dalam jumlah yang tinggi. Beberapa kandungan gizi yang ada pada artemia adalah sebagai berikut:

  1. rotein 40–50%
  2. arbohidrat 15%–20%
  3. lemak 15%–20%
  4. kalori 5000–5500 / gram

Baca Juga: Makanan Alami Ikan Cupang

Cara kultur artemia

Kultur artemia dapat kita sesuaikan sesuai kebutuhan. Apabila sebagai pembudidaya pembenihan ikan kebutuhannya relatif besar.

Cara kultur artemia skala kecil hingga besar tidak ada yang berbeda. Hanya saja pada kultur skala besar membutuhkan tempat dengan kapasitas yang besar pula. Misalnya, menggunakan corong tetas telur.

cara kultur artemia dan manfaat untuk ikan sebagai pakan alami
Kultur artemia

Jika kebutuhan hanya sedikit maka penetasan telur artemia dapat menggunakan alat di lingkungan sekitar kita. Misalnya, botol mineral dengan volume 1,5 liter.

Adapun beberapa alat dan bahan yang di butuhkan untuk menetaskan telur artemia adalah sebagai berikut:

  1. Corong tetas / botol bekas yang telah terpotong bagian pangkalnya
  2. Aerator untuk suplai oksigen
  3. Selang aerator
  4. Garam krosok
  5. Air
  6. Telur artemia

Persiapan alat

Jika menggunakan botol bekas untuk penetasan telur artemia. Maka bagian bawah Botel harus dipotong sebagai bukaan wadah penetasan. Kemudian, bagian bawahnya adalah bagian tutup botol yang sudah terlubangi untuk selang aerator.

Media penetasan kultur artemia

Kandungan garam terlarut pada media penetasan menjadi salah satu syarat kesuksesan dalam cara kultur artemia. Konsentrasi kandungan garam terlarut untuk menetaskan telur artemia adalah 30 ppt.

Pada kegiatan kultur skala kecil menggunakan wadah penetasan berupa botol mineral 1,5 liter. Kebutuhan garam krosok sebanyak satu sampai dua sendok teh.

Padat tebar kultur artemia

Penebaran telur artemia untuk penetasan idealnya adalah 10 g/l untuk hasil yang maksimal. Proses penetasan telur artemia membutuhkan waktu selama 24 jam dengan penerangan atau cahaya yang cukup.

Panen artemia

Syarat pemanenan dapat terlihat secara fisik. Dasar perairan akan berwarna merah dan warna coklat pada permukaan.

Warna merah adalah individu naupli yang telah melepaskan cysta atau cangkangnya. Sedangkan warna coklat adalah cangkang-cangkang telur yang mengapung.

Cara pemanenan hasil kultur artemia cukup mudah.

Pertama. Lepaskan selang aerator dan biarkan media tanpa suplai oksigen dari aerator selama 5–10 menit. Tujuannya untuk mengendapkan naupli.

Kedua. Siapkan wadah dan biarkan mengalir hingga naupli pada dasar perairan habis mengalir melalui selang outlet-nya. Kemudian, artemia siap di gunakan sebagai pakan alami untuk larva-larva ikan.

Untuk mendapatkan hasil panen yang bersih dari cangkangnya. Ada rekomendasi alat yang berfungsi untuk menahan cangkang ikut mengalir ke wadah yang kita siapkan.

Alat itu berupa pipa separator yang pada dalamnya terdapat batang magnet sebagai tempat menempelnya cangkang.

Kesimpulan

Kegiatan kultur artemia dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan. Serta memperhatikan syarat-syarat kehidupannya seperti kandungan garam terlarut dan suhu (suhu kamar).

Demikianlah cara kutur dan manfaat artemia untuk kegiatan budidaya ikan. Semoga bermanfaat

Baca Juga: