Last Updated on 2 June 2026 by Adha Susanto
Estimated reading time: 3 minutes
Ikan bisa kenal lingkungannya karena punya hidung yang fungsi utamanya untuk mencium aroma di sekitarnya. Lalu, bagaimana cara kerja sistem indera penciuman ikan?
Selain memiliki organ pencernaan, reproduksi, dan mata ikan, ikan juga punya penciuman yang penting di kehidupannya.
Pasalnya, tanpa adanya penciuman (olfactori) yang bagus ikan tidak bisa menemukan makanannya di habitatnya.
Misal, ikan akan merespon pelet ikan yang masuk ke kolam.
Baca Juga: Reproduksi Ikan: Sistem, Organ dan Fungsi Lengkap
Daftar Isi
ToggleSistem kerja dan letak hidung sebagai indera penciuman ikan
Tidak semua hewan memiliki sistem indera yang utuh seperti anjing dan kucing.
Misalnya ikan yang memiliki hidung engan fungsi sebagai sistem penciuman di dalam air.
Namun, keberadaan hidung ikan dengan fungsi yang sangat penting tidaklah dapat terlihat jelas karena lubangnya yang kecil.
Pembuktian kekuatan penciuman ikan pun pernah dibuktikan oleh peneliti dengan eksperimen memancing di laut.
Ketika itu, peneliti melemparkan darah hewan ke air, dan tidak lama ada segerombolan ikan cucut yang datang.
Padahal jarak darah dari ikan jauhnya kiloan meter.
Dari peristiwa itu sudah ada jawaban kalau ikan bertulang rawan dan sejati memiliki hidung dengan fungsi yang sama.
Untuk bisa punya fungsi yang sama sebagai indera penciuman, letak hidung ikan berada tepat di kantung di bagian atas moncong.
Dan biasanya tepat di depan mata dan di belakang mulut sedikit ke atas.
Cara kerja penciuman
Mekanisme respon ikan terhadap lingkungannya, misalnya, mengenali pakan, berawal dari adanya stimuli olfactori yang tertangkap oleh neuron khusus.
Yang ternamakan olfactory sensory neuron (OSNs), yang terjumpai pada epitel olfactori.
Selanjutnya, OSNs mentransmisi informasi sensori dari hidung ke sistem syaraf pusat.
Contohnya ketika ikan mengenali pakan buatan atau pelet sebagai makanannya melalui indera penciuman.
Namun, agar ikan mudah menemukan posisi pelet, produksi pakan buatan ada kandungan sedikit senyawa atraktan sebagai sumber sinyal kimiawi.
Melalui sinyal kimia yang tertangkap oleh organ khusus seperti hidung atau antena.
Selanjutnya, sinyal yang membawa informasi masuk kedalam sistem saraf pusat (otak) untuk terporses transduksi, amplifikasi, dan modulasi.
Kemudian, sinyal yang telah terproses oleh saraf pusat akan memerintahkan kepada organ untuk memerintahkan aksi berupa respon positif atau negatif.
Setelah ikan menemukan makanannya dalam jarak yang jauh melalui sinyal senyawa kimia dengan indera penciuman. Kemudian, terjadilah proses memakan makanannya yang diperankan oleh indera perasa (gustatori).
Selain itu, penciuman ikan juga berperan dalam perilaku penting untuk bertahan hidup, seperti kawin, perilaku sosial, dan penilaian bahaya.
Organ penciuman secara langsung yang berhubungan dengan lingkungan, sangat rentan terhadap kerusakan oleh faktor kimiawi, misalnya polutan lingkungan.
Contohnya polutan yang mengandung racun seperti logam berat, pestisida, dan surfaktan.
Baca Juga: Ciri Ikan Chondrichthyes (Bertulang Rawan)



