Last Updated on 19 March 2026 by Adha Susanto
Mungkin hampir semua orang di Kalimantan pernah makan ikan betok.
Ikan yang memang khas ada di perairan rawa hitam ini sangat dekat dengan kehidupan orang-orang Kalimantan.
Bukan hanya menjadi menu makan siang atau malam. Ikan yang akrab dengan nama papuyu ini punya fungsi lainnya.
Mancing ikan papuyu jadi salah satu hiburan yang hampir diminati oleh orang-orang di Kalimantan.
Tidak sulit bagi orang Kalimantan untuk mencari hiburan di sekitar rumahnya.
Selain jadi hiburan, tentunya mancing juga memenuhi selera makan mereka yang lagi pengen makan ikan papuyu.
Terlebih ketika musim panas. Air genangan seperti di parit-parit atau irigasi lahan pertanian yang surut adalah tempat casting terbaik ikan papuyu.
Dengan membawa pancing yang umpannya adalah cacing, ikan betok sudah pasti naik ke permukaan.
Baca Juga: Mencegah Hipoalbuminemia, Berikut Ciri dan 5 Manfaat Ikan Betok
Apa itu ikan betok?
Nama ilmiahnya adalah Anabas testudineus merupakan ikan yang masih dalam famili Anabantidae.
Serta salah satu ikan yang tangguh.
Mengapa Tangguh? Ada dua alasan yang mengapa ikan ini bisa kita katakan tangguh.
Pertama. Bisa bertahan enam hingga 10 jam di daratan.
Mampu bertahan hingga selama itu karena betok punya alat bantu pernapasan seperti paru-paru yang disebut labirin.
Sehingga dengan labirin memungkinnya untuk mengambil oksigen dari udara.
Kedua. Bisa jalan di tanah.
Ikan yang juga terkenal degan climbing perch ini menggunakan sirip dadanya untuk merangkak di daratan.
Sirip dadanya yang sedikit bergerigi tajam mampu membuatnya untuk bisa merangkak dengan baik, karena cengkramannya di tanah.
Apa ikan betok boleh dimakan?
Semua jenis ikan bisa dimakan. Bahkan untuk ikan yang mengandung racun Tetradotoxin (TTX) yang ada di ikan buntal.
Namun, ikan buntal dengan pengolahan yang tepat di tangan-tangan ahli masak jadi tidak berbahaya.
Nah, apalagi ikan betok.
Di Kalimantan ikan betok jadi salah satu ikan yang favorit.
Rasa daging yang gurih dan berlemak jadi alasannya kenapa sering tersaji sebagai menu makan.
Apalagi kalau ukurannya besar, rasa dan lemak pada ikan jadi lebih kuat dan buat nagih yang makannya.
Bukan hanya enak, ikan ini juga mengandung berbagai vitamin, mineral, protein, dan kandungan gizi lainnya yang baik bagi tubuh.
Jadi, tidak usah lagi ragu untuk makan ikan betok.
Baca Juga: Ikan Lais Sungai Kalimantan
Berapa harga ikan papuyu per kilo di Kalimantan?
Untuk di setiap daerah di Kalimantan harga ikan papuyu sangat variatif.
Terlebih ukurannya juga jadi penentu harga. Biasanya semakin besar ukuran, semakin tinggi pula harga jualnya.
Di Kalimantan Tengah, seperti di Kota Palangkaraya, harganya jauh lebih tinggi kalau di bandingkan dengan daerah lain, misalnya, Sukamara.
Pasalnya, di Kota Palangkaraya ikan papuyu atau betok sangat diminati oleh masyarakat.
Sedangkan di Sukamara tidak terlalu banyak, sebab masih banyak mengandalkan hasil tangkapan.
Nah, karena itulah di Kota Palangkaraya harga ikan papuyu per kilo bisa saja mencapai Rp60.000.
Sedangkan di Sukamara berkisar Rp30.000–40.000/kilo.
Kalau di tempat kalian berapa per kilonya?
Demikianlah ulasan singkat ikan betok atau papuyu yang boleh dimakan dan sering menjadi lauk makan oleh masyarakat seperti di Kalimantan.
Kendala hingga saat ini
Potensi ekonominya tinggi. Tapi pengembangannya sebagai komoditas perikanan budidaya terbilang masih rendah.
Umumnya ikan papuyu Kalimantan dikembangkan dalam skala budidaya di kolam-kolam milik pemerintah.
Di sana ikan ini dibudidayakan dengan cara sederhana.
Teknik pembenihannya pun juga sederhana.
Pertumbuhannya yang tidak bisa secepat komoditas perikanan budidaya lainnya seperti nila dan lele mungkin jadi alasannya.
Karenanya tidak semua masyarakat bisa mengembangkan komoditas ikan betok sebagai ikan budidaya di rumah tangga.
Jika kita lihat dari ukurannya, ikan betok memang lebih cepat di perairan alaminya.
Makanannya yang beragam mungkin jadi alasannya.
Sehingga masih belum efektif untuk menjadi ikan budidaya.
Baca Juga: Mengandung Albumin, Berikut 4 Manfaat Ikan Kapar Kalimantan
Sumber Gambar Unggulan: Fishbase



