5+ Beda Ikan Tuna dan Tongkol: Nilai Gizinya Juga Beda

Last Updated on 29 August 2025 by Adha Susanto

Estimated reading time: 6 minutes

Sekilas mirip, tapi beda ikan tuna dan tongkol bisa kita amati dari ciri fisiknya.

Ikan yang masih dalam keluarga skombride ini adalah ikan perairan pelagis dengan bentuk torpedo.

Sebagai ikan pelagis, kedua ikan ini punya kemampuan berenang yang hebat dari ikan lainnya.

Berdasar makanannya juga, kedua jenis ikan ini sama-sama memangsa ikan-ikan kecil, crustacea, dan plankton.

Kepadatan daging, kandungan gizi, dan rasa pada dua jenis ikan pelagis ini tak pernah gagal untuk memberikan kesan istimewa di lidah.

Karena itulah, ikan pelagis dari famili skombride ini banyak menjadi bahan olahan berbagai masakan nusantara dan internasional.

Kalau kamu mau masak pakai dua jenis ikan ini, pastikan kamu nggak salah bedain, ya.

Yuk, kita sama-sama mengenal beda ikan tuna dan tongkol di bawah ini.

Baca Juga: Beda Ikan Makarel dan Sarden Apa Aja? Kenali Cirinya!

Beda ikan tuna dan tongkol berdasar ciri fisik

Dari ciri fisiknya, dua jenis ikan pelagis dengan nilai ekonomi tinggi berikut ini bisa kita kenali dari ukuran, warna, dan tekstur dagingnya.

Ukuran

Saat dewasa, dua jenis ikan berbeda dari segi ukuran.

Ikan tuna di perairan laut dalam panjangnya bisa mencapai 2 meter dengan berat hingga ratusan kilogram.

Sedangkan ikan tongkol ukurannya jauh lebih kecil dengan panjang rata-rata 50–60 cm.

Untuk berat maksimalnya, ikan tongkol berkisar 0,2–7 kg.

Warna ikan tuna dan tongkol

Dari warna tubuh kita juga bisa mengenali apa yang membuat beda antara ikan tuna dan tongkol.

Warna biru keperakan dengan garis-garis kuning di bagian sampingnya adalah ciri ikan tuna.

Namun warna ikan tuna juga tergantung pada jenisnya.

Jenis tuna sirip biru atau blue fin misalnya, warna biru kehitaman di punggungnya adalah ciri khasnya.

ciri ikan tuna
Ikan Tuna | Unsplash

Jenis ikan tongkol merupakan ikan pelagis dengan warna punggung biru gelap metalik dan mengkilat. Selain itu, juga ada pola garis-garis seperti garis miring yang acak.

Warna daging

Selain beda dari warna tubuh, kedua jenis ikan ini bisa kita kenali dari warna daging.

Daging tuna biasanya berwarna merah atau pink sehingga sangat cantik jika disajikan dalam bentuk makanan berbahan daging ikan mentah.

Sedangkan daging ikan tongkol lebih biasa tersaji dalam bentuk olahan. Keumamah khas Aceh adalah olahan daging ikan tongkol yang berwarna gelap dan cenderung kehitaman.

Pasalnya, daging ikan tongkol segar juga gelap dan agak kehitaman.

Tekstur daging

Meski sama-sama ikan pelagis, dua jenis ikan ini punya tekstur yang beda.

Daging ikan tuna lebih banyak diminati sebagai bahan utama makanan-makanan berbahan dasar ikan mentah.

Misalnya, sushi yang terkenal sebagai makanan berbahan ikan segar dari Jepang.

Salah satu bahan utamanya adalah tuna sirip biru.

Pasalnya, daging ikan tuna sirip biru lebih lembut dan lezat ketika disantap dengan warna merah atau pink yang menarik perhatian.

Pada jenis ikan tongkol dagingnya lebih keras dan agak kasar dengan warna agak gelap kehitaman.

Pengolahan daging asap atau ikan kayu adalah olahan yang umum kita jumpai di Nusantara.

Baca Juga: 4 Cara Membedakan Ikan Bawal Air Laut & Tawar

berdasar habitat dan kemampuannya

Ikan yang sering muncul di kolom perairan bisa kita bedain dari seberapa dalam mereka berenang dan seberapa lincah gerakannya.

Habitat

Ikan pelagis besar seperti tuna hidup di perairan laut luas dan kedalaman lebih dari 200 m.

Sebagai informasi, jenis ikan tuna berpindah kedalaman pada malam dan siang hari.

Pada siang hari, tuna berukuran besar berada di kedalaman 200–400 m, sedangkan malam harinya di kedalam 0–200 m.

Jenis ikan tuna mata besar misalnya, merupakan tuna yang hidup di perairan dengan kedalaman lebih dari 200 m.

Tongkol ialah jenis ikan pelagis yang hidup bergerombol di perairan pantai hingga laut lepas yang tidak terlalu dalam.

Seperti di perairan laut Jawa, tongkol tertangkap dari permukaan hingga kedalaman maksimal 70 m.

Kecepatan berenang

Ikan pelagis seperti tuna dan tongkol ialah ikan dengan bentuk tubuh yang tidak beda, yakni torpedo.

Karena bentuk tubuhnya yang mendukung dua jenis ikan ini punya kemampuan renang yang handal.

Dua jenis ikan ini memang mirip bentuk tubuhnya, tapi kemampuan berenangnya beda banget.

Pada ikan tuna yang merupakan jenis ikan bermigrasi jauh punya kecepatan renang mencapai 70 km/jam.

Kecepatan tuna jauh mengungguli ikan tongkol yang aktivitasnya berada di perairan dekat pantai hingga agak dalam.

Baca Juga: Ciri Ikan Selar dan Perbedaan Khasnya dari Ikan Kembung

Hal lainnya yang membedakan tuna dan tongkol

Sebagai komoditas utama produksi perikanan tangkap Indonesia, tuna dan tongkol diminati karena kandungan gizinya yang tinggi.

Oleh karena itu, dua jenis ikan ini punya harga yang tinggi di pasar global dan lokal.

Harga ikan

Adapun yang membuat beda ikan tuna dan tongkol lainnya adalah harga.

Meski keduanya merupakan komoditas utama jenis ikan ekspor Indonesia ke negara-negara tetangga, dua ikan ini punya harga beda.

ciri ikan tongkol
Ikan Tongkol | Unsplash

Umumnya harga ikan tuna lebih tinggi karena biaya produksi ikan jenis ini juga lebih besar.

Kandungan gizi dan manfaat ikan tuna dan tongkol

Dari kandungan gizi, dua ikan ini juga beda.

Kami lansir dari laman Nilai Gizi, berikut Tabel di bawah ini adalah informasi kandungan gizi ikan tuna dan tongkol pada setiap 100 gr daging.

GiziTunaTongkol
Protein (g)23,3313,70
Lemak (g)4,901,50
Kalori (kkal)144100
Vitamin A (mcg)655181
Vitamin B1 mg0,240,35
Vitamin B2 mg0,250,03
Vitamin B3 mg8,656,60
Kalsium (mg)892
Besi (mg)1,021,70

Dari nilai gizi, tuna juga mengunggulai ikan tongkol. Jadi, jika harga tuna lebih mahal dari ikan tongkol itu hal yang wajar saja.

Untuk lebih menjelaskan lagi gizi yang terkandung dalam daging ikan tuna dan tongkol punya manfaat seperti di bawah ini.

Mengurangi resiko penyakit jantung

Manfaat pertama dari konsumsi ikan laut seperti ikan tuna dan tongkol ialah baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Omega-3 yang terkandung dalam ikan memberikan peran besar untuk membantu menurunkan kadar trigliserida (lemak dalam darah).

Selain itu, omega-3 juga membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang dapat mengurangi risiko serangan jantung.

Membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak

Otot, kulit, otak, dan organ vital ialah bagian tubuh yang terdiri dari jaringan sel yang butuh nutrisi untuk terus berfungsi dengan normal.

Protein yang pada daging ikan tuna dan tongkol merupakan sumber nutrisi yang penting bagi jaringan sel tubuh.

Menjaga imun tubuh

Dari fungsinya gizi-gizi yang ada pada daging ikan tuna dan tongkol tidaklah beda.

Pasalnya, berbagai gizi yang ada memberikan peran penting bagi tubuh kita untuk tetap sehat melalui imun yang kuat.

Itulah manfaat ikan tuna dan tongkol yang selain sebagai ikan dengan rasa daging yang khas dan juga punya banyak manfaat bagi kesehatan.

Jika Anda mencari informasi lainnya mengenai ciri, perbedaan, dan manfaat ikan untuk kesehatan, kunjungi artikel lainnya di blog ini, ya.

Karena blog ini mengulas beragam jenis ikan di laut dan sungai yang punya banyak manfaat.

Baca Juga: Perbedaan Ikan Dori dan Patin: Merek Dagang

Referensi: