Mengapa Penting untuk Tidak Meninggalkan Sampah di Pantai? Berikut Alasannya

Facebook
LinkedIn
X
WhatsApp

Table of Contents

pentingnya tidak meninggalkan sampah di pantai

Last Updated on 22 September 2025 by Adha Susanto

Estimated reading time: 6 minutes

Tidak meninggalkan sampah di pantai setelah piknik bareng atau kegiatan lainnya bukan hanya untuk tetap menjaga keindahannya saja. Namun, sebagai upaya dan dambaan kita bersama terutama untuk kelestarian ekosistem laut.

Berikut versi kalimat aktif yang lebih mengalir dan sesuai dengan gaya tulisan kamu:

Isu sampah, terutama plastik, jadi bahan perbincangan yang hangat. Mulai dari dalam negeri hingga ke dunia internasional!

Pada tahun 2018, media nasional meliput paus sperma yang mati dan terdampar di perairan Wakatobi.

Kematian mamalia satu ini pun sangat tragis, ada sampah plastik seberat 6 kg yang masuk kedalam perutnya.

Betapa mengerikannya dampak sampah plastik bagi biota laut.

Tidak menutup kemungkinan kita juga bisa demikian jika terus membiarkan sampah-sampah plastik itu berkelana bebas di lautan.

Ekosistem laut merupakan ekosistem yang kompleks.

Menjadi muara semua yang ada di darat.

Bahkan dari udara juga jatuh ke laut melalui bentuk gas.

Gas yang terus kitab uang ke udara setiap harinya melalui kendaraan berbahan fosil juga menyumbang besar menurunnya kualitas laut.

Padahal laut punya berpenaruh besar terhadap iklim di Bumi.

Seperti yang terus diperbincangkan Bumi kita mengalami perubahan iklim akibat pemanasan global.

Es di kutub Utara dan Selatan Bumi yang mencair, pH menurun, dan permukaan laut yang kian naik jadi penandanya.

Belum lagi, sampah-sampah yang larut bersama arus ke antar pulau bahkan benua juga terus menampakkan kompleksnya permasalahan ekosistem laut.

Masalah sampah ternyata bukan hanya ada di pantai-pantai dengan padat penduduk.

Di mana ada penduduk, pasti di situ juga ada sampah yang dihasilkan.

Pada dasarnya pantai ialah salah satu tempat terbuka untuk umum dan jadi perhatian banyak orang.

Mulai dari tempat piknik, acara penting, dan kegiatan keagamaan juga bisa di pinggir pantai.

Maka penting bagi kita semua untuk tidak meninggalkan sampah di pantai setelah usai berkegiatan. Baik yang disebutkan seblumnya atau dalam bentuk kegiatan lainnya.

Baca Juga: Spit dan Tombolo Pantai Adalah

Pantai Citra Sukamara dan kondisi ekosistemnya

Salah satu di antara tujuan wisata pantai favorit lainnya yang ada di Sukamara adalah Pantai Citra.

Berada di Desa Sungai Cabang Barat Kecamatan Pantai Lunci, Pantai Citra adalah satu-satunya pantai di Sukamara yang punya tekanan lingkungan lebih tinggi.

Pasalnya Desa Sungai Cabang Barat punya penduduk yang lebih ramai karena terdekat dan pusat Kecamatan Pantai Lunci.

bersih-bersih pantai citra bersama dinas kelautan dan perikanan kalimantan tengah
Bersih-Bersih Pantai Citra Sukamara Bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah

Karakternya tidak berbeda jauh dari pantai-pantai yang ada di pantai Utara Pulau Jawa.

Gelombang tenang dasar perairanya yang berlumpur menjadi warna dasar perairan Pantai Citra.

Dari sisi pengunjungnya, pantai satu ini punya pengunjung yang sifatnya hanya musiman.

Libur lebaran idul fitri ialah musim puncak pengunjung pantai. Lalu disusul libur akhir tahun.

Sisanya sepi banget. Sabtu dan Minggu atau hari libur nasional tetap ada pengunjungnya. Walau ngga sampai 100 orang.  

Meski tidak ramai pengunjung, di Pantai Citra sudah terdapat tempat pembuangan sampah yang sangat layak.

Hampir di setiap gajebo yang tersedia sudah ada bak sampah berukuran besar.

Tapi namanya manusia yang banyak khilaf, sampah tetap aja berserakan.

Semoga kita semua segera mendapatkan ilham untuk sadar betapa penting tidak meninggalkan sampah di pantai.

Sampah-sampah plastik seperti botol minuman, gelas mi instant, kantong plastik, dan snack yang paling terjumpai di pantai ini.

Alat tangkap yang sudah tak layak juga ada dan hanya teronggok di pasir pantai yang terus tersapu oleh gelombang.

Sampah-sampah yang nyangkut di antara akar dan pepohonan bakau juga ada.

Membangkitkan kepedulian untuk menjaga lingkungan pantai dari sampah sebaiknya terus kita latih sedini mungkin sebelum terlambat.

Terlebih, Sukamara yang masih tergolong sebagai salah satu daerah yang jauh dari kata padat penduduk.

Baca Juga: Kenapa Pantai Selatan Lebih Bagus dari Pantai Utara? Berikut 3+ Faktornya

Aksi bersih-bersih Pantai Citra sekaligus untuk menanamkan pentingnya tidak meninggalkan sampah sembarangan di pantai

Aksi sederhana untuk peduli lingkungan bisa kita mulai dari diri sendiri. Kemudian bersama masyarakat.

Dalam hal ini, pemerintah juga peran penting untuk mengajak dan menyadarkan masyarakat mengapa begitu penting tidak meninggalkan sampah di pantai setelah berkegiatan.

Atau bisa juga dengan mengajak anak-anak atau orang dewasa untuk langsung melakukan kegiatan bersih-bersih pantai.

Seperti yang pernah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan bersih-bersih pantai pada hari Rabu, 17 September 2025, pemerintah mengajak siswa-siswi SMPN 1 Pantai Lunci untuk membersihkan Pantai Citra.

Pentingnya Menjaga Pantai Citra Sukamara dari Sampah
Pentingnya Menjaga Pantai Citra Sukamara dari Sampah

Di tengah pagi hari yang sendu kegiatan bersih-bersih Pantai Citra memoles wajah pantai yang sudah indah menjadi makin indah dan nyaman dipandang.

Baca Juga: Ekosistem Estuari: Ciri dan Karakteristik

Pentingnya tidak meninggalkan sampah di pantai

Jika kita melihat secara keseluruhan, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang besar.

Sampah plastik yang dihasilkan sudah termasuk lima besar di dunia.

Sebanyak 1, 29 juta ton sampah plastik yang kita buang itu berakhir di lautan.

Keberadaannya telah merugikan kehidupan biota laut.

Pasalnya, sampah plastik yang sudah ada di laut juga tidak kunjung terurai. Untuk terurai butuh waktu yang sangat lama.

Dari laporan WWF Indonesia, 25% spesies ikan terkontaminasi mikroplastik.

Plastik yang dibuang ke laut mengancam rantai makanan kita, menurut WWF Indonesia, 25% spesies ikan terkontaminasi mikroplastik.

Spesies penyu, ikan, burung laut, dan mamalia laut sangat terdampak dengan kehadiran sampah plastik.

Biota laut mengira sampah plastik sebagai makanannya.

Bahkan ada yang tercekik dari sisa alat tangkap yang terbuang di laut, jarring ikan misalnya.

Susah untuk lepas dari jarring yang sudah terbuang. Mamalia laut seperti paus dan dugong hidupnya pun harus berakhir dengan tragis.

Bukan hanya biota laut yang merasakan dampaknya secara langsung.

Dampak negatif sampah plastik

Nelayan dan kita yang masih tergantung dengan sumberdaya laut juga terdampak dengan sampah yang ada di laut.

Alat tangkap mudah rusak karena tersangkut sampah karena sulit sekali melepaskan sampah-sampah yang sudah tersangkut.

Belum lagi baling-baling kapal yang terlilit jaring rusak. Kapal tidak bisa bergerak jika tidak sampah yang melilit tidak segera dibuang.

Tentu ini menimbulkan resiko tersendiri. Nelayan harus berjuang untuk bertahan dari gempuran gelombang yang tak pernah berhenti menghantam perahu.

Jadi, tidak meninggalkan sampah di pantai merupakan hal yang penting.

Ada banyak kerugian yang pasti akan terjadi. Bagi diri kita sendiri, biota laut, dan orang lain.

Bijak untuk menggunakan plastik dan selalu membuang pada tempatnya sesudah menggunakannya adalah langkah sederhana.

Terlebih untuk menjaga Pantai Citra bebas dari sampah plastik masih terbilang belum terlambat untuk kita kelola dan jaga bersama.

Kita juga terancam, karena cemaran mikroplastik sangat besar kemungkinannya untuk masuk ke dalam tubuh kita melalui rantai makanan.

Mengkonsumsi ikan yang tidak dibersihkan dengan benar sebelum dimasak ialah salah satunya.

Referensi:

Sumber Gambar Unggulan: Unsplash