Bintang Laut (Asteroidea): Ciri, Habitat, dan Reproduksi

Last Updated on 20 September 2021 by Adha Susanto

Bintang laut adalah hewan filum Echinodermata kelas Asteroidea dengan ciri yang sangat khas. Yang mana apabila kita gambar pada kertas bintang laut menyerupai sebuah gambar bintang di langit. Tetapi bintang yang satu ini dapat kita temukan pada habitat perairan laut dan pantai yang berkarang. Salah satu contoh Asteroidea yang dapat kita jumpai pada pantai berkarang adalah Linckia sp.

Nah untuk mengetahui ciri khas dan keunikan hewan ini. Yuk kita cari tau pada ulasan singkat mengenai bentuk tubuh dan kemampuan regenerasinya.   

Bintang laut (Asteroidea)

Bintang laut adalah hewan dengan bentuk tubuh segi lima layaknya bintang di langit. Hewan yang berbentuk seperti bintang ini dapat kita temukan pada habitat laut atau pantai yang berkarang. Kita akan menemukannya berbagai jenis dan warna menarik seperti merah, biru, dan kecokelatan.

Hewan kelas Asteroidea ini adalah hewan yang memiliki keragaman berlimpah pada perairan berkarang. Bahkan tercatat sebagai hewan filum Echinodermata dengan jenis terbanyak yakni mencapai 1600 an.

Contoh jenis Asteroidea yang dapat kita jumpai adalah Linckia laevigata dan Fromia nodosa. Pada jenis L. laevigata kita akan menemukannya dengan ciri khas warna biru tua. Sedangkan F. nodosa atau terkenal dengan nama Elegant Seastar berwarna kuning. Kedua jenis Asteroidea itu dapat kita jumpai pada perairan laut atau pantai berkarang seperti di Pulau Karimunjawa.

Ciri Asteroidea (bintang laut)

Ulasan mengenai ciri tubuh akan membahas secara umum pada morfologinya. Dengan ulasan morfologinya kita akan mengetahui bentuk – bentuk tubuh yang menjadi ciri khas hewan ini. Berikut adalah ulasan singkatnya.

Ciri tubuh

Berada pada habitat perairan berkarang Asteroidea memiliki ciri tubuh relatif keras. Kerasnya tubuh karena kerangka eksternalnya terbuat dari bahan kapur atau kalsium karbonat. Tubuhnya pun tersusun atas lempeng – lempeng atau plat berukuran kecil yang berfungsi untuk mempermudah pergerakan lengan – lengannya.

bintang laut asteroidea habitat ciri reproduksi contoh
Gambar bintang laut Elegant Seastar (kiri) dan Blue Linckia Seastar (kanan) / unsplash.com

Sedangkan tubuhnya terbagi menjadi dua bagian. Ada bagian aboral dan oral. Pada aboral adalah bagian tubuh yang terdapat anus, sistem reproduksi, dan sistem air. Sedangkan oral adalah bagian tubuh yang terdiri dari mulut dan kaki tabungnya pada setiap lengan – lengannya.

Ciri dan fungsi lengan

Karena bentuknya menyerupai bintang yang berbentuk segi lima. Bintang laut atau Asteroidea sangat khas dengan lengan – lengannya yang berjumlah lima bahkan ada yang lebih. Contoh Asteroidea dengan legan lebih dari lima Stellaster dan Iconaster. Sedangkan anggota dengan lengan yang pendek dan bahkan lebih panjang sedikit dari jari – jari cakramnya adalah Goniodiscaster dan Culcita.

Setiap bagian bawah lengannya Asteroidea memiliki kaki yang berbentuk tabung. Kaki tabung pada setiap lengannya berfungsi untuk menempel pada karang, merangkap mangsa dan untuk membantu pergerakannya.

Untuk membedakan antara siang dan malam atau gelap dan terang, maka Asteroidea memiliki mata pada setiap ujung lengannya.

Selain sebagai alat gerak, membedakan gelap terang dan menangkap mangsa lengannya juga berfungsi sebagai sistem reproduksi. Yakni reproduksi aseksual yang terjadi dengan adanya pembelahan lengannya.

Reproduksi

Asteroidea adalah hewan dengan kemampuan regenerasi tinggi. Karena mampu bereproduksi secara seksual dan aseksual.

Secara seksual terjadi melalui pertemuan sel sperma dan sel telur pada badan perairan yang berasal dari alat kelaminnya. Karena termasuk ke dalam hewan dioseus, Asteroidea memiliki sepasang alat kelamin yang berada pada setiap lengannya.

Saat lengan dan cakram pusatnya mengalami kerusakan. Maka bintang laut atau Asteroidea akan beregenerasi dengan cara pembelahan. Regenerasi dengan cara pembelahan atau lebih kita kenal dengan sistem reproduksi aseksual ini terjadi secara Fissiparity.

Fissiparity adalah proses pembelahan dengan jalan fission atau penyekatan pisin menjadi dua bagian yang kemudian terpisah.

Contoh jenis Asteroidea dengan cara regenasi Fissiparity adalah Linckia, Achantaster sp. dan Pentaceros sp.

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *