Kehidupan Ikan Hagfish dan Lamprey: Ciri dan Reproduksi

Last Updated on 18 February 2021 by Adha Susanto

Kehidupan ikan di perairan dengan jumlah melimpah memberikan manfaat besar terhadap kehidupan manusia. Manfaat kehidupan ikan di perairan untuk manusia karena ikan merupakan sumber pangan mengandung protein dan sebagai hobi (ikan hias). Kehidupan ikan yang bermanfaat dan unik di lingkungan perairan menyebabkan ketertarikan manusia untuk mempelajarinya dalam dunia sains. Pembahasan singkat terhadap kehidupan, perbedaan, dan sistem reproduksi ikan kelas agnatha yakni hagfish dan lamprey

Baca juga kandungan gizi ikan gabus

Dunia sains yang membahas terhadap kehidupan ikan dalam segala aspek telah disepakati sebagai ilmu yang disebut iktiologi. Iktiologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu ichtyologia dimana Ichthyes berarti ikan dan logos yang berarti ilmu. Definisi ikan juga disepakti oleh Pemerintah Republik Indonesia salah satunya ditetapkan pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Undang-Undang tersebut mencantukmkan definisi ikan yang tercantum dalam Bab I Ketentuan Umum, Bagian kesatu, Pasal 1 ayat 4 tertera definisi bahwa ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan.

Sebagai hewan vertebrata (bertulang belakang) ikan hidup di air. Insang merupakan alat untuk bernapas dan sirip sebagai alat gerak. Ikan dapat dijumpai pada berbagai bentuk perairan seperti sungai-sungai di pegunungan yang tinggi hingga ke mintakat abisal, hingga mintakat hadal, di perairan samudera yang sangat dalam. Ikan yang hidup di berbagai bentuk perairan tersebut disebabkan karena mempunyai kemampuan/strategi untuk bertahan hidup di lingkungan sekitarnya.

Penemuan ikan

Berdasarkan sejarahnya ikan pertama kali diklasifikasikan sekitar 500 juta tahun yang lalu yakni pada periode Cambrian di zaman Paleozoic. Ikan yang berhasil dikelompokkan pertama kali adalah kelompok chordata. Kelompok chordata dikenal memiliki notokord, yakni sumbu penyokong tubuh. Notokord terdapat pada masa awal embrio, kemudian mengalami penulangan dan membentuk sumbu penyokong tubuh sekunder berupa ruas tulang belakang (vertebrata).

Berdasarkan jenis tulangnya dapat dibedakan menjadi ikan bertulang sejati (Osteichthyes), ikan bertulang rawan (Chondrichthyes) dan ikan tidak berahang (Agnatha). Tulang sejati yang sering kita jumpai seperti ikan nila (Oreochromis sp.), tuna (Thunnus sp.), dan lain-lain. Pada ikan dengan tulang rawan yang sering kita dengar seperti ikan hiu paus (Rhincodon typus), Pari (rays), lumba-lumba dan lain-lain.

Ikan kelas Agnatha

Kelas Agnatha (tidak berahang) terdiri dari dua subkelas yakni Cyclostomata dan Ostracodermi. Ikan yang termasuk dalam kelas agnatha sebagian besar telah menjadi fosil. Subkelas Ostracodermi merupakan ikan kelas Agnatha yang sudah tidak dapat kita jumpai karena telah punah.

Subkelas Cyclostomata merupakan kelas agnatha yang masih dijumpai hingga kini. Ikan hagfish (ordo Myxiniformes) dan lamprey (ordo Petromyzontiformes) merupakan ikan subkelas Cyclostomata yang diketahui jumlahnya mencapai 100 jenis.

Kehidupan ikan Lamprey dan Hagfish

Lamprey dan hagfish adalah ikan yang memiliki mulut membundar dan tidak dapat menutup mulutnya karena tidak mempunyai rahang.  Berdasarkan hal tersebut maka ikan lamprey dan hagfish termasuk dalam kelas Agnatha dan subkelas Cyclostomata. Cyclus dalam bahasa Yunani yang berarti bulat dan Stoma berarti mulut.

Perbedaan ikan hagfish dan lamprey

Ikan hagfish dapat dikenali melalui bentuk tubuhnya seperti ikan sidat (Anguila spp.). Hagfish tidak mempunyai sirip berpasangan, tanpa sisik dan otot mata. Insangnya berjumlah 1-16 buah, disekitar mulutnya terdapat sungut dan lidahnya terdiri dari gigi-gigi yang tajam. Laut merupakan habitat dari ikan hagfish.

Lamprey dikenal sebagai ikan parasit yang memiliki gigi tajam pada mulut dan lidahnya, mempunyai satu hingga dua buah sirip pada punggungnya, tidak memiliki sungut, pada individu dewasa mata telah berkembang dengan baik, dan vertebra terbuat dari tulang rawan. Habitat ikan lamprey umumnya di perairan laut dan akan berenang menuju ke perairan tawar ketika akan memijah.

Ikan hagfish dan lamprey mempunyai kesamaan yakni tidak mempunyai rahang, tidak mempunyai sirip berpasangan, tidak bersisik, mempunyai sirip ekor, mempunyai notokord di masa larva maupun dewasa, dan mempunyai insang lebih dari tujuh pasang. 

Sifat ikan hagfish dan lamprey dalam mencari makan

Mulut Ikan kelas agnatha Hagfish
Mulut Ikan Hagfish (Zintzen et al., 2011).
ikan kelas agnatha lamprey
Mulut dan Emryo Ikan Lamprey (York et al., 2020).

Ikan lamprey termasuk dalam ikan yang bersifat parasit pada ikan maupun mammalia. Hal tersebut didukung dengan mulut lamprey yang dilengkapi gigi tajam berderet yang berfungsi untuk merobek tubuh inangnya. Sifat ikan hagfish tidak sama dengan ikan lamprey. Ikan hagfish dikenal sebagai ikan bersifat dekomposer, yakni pemakan bangkai hewan (scavenger) dengan menggunakan deretan gigi tajam yang tersusun pada mulut bundarnya.

Sistem reproduksi ikan lamprey dan hagfish

Ikan lamprey merupakan ikan dengan kemampuan bereproduksi satu kali dengan fertilisasi secara eksternal. Sistem fertilisasi yang terjadi secara eksternal diketahui menyebabkan ikan lamprey mengalami kematian setelah bereproduksi. Penyebab kematian lamprey setelah bereproduksi dikarenakan masuknya patogen seperti jamur kedalam usus yang menyebabkan gangguan sistem pencernaan. Patogen tersebut masuk kedalam usus ikan lamprey melalui kloaka yang tidak tertutup langsung setelah melakukan fertilisasi.

Ikan hagfish diketahui bersifat hermafrodit. Oleh sebab itu ovari dan testis pada ikan hagfish ditemukan dalam satu individu. Namun, gonad dalam individu hagfish yang berfungsi hanya berjumlah satu dan diduga jumlah telur yang dihasilkan hanya sebanyak 30 butir selama hidupnya.

Daftar Pustaka: Omar S.  B. A. 2012. Dunia Ikan. Gadjah Mada University: Yogyakarta.

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *