10 Jenis Ikan Air Payau dan Ciri-Cirinya

Last Updated on 2 July 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 3 minutes

Walau secara jenis tidak sebanyak ikan yang hidup di laut, ikan-ikan yang hidup di air payau dengan ciri khasnya juga memiliki nilai ekonomi.

Soal rasa, ikan air payau bergantung pada jenisnya. Pasalnya, komoditi perikanan air payau, misalnya, nila salin yang dibesarkan pada tambak punya rasanya tersendiri.

Berikut penjelasan selengkapnya ciri khas dari ikan air payau berdasar adaptasi dan nilai ekonomi

Adaptasi ikan air payau

Ekosistem air payau dengan kandungan garam terlarut rendah hanya dihuni oleh ikan-ikan yang mempunyai adaptasi dan ciri tubuh yang khas.

Ini dilakukan untuk beradaptasi pada lingkungan yang terbilang ekstrem.

Adapun tiga cara adaptasi ikan air payau pada umumnya ialah sebagai berikut.

Morfologis

Adaptasi morfologis ikan-ikan air payau terlihat dari keberadaan rambut-rambut halus (setae). Keberadaan rambut halus berfungsi untuk menyumbat permukaan ruang pernapasan dari partikel lumpur.

Fisiologis

Pada adaptasi secara fisiologis, berbagai jenis ikan air payau dilakukan dengan mempertahankan keseimbangan ion cairan tubuh. Keseimbangan osmoregulasi tersebut berfungsi untuk membantunya agar dapat bertahan dari fluktuatifnya salinitas perairan.

Tingkah laku

Bentuk adaptasi terakhir yang dilakukan oleh ikan air payau ialah tingkah laku. Ciri utama dari adaptasi tingkah laku ikan air payau adalah bersembunyi di lubang-lubang lumpur atau pasir. Bersembunyi mereka lakukan untuk menghindar dari predatornya.

10 jenis ikan air payau

Tidak seperti ekosistem air tawar dan laut yang memiliki beragam jenis ikan. Air payau terkenal sebagai ekosistem yang ekstrem. Oleh itu, tidak banyak flora dan fauna yang mendiami perairan payau.

Ikan budidaya

Untuk memaksimalkan potensi air payau, maka kegiatan perikanan budidaya menjadi jalan pengembangan dan pemanfaatan.

Adapun beberapa jenis ikan dan udang yang menjadi komoditi budidaya perikanan air payau yang begitu populer adalah sebagai berikut.

Udang vaname dan windu

Menjadi komoditi budidaya perikanan air payau yang memiliki nilai ekonomi paling tinggi. Bahkan menjadi bisnis perikanan dengan modal besar. Namun, menghasilkan keuntungan yang besar pula.

Bandeng

Tidak seperti budidaya udang vaname yang terkenal ribet dan sulit. Budidaya ikan bandeng di tambak air payau dapat menjadi salah satu pilihan perikanan budidaya yang ekonomis. Serta menghasilkan keuntungan.

Belanak

Mirip seperti ikan bandeng. Belanak menjadi komoditi budidaya air payau yang cukup menjanjikan. Apalagi pasar pun sangat meminatinya sebagai lauk pauk dengan harga yang ekonomis dan bernutrisi.

Nila salin

Jenis ikan nila yang hidup pada air payau ini menjadi solusi bagi banyak petani ikan bandeng. Karena pada saat ikan bandeng sedang murah, harga nila salin masih tetap berada di atasnya. Terlebih, nila salin cepat besar di perairan payau.

Kerapu lumpur

Mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, kerapu lumpur pun menjadi salah satu jenis ikan budidaya air payau yang banyak peminatnya.

Ikan sidat air payau

Sidat ialah jenis ikan yang dapat hidup pada tiga jenis air. Pada ekosistem air payau, ikan sidat mencari makan ketika melintas dari sungai dan laut.

Untuk harga, ikan sidat ialah jenis ikan dengan harga fantastis sebagai salah satu jenis ikan air payau. Pasalnya, ikan sidat sangat diminati, dan telah masuk pasar ekspor.

Dua negara Asia, yaitu Jepang dan China ialah tujuan utama ekspor ikan sidat Indonesia.

Baca Juga: Ikan Nokturnal Diurnal di Air Laut dan Tawar

Ikan non budidaya

Karena begitu fluktuatifnya salinitas perairan, keragaman jenis ikan di perairan payau sangatlah terbatas.

Oleh karena itu, aktivitas penangkapan ikan pada ekosistem air payau terbilang minim.

Tapi untuk komoditi tertentu masih berlangsung tinggi. Misalnya, kepiting bakau, dan kerang-kerangan yang merupakan komoditi perikanan tangkap di perairan payau dengan nilai jual tinggi.

Nah, berikut beberapa jenis ikan air payau yang menjadi komoditi penangkapan nelayan:

  1. Lethrinus ornatus (ikan sikuda)
  2. Apogon hyalosoma
  3. Silago sihama (ikan rejung)
  4. Selaroides leptolepis (ikan selar)
  5. Gerres nacracanthus (ikan kapas-kapas)
  6. Therapon theraps
  7. Toxotes jaculatrix (ikan sumpit)
  8. Ikan senangin

Baca Juga: Ikan Kembung. Pilih yang Jantan atau Betina?