Dekke Ihan Batak atau Ikan Dewa: Ciri dan Habitat

dekke ihan batak

Last Updated on 13 May 2026 by Adha Susanto

Estimated reading time: 3 minutes

Salah satu ikan yang hidup di perairan Danau Toba adalah dekke ihan batak atau ikan batak, dan sering juga dikenal dengan ikan dewa.

Bagi masyarakat adat Batak jenis ikan ini bernilai religius. Pasalnya, ikan satu ini sering menjadi sajian khusus dalam berbagai ritual upacara adat.

Seiring berjalannya waktu keberadaan ikan dewa atau ikan batak sudah mulai langka.

Alhasil harga ikan pun menjadi sangat mahal dan sekarang ikan ini menjadi jenis yang di lindungi.

Kini sajian makanan dekke ihan batak dalam upacara adat berganti jenis ikan, yakni ikan mas. Karena ikan mas lebih mudah didapat dengan harga terjangkau.

Masakan khasnya pun kita kenal dengan nama Ikan Mas Arsik yang punya filosofi kehidupan dan menjadi kepercayaan masyarakat adat setempat.

Kondisinya yang sudah memprihatinkan gerakan pelestarian ikan asli danau Toba ini dicoba untuk melakukan pelestarian.

Pembenihan dan pembesaran adalah salah satu contoh program dari pemerintah setempat dan nasional untuk tetap menjaga kelestariannya.

Agar anak cucu nanti masih bisa melihat ciri ikan batak secara langsung yang mempunyai nilai religius di kehidupannya.

Baca Juga: Ikan Lalawak Hias atau Ikan Balar

Klasifikasi dan ciri dekke ihan batak

Selain dapat kita jumpai di habitat perairan dataran tinggi pulau Sumatera khususnya danau Toba, Ikan batak juga hidup di perairan lainnya.

Perairan lainnya yang juga menjadi habitat yang cocok dengan jenis ikan ini seperti di daerah Jawa, Malaysia, Birma, Thailand dan Indocina.

Keberadaan ikan batak di habitat aslinya berdasarkan klasifikasi termasuk dalam famili Cyprinidae dan ordo Cypriniformes. Terdiri dari dua genus yaitu Neoilsochillus thienemani, dan Tor soro.  

Penamaan lokal jenis ikan pun berbeda-beda. Namun, nilai ekonomi dan religius relatif masih sama dengan yang terpercayai oleh masyarakat adat Batak.

Masyarakat daerah Jawa Barat (Kuningan daan Sumedang) jenis T. soro mereka kenal dengan nama Kancra atau Dewa.

Sedangkan masyarakat daerah Pringsewu, Blitar mengenalnya sebagai salah satu jenis ikan yang terkeramatkan.

Sehingga keberadaannya akan terus diupayakan agar bisa terjaga karena nilai religius dan ekonominya sangat tinggi.

dekke ihan batak atau ikan dewa ciri makanan ikan dan habitat asli danau toba
Ikan Dewa | Fishbase

Dan secara umum ciri dekke ihan batak seperti ikan pada klasifikasi dalam famili Cyprinidae yang terdiri dari:

  1. Tubuhnya berbentuk pipih memanjang dan berwarna perak
  2. Panjang tubuh maksimal 1 m
  3. Moncong agak meruncing
  4. Mulutnya tebal
  5. Memiliki dua pasang sungut pendek
  6. Sisiknya berbentuk cicloid
  7. Sirip ekor berbentuk forked
  8. Sirip dubur lebih pendek dari sirip punggung

Makanan dan reproduksi ikan dewa

Di habitat aslinya sumber makanan ikan dewa atau ikan batak utamanya sangatlah beragam karena tergolong sebagai ikan omnivora.

Berbagai jenis makanannya ikan gunakan untuk pertumbuhan dan reproduksi.  

Adapun beberapa jenis makanan utama ikan ini pun terdiri dari:

  1. Biji-bijian
  2. Siput dan
  3. Serangga

Selain menjadi banyak perburuan masyarakat setempat. Ikan ini pun membutuhkan waktu yang relatif lama untuk siap memijah pada musim penghujan tiba yang berlangsung setiap tahunnya.

Demikianlah beberapa ciri spesifik dekke ihan batak yang terkenal sebagai ikan bernilai religius bagi masyarakat adat Batak.

Ikan ini pun sering tersaji dalam upacara adat Batak seperti acara pernikahan, memasuki rumah baru dan kelahiran anak dengan penyajian yang khusus.

Baca Juga: Ikan Tapah Sungai Kalimantan

More
articles

Picture of Adha Susanto

Adha Susanto

ASN P3K di Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara yang suka ngeluangin waktunya untuk menulis dan membaca