Polychaeta: Ciri, Habitat, Reproduksi

Last Updated on 20 September 2021 by Adha Susanto

Annelida kelas Polychaeta adalah hewan dengan ciri berbulu banyak dengan sistem reproduksi secara seksual memiliki peranan penting di habitat laut. Salah satunya dalam siklus rantai makanan yang berperan sebagai pengurai atau detritus.

Umumnya kita sudah banyak mengenal cacing pada daratan dan perairan tawar. Cacing – cacing yang sering kita temui itu merupakan hewan yang dengan ciri tubuh yang bersegmen. Namun, cacing yang ada di lautan bagaimanakah kehidupannya? Yuk kita simak uraian singkat di bawah ini.

Ciri filum Annelida

Hewan yang termasuk filum Annelida merupakan kelompok hewan yang sering kita kenal sebagai cacing. Cacing merupakan hewan yang kita kenal dengan tubuh yang lunak beruas atau bersegmen – segmen. Pada setiap habitat daratan seperti tanah dan air kita dapat menemukan cacing. Ternyata cacing berdasarkan pada setiap habitatnya terdiri dari ribuan jenis atau spesies.

Berikut kelas – kelas Annelida berdasarkan habitat yang dapat kita temukan di alam.

Oligochaeta. Kelas cacing yang sering kita temui pada habitat daratan bertanah subur.

Hirudinea. Kelas cacing yang dapat kita jumpai pada perairan darat seperti lintah.

Polychaeta. Umumnya kelas Polychaeta adalah cacing yang keberadaannya pada habitat perairan dasar laut seperti Nereis sp.

Baca juga

Ciri Polychaeta

Nama Polychaeta berasal dari dua kata yaitu Poly dan Chaetom. Poly yang berarti banyak. Chaetom yang berarti banyak rambut. Secara umum tubuh atau fisik dari hewan kelas ini banyak ditemukan dengan ukuran yang mikroskopis. Ukurannya hanya berkisar 2 – 3 mm. Namun ada juga yang berukuran panjang hingga beberapa meter.

peranan annelida kelas polychaeta di habitat laut
Ciri Polychaeta Lepidonotus squamatus / sciencedirect.com

Dari bentuk tubuhnya ciri Annelida cacing laut terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

Presegmental. Adalah bagian tubuh yang terdiri dari sepasang alat palpi dan antena. Kedua pasang alat yang berbeda tersebut berfungsi sebagai sensor atau peraba terhadap lingkungan sekitarnya. Untuk melengkapi mengenal lingkungannya pada bagian presegmental kita dapat menjumpai dua titik mata cacing laut. Fungsinya untuk melihat keadaan sekitarnya.

Segmental. Adalah bagian tubuh yang terdiri dari bagian dada dan perut. Pada setiap bagian atau segmennya terdiri dari dua pasang kaki atau podia. Fungsinya untuk membantunya dalam pergerakan baik mencari mangsa atau menghindari mangsanya.

Postsegmental. Bagian tubuh yang terdiri dari pygidium, anus, dan sepasang anal cirri.

Habitat Annelida kelas Polychaeta

Keberadaan cacing laut dapat kita temukan pada dasar perairan atau lumpur dan pasir. Pada dasar perairan cacing laut berada pada kedalaman mulai dari nol hingga ribuan meter. Baik pada kawasan tropis, subtropis, dan empat musim. Selain itu terdapat beberapa kelompok dari genus Tomopteris yang hidupnya planktonik dan bergerombol.

Sumber makanan

Pada habitatnya cacing laut memakan hewan – hewan lainnya berukuran kecil dan sebagai detritus. Mangsa – mangsanya yang berupa hewan berukuran kecil sebagai sumber nutrisinya seperti udang – udangan tingkat rendah dan diatom.

Reproduksi Annelida

Annelida seperti cacing laut adalah hewan dengan reproduksi terjadi secara seksual. Yaitu saat musim kawin individu jantan dan betina akan melepaskan sel sperma dan sel telurnya pada perairan.

Pertemuan kedua sel pada perairan akan terjadi proses fertilisasi dan terbentuklah zygote. Kemudian berkembang dan akan menetas menjadi larva. Larva – larva cacing laut sifatnya planktonik. Bentuknya sangatlah khas sebagai plankton yang memiliki bulu getar. Bulu getarnya berfungsi untuk membantu pergerakannya pada perairan.

reproduksi dan ciri filum annelida kelas polychaeta
Pompeii worm / udel.edu

Peranan Polychaeta

Keberadaan Annelida pada ekosistem laut memeiliki peranan yang penting. Salah satunya untuk menjaga keseimbangan rantai makanan karena fungsinya sebagai hewan detritus atau pengurai.

Beberapa peranan penting Polychaeta adalah sebagai berikut:

  1. Detritus pada ekosistem laut
  2. Makanannya ikan – ikan demersal
  3. Bioindikator kualitas perairan
  4. Pakan alami dalam budidaya udang

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *