Last Updated on 11 August 2026 by Adha Susanto
Musim barat dan timur merupakan dua musim yang umum terjadi di sebagian besar wilayah perairan Indonesia. Laut Jawa adalah salah satu perairan yang mendapat pengaruhnya, tapi kapan musim barat dan timur akan mulai?
Pasalnya, aktivitas nelayan juga bergantung pada informasi dua musim ini. Kesiapan perahu, alat tangkap, dan rencana penangkapan membutuhkan informasi dari dua musim ini.
Apalagi nelayan-nelayan kecil atau tradisional. Mereka yang hanya punya perahu kecil yang tentunya tidak akan mampu menantang alam.
Gelombang yang terus menggulung dengan ketinggian lebih dari 1 meter sangat tidak mungkin untuk mereka taklukkan.
Walau memang ada yang masih bisa menantang kekuatan alam ini. Kecakapan dan keberanian jadi faktor yang membuat mereka tetap melaut, selain karena memang kebutuhan mencukupi keluarga.
Baca Juga: Berikut Bedanya Nelayan Tradisional dan Modern
Daftar Isi
ToggleKapan musim barat?
Selain nelayan, musim barat juga memberikan pengaruh besar terhadap pendapatan petani dan petambak ikan. Terlebih, lokasinya yang tidak jauh dari pesisir.
Gagal panen akibat banjir karena luapan sungai dan air laut yang menghantam tambak ikan di pesisir ialah kasus-kasus yang umum terjadi.
Aktivitas pelayaran dan penerbangan juga bisa terdampak akibat cuaca buruk, badai dan angin kencang sering jadi topik pemberitaan nasional.
Pelayaran domestik antar pulau di sebagian besar wilayah perairan Indonesia sering terjadi penundaan dan beresiko karena gelombang tinggi.
Musim barat terjadi pada bulan Desember hingga Februari.
Biasanya di perairan Laut Jawa
- kecepatan angin: 6–10 m/s hingga 8–10 m/s
- gelombang: 0,96–2,089 m
Sumber Gambar: Unsplash

Musim barat sangat terkenal sebagai musim dengan cuaca ekstrem di sepanjang bulan Desember hingga Februari.
Di Laut Jawa, pada bulan tersebut ketinggian gelombang mencapai 0,96 m, tinggi maksimal 2,089 m. Angin biasanya berhembus dengan kecepatan 6–10 m/s hingga 8–10 m/s.
Hujan deras dan angin kencang pasti akan terjadi pada rentang bulan tersebut.
Nelayan yang merupakan masyarakat rentan dan tergantung pada musim ini pendapatannya akan sangat berpengaruh.
Aktivitas melaut jadi berkurang dan pendapatan pun mulai surut, dan tabungan kian menyusut.
Baca Juga: Ciri Nelayan Modern: Peralatan, Penangkapan, dan Kehidupan
Kapan musim timur?
Musim timur merupakan kondisi musim dengan hujan berada di titik terendahnya.
Kering dan angin berhembus cukup kencang lebih dominan terjadi pada musim ini.
Umumnya bulan Juni hingga Agustus merupakan waktu berlangsungnya musim timur di sebagian besar wilayah perairan Indonesia.
Di perairan Laut Jawa, musim timur membangkitkan gelombang laut berkisar 0,6–1,4 m. Pada bulan Juli, ketinggian gelombang bisa mencapai 2,4 m, dan pertengahan bulan adalah puncak dari monsoon timur.
Ketinggian gelombang tersebut dibangkitkan oleh angi dengan kecepatan 0–2 m/s.
Aktivitas melaut terkadang juga terhambat, karena nelayan kecil yang tidak bisa melaut.

Musim barat terjadi pada bulan Juni hingga Agustus
Biasanya di laut Jawa
- kecepatan angin: 0–2 m/s
- tinggi gelombang: 0,6–1,4 m
Sumber Gambar: Unsplash
Di perairan Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, misalnya, perairan yang masih terhubung dengan Laut Jawa ini terpantau terjadi gelombang besar.
Nelayan pukat dorong dan mini trawl sangat terdampak di musim yang mereka kenal sebagai musim tenggara. Sebab gelombang datang dari arah tenggara menuju ke barat.
Nelayan memperkirakan kalau musim tenggara bisa saja terjadi hingga September tahun 2026.
Baca Juga: Ciri Nelayan Tradisional: Perahu, Hasil Tangkapan & Sosial Budaya
Kapan musim peralihan?
Di antara musim barat dan timur ada musim peralihan.
Musim peralihan terjadi pada bulan Maret–Mei dan September–November.
Pada musim transisi, angin berhembus dengan arah yang tidak menentu. Kecepatan anginnya mencapai 2–4 m/s.
Gelombang yang terbentuk bisa mencapai ketinggian 0,473 m dengan ketinggian maksimal 1,004 m.
Musim peralihan merupakan musim yang banyak dimanfaatkan nelayan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Pasalnya, di musim peralihan ikan pelagis kecil di laut Jawa lebih dominan sebagai tangkapan utama.
Demikianlah waktu berlangsungnya musim timur dan barat serta terjadinya musim peralihan.
Kedua musim yang terjadi di perairan Indonesia punya pengaruh yang kuat terhadap ketahanan ekonomi nelayan.
Adaptasi dengan mencari sumber penghasilan lain memang sangat perlu dilakukan oleh nelayan.
Keterampilan, kemauan, dan relasi punya andil kuat untuk mendapatkan penghasilan sampingan.
Baca Juga: Istri Nelayan: Peran dan Tanggungjawabnya
Referensi:
- Pola Arus Permukaan dan Kondisi Fisika Perairan di Sekitar Pulau Selayar pada Musim Peralihan 1 dan Musim Timur. Jurnal Lipi.
- Pola Tinggi Gelombang di Laut Jawa Menggunakan Model Wavewatch-III. Jurnal Meteorologi dan Geofisika
- Studi Karakteristik Gelombang Perairan Laut Jawa Menggunakan Satelit Altimetri Tahun 2016-2018 ( Studi Kasus : Perairan Laut Utara Jawa). Jurnal Geodesi Undip
- Pendugaan Daerah Tangkapan Ikan Pelagis Kecil di Perairan Pesisir Utara Jawa Tengah Berdasarkan Paremater Lingkungan Laut. Jurnal Kelautan Tropis
Sumber Gambar Unggulan: Unsplash



