Istri Nelayan: Peran dan Tanggungjawabnya

peran istri nelayan

Last Updated on 14 April 2026 by Adha Susanto

2–4 minutes

Peranan seorang perempuan seperti istri nelayan terbilang lebih beragam dan kompleks dari seorang suami atau lelaki.

Maternal, occupational, conjugal, domestic, kin, community, dan individual ialah peran sehari-hari yang dilalui oleh perempuan.

Peranan seorang perempuan juga akan lebih terasa kompleks pada rumah tangga kurang mampu.

Di keluarga yang menggantungkan kehidupan sehari-harinya sebagai sebagai petani atau pun nelayan akan sangat berarti saat perempuan juga terlibat mencari nafkah.

Terkadang jam kerja seorang perempuan yang juga mencari nafkah bisa lebih dari 40 jam dalam seminggu.

Sepulangnya dari tempat bekerja, jarang sekali mereka yang langsung istirahat.

Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga seperti mengurus keluarga dan mendidik anak masih jadi tugas yang menanti uluran tangannya.

Peran ganda itu hampir kita jumpai di seluruh pesisir Indonesia.

peranan istri nelayan

Mereka punya peran ganda ini bukan tanpa alasan.

Ada yang memang untuk mengisi waktu luang. Tapi, ada juga karena memang butuh untuk membantu suami dalam mencari nafkah.

Tidak terkecuali istri-istri nelayan di Sungai Damar dan Kuala Jelai, Sukamara.

Dari yang teramati, istri nelayan di Sukamara ada yang memang bekerja murni mencari penghasilan tambahan dan ada juga yang sekedar membantu suami.

Baca Juga: Ciri Nelayan Tradisional: Perahu, Hasil Tangkapan & Sosial Budaya

Peran istri nelayan

Nah, berikut peranan istri nelayan berdasar kegiatannya.

Membantu suami

Jenis kegiatan pertama yang bisa kita jumpai rutin di pesisir ialah mereka para istri nelayan yang membantu suami.

Pada saat terik matahari yang menyengat atau hujan yang tak pernah berhenti mengguyur tubuh mereka, ada istri nelayan yang juga setia menunggu suaminya pulang.

Akan terasa bahagia sekali saat suami pulang dengan selamat dan membawa hasil tangkapan.

Mereka akan dengan sigap membantu suami mengangkat ke tepian atau di atas perahu langsung untuk memilahnya.

Biasanya para istri nelayan yang membantu suaminya punya peran ini agar harga jual lebih optimal.

Sebab dengan pengelompokkan jenis dan ukuran akan memudahkan hasil penjualan.

Semakin besar ukuran semakin mahal. Salah satunya pada jenis udang yang membagi harga berdasar ukurannya.

Nah, kalau memilah-milah, pastilah ibu-ibu lebih jago dan teliti. Karenanya hampir setiap kali suami mereka melaut, istri-istri nelayan akan setia menunggu.

Seperti yang dilakukan oleh istri-istri nelayan di Desa Sungai Damar. Biasanya mereka akan menunggu suaminya 30 menit sampai 1 jam sebelum kedatangan suami.

Entah itu hujan atau panas, istri-istri nelayan ini akan selalu menunggu di pinggir pantai bersama rekan-rekannya.

Mencari tambahan penghasilan

Pada jenis kegiatan ini lebih banyak dijumpai di Kelurahan Kuala Jelai.

Istri-istri nelayan banyak mencari tambahan pengasilan keluarga dengan menjadi tenaga upahan atau buruh harian di bos pengepul dan pengolah ikan.

Ada banyak kegiatan yang mereka lakukan di tempat pengolahan ikan.

Tanggungjawab Istri Nelayan
Tanggungjawab Istri Nelayan

Membersihkan hasil tangkapan untuk dijadikan ikan asin hingga melakukan pengemasan.

Upahnya sangat variatif, dan tergantung pada jumlah ikan yang dibersihkan.

Baca Juga: 8 Alat Penangkap Ikan Tradisional

Mengapa mereka harus mengambil peran mencari nafkah?

Umumnya nelayan-nelayan yang ada di Indonesia termasuk di Sukamara lebih banyak sebagai nelayan kecil.

Penghasilan mereka dalam sehari juga tidak menentu. Faktor cuaca, musim tangkapan, dan alat tangkap yang mereka gunakan sehari-hari adalah faktor penentu penghasilan.

Terlebih, pada sistem pemasaran hasil tangkapan yang tidak menguntungkan nelayan.

Harga jual ikan murah tetapi biaya satu kali trip atau berangkat ke laut saja kadang tidak balik.

Bahan bakar merupakan kebutuhan tidak tetap terbesar dalam satu kali melaut.

Kenaikan harga bahan bakar juga tidak pernah diimbangi dengan naiknya harga jual hasil tangkapan.

Ini yang kemudian membuat keluarga nelayan terus berada pada himpitan ekonomi.

Dan memaksa mereka (istri nelayan) punya peran lebih sebagai pekerja buruh di unit pengolahan ikan, pasar, atau tenaga kerja lainnya.

Baca Juga: Berikut Bedanya Nelayan Tradisional dan Modern

More
articles

Picture of Adha Susanto

Adha Susanto

ASN P3K di Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara yang suka ngeluangin waktunya untuk menulis dan membaca