Last Updated on 5 June 2026 by Adha Susanto
Mungkin kamu sudah kenal dengan ikan tongkol, tuna, dan kembung. Ikan-ikan itu merupakan contoh ikan laut yang melakukan migrasi karena kondisi alam.
Mereka bisa bermigrasi dari tempat yang satu ke tempat yang lain untu menemukan habitat yang cocok untuk mencari makan atau memijah.
Pergerakan migrasinya tidak terjadi seketika atau bahkan sendirian saja.
Ikan pelagis bermigrasi dengan kelompoknya yang begitu besar untuk kembali menemukan tempat yang cocok.
Yuk, kita kenali berbagai kondisi apa saja yang membuat ikan bermigrasi!
Daftar Isi
ToggleIkan bermigrasi mengikuti kondisi apa saja?
Bermigrasinya berbagai jenis ikan pelagis di perairan sangat ditentukan oleh kondisi fisika, kimia, dan biologi.
Kondisi fisika seperti suhu mempengaruhi kondisi perairan laut secara kimia dan biologi.
Salinitas dan oksigen terlarut merupakan kondisi kimia yang berpengaruh terhadap kondisi kesuburan perairan.
Kondisi biologi perairan yang bagus akan terlihat dengan melimpahnya faktor produktivitas primer berupa konsentrasi klorofil-a.
Ketiga kondisi tersebut memang tidak bisa terpisahkan.
Misalnya, ketika suhu perairan laut meningkat drastis, kondisi kesuburan produktivitas primer perairan akan drop.
Dampaknya, ikan-ikan kecil seperti teri tidak akan berkumpul pada satu wilayah perairan. Sehingga ikan pelagis besar juga tidak akan berkumpul di wilayah tersebut.
Arus laut juga merupakan kondisi lainnya yang membuat ikan pelagis melakukan migrasi ke suatu wilayah perairan.
Biasanya arus laut ini membawa air dengan suhu yang berbeda dari kondisi sebelumnya.
Dengan kondisi arus yang berbeda ini, menjadi sinyal ikan pelagis untuk berpindah.

Keberadaan ikan pelagis di suatu wilayah perairan hingga mereka melakukan migrasi tentunya dipengaruhi oleh tiga kondisi tersebut.
Keberadaan makanan, tempat berlindung, dan tempat memijah ialah kondisii yang berpengaruh begitu besar kenapa ikan pelagis harus bermigrasi.
Suhu permukaan laut dan klorofil menentukan migrasi ikan pelagis
Tingginya suhu permukaan laut mempengaruhi konsentrasi klorofil di permukaan perairan. Semakin tinggi suhu permukaan, maka akan rendah konsentrasi klorofil.
Di musim Timur, suhu permukaan laut lebih rendah dari musim Barat. Sehingga konsentrasi klorofil lebih tinggi. Sedangkan di musim barat terjadi sebaliknya.
Dengan meningkatnya klorofil di perairan, oksigen terlarut juga meningkat. Kadar oksigen terlarut ini menjadi sumber kehidupan ikan-ikan pelagis untuk pertumbuhan dan reproduksinya.
Upwelling
Fenomena upwelling terjadi pada musim Timur. Di mana pada saat suhu permukaan laut yang rendah, akan berganti dengan air di dasar perairan yang hangat.
Sehingga nutrient dari dasar laut akan naik yang meningkatkan konsentrasi fitoplankton yang merupakan produktivitas primer perairan.
Salinitas
Kadar garam terlarut di perairan atau salinitas punya peranan besar terhadap kelangsungan hidup ikan-ikan pelagis.
Pasalnya, salinitas mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh ikan dengan lingkungannya.
Perubahan salinitas yang drastis akan mempengaruhi tingkat stress, pertumbuhan dan reproduksi ikan pelagis.
Batimetri
Bukan hanya kondisi air yang membuat ikan pelagis melakukan migrasi, tetapi kondisi dasar perairan juga punya andil yang besar.
Kondisi ruangan di dasar perairan punya pengaruh terhadap fleksibilitas pergerakan ikan dalam bermigrasi secara horizontal dan vertikal.
Variasi dasar perairan laut memberikan pengaruh terhadap distribusi plankton dan organisme lain yang merupakan sumber pangan bagi ikan pelagis.
Baca Juga: 10+ Contoh Ikan Pelagis, Demersal dan Bentopelagik
Contoh ikan pelagis yang melakukan migrasi
Tuna
Siapa yang tidak mengenal ikan tuna, kendati tidak tersebar di seluruh perairan Indonesia seperti di laut Jawa.
Ikan tuna merupakan ikan pelagis dengan panjang tubuh minimal mencapai 1 m dengan berat badan rata-rata hingga 18 kg.
Dengan tubuhnya yang lonjong seperti torpedo, ikan tuna merupakan contoh ikan yang melakukan migrasi dengan kemampuan berenang yang cepat.

Kami lansir dari laman Fisheries NOA, kecepatan ikan tuna mencapai 50 mil per jam.
Sedangkan kemampuan migrasi tuna juga tidak kalah luar biasanya. Jarak migrasi ikan tuna bisa lebih dari 1000 mil.
Baca Juga: 5+ Beda Ikan Tuna dan Tongkol: Nilai Gizinya Juga Beda
Layang
Contoh jenis ikan pelagis lainnya yang juga melakukan migrasi adalah ikan layang.
Ikan layang merupakan ikan pelagis kecil yang kelimpahan dan aktivitas migrasi di perairan sangat bergantung pada kondisi oseanografi perairan.
Migrasi jenis ikan ini terjadi secara musiman dan harian. Kondisi yang membuat ikan layang melakukan migrasi ini punya hubungan yang kuat terhadap konsentrasi salinitas.
Pasalnya, ikan layang adalah jenis ikan yang biasa hidup di perairan dengan salinitas tinggi, yaitu 31 – 33%.
Tenggiri
Tersebar di seluruh perairan Nusantara, tenggiri selain menghadirkan manfaat untuk kebutuhan pangan, juga punya andil yang besar pada perekonomian.
Ikan pelagis seperti tenggiri akan bermigrasi ke perairan lainnya karena instingnya untuk bertahan hidup dan mempertahankan populasinya.
Kondisi perairan dengan salinitas yang rendah, temperatur yang tinggi dan arus punya pengaruh besar terhadap pergerakan ikan tenggiri dari tempat asalnya.
Pergerakannya pun bisa sangat jauh, karena tergantung pada kondisi perairan.
Suhu air laut dan musim bertelur lebih banyak mendominasi sebagai faktor mengapa ikan tenggiri harus bermigrasi.
Kembung
Sedikit atau banyaknya ikan kembung di suatu wilayah perairan sangat ditentukan oleh kondisi perairan.
Terlebih pada jenis-jenis ikan yang melakukan migrasi jarak jauh.

Demikian pula pada ikan kembung yang akan bermigrasi berdasarkan arah pergerakan angin pada musim Barat dan Timur.
Tongkol
Keberadaan wilayah hidup yang sesuai merupakan alasan bagi semua mahluk hidup untuk mendiami suatu wilayah tertentu untuk mencari makan hingga beregenerasi.
Demikian pula ikan tongkol, ikan tongkol akan berpindah tempat jika wilayahnya sudah tidak nyaman baginya.
Suhu ialah salah satu penyebab bagi ikan tongkol untuk berpindah tempat dalam jumlah yang besar sekaligus.
Ikan tongkol akan mencari wilayah perairan dengan suhu 20 – 28 derajat di kedalaman 40 m.
Selar
Kuat atau lemahnya arus di kolom perairan hingga permukaan air sangat berdampak pada pola migrasi ikan pelagis kecil seperti ikan selar.
Ikan pelagis kecil akan sangat aktif untuk melawan arus ketika arus tidak terlalu kuat.
Namun, akan sangat pasif dan mengikuti pergerakan arus pada saat arus sedang kencang.
Sehingga kondisi musiman yang dipengaruhi oleh angin yang menggerakkan arus laut punya andil yang besar dalam penyebaran ikan selar.
Baca Juga: Cara Membedakan Ikan Kembung Jantan dan Betina?
Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam merencanakan operasi penangkapan ikan pelagis yang melakukan migrasi?
Pada aktivitas penangkapan ikan perlu perencanaan yang matang. Terlebih, operasi penangkapan akan direncanakan untuk menangkapan ikan yang termasuk dalam kelompok ikan pelagis.

Perpindahan tempat yang cepat dan terjadi harian tentunya akan membuat bingung nelayan untuk menetapkan wilayah tangkapan jika tidak menggunakan teknologi.
Oleh karena itu, faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan operasi penangkapan ikan pelagis tidak hanya kesiapan alat tangkap dan penyimpanannya saja.
Perencanaan wilayah penangkapan yang berdasarkan data akurat dan terbaru akan jauh lebih efektif.
Memanfaatkan data berdasarkan faktor sebaran klorofil-a, suhu, arus, dan salinitas merupakan contoh perencanaan penangkapan yang biasa digunakan nelayan modern.
Sehingga, aktivitas penangkapan ikan lebih efisien dan tidak lagi membuang-buang waktu dan materi.
Baca Juga: Ciri Ikan Selar dan Perbedaan Khasnya dari Ikan Kembung



