Last Updated on 20 September 2025 by Adha Susanto
Estimated reading time: 5 minutes
Di bawah ini adalah enam alat tangkap yang bukan termasuk jaring dan masih terus digunkan oleh nelayan untuk menangkap ikan di laut.
Yuk, simak apa saja alatnya di bawah ini!
Baca Juga: Bagan Tancap: Cara Pengoperasian dan Hasil Tangkapan
Daftar Isi
ToggleAlat tangkap bukan jaring
Alat tangkap bukan jaring adalah alat yang bersifat pasif dan masih dalam kriteria teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan.
Unggul sebagai alat tangkap yang ramah lingkungan, penggunaan alat tangkap satu ini pun punya keterbatasan.
Terbatas dalam hasil tangkapan iala salah satunya.
Karenanya alat tangkap bukan jaring tidak banyak digunakan karena masih kurang efektif untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
Nah, umumnya alat tangkap berikut ini masih banyak terjumpai dalam bentuk pancing.
Dari pengertiannya saja pancing merupakan alat tangkap yang terdiri dari tali berbahan monofilament dan mata pancing untuk mengait ikan.
Nelayan tradisional menggunakan berbagai jenis pancing untuk menangkap ikan yang berada di dasar, kolom, dan permukaan perairan.
Wilayah tangkap atau fishing ground nelayan tradisional yang menggunakan pancing berada di jarak 5 km dari bibir pantai.
Namun, terdapat pula wilayah tangkap berjarak kurang dari 1 km jika perairan tergolong produktif dan banyak terumbu karang.
Pancing rawai
Jenis alat tangkap bukan jaring yang pertama adalah pancing rawai.
Pancing rawai ialah pancing yang mempunyai cabang-cabang. Pada setiap cabangnya ada mata pancing atau kail yang dalam satu tali utama umumnya terdiri dari 100–120 cabang.

Agar dapat menggantung ratusan tali cabang itu di kolom perairan. Tali utama pancing rawai memiliki panjang berkisar 240–255 m. Sedangkan panjang dari tali cabang berkisar 1,5 m.
Pada setiap mata pancing terdapat umpan buatan dari bahan karet berwarna lebih cerah atau tidak menyatu dengan air. Ini untuk menarik perhatian ikan target.
Hasil tangkapan pancing rawai adalah ikan selar, kakap, kerapu, dan pari.
Baca Juga: 8 Alat Penangkap Ikan Tradisional
Pancing senggol
Jenis alat tangkap bukan jaring selanjutnya, namun masih dari kelompok pancing adalah pancing senggol.
Pancing senggol ialah pancing yang mirip seperti pancing rawai dasar.
Sesuai dengan namanya, pancing senggol tidak menggunakan umpan hidup atau buatan untuk menarik perhatian ikan.

Ikan akan terkait oleh mata pancing saat menyenggol mata pancing di dasar perairan tanpa umpan.
Salah satu contoh ikan target pancing senggol adalah ikan pari.
Pancing ulur
Pada dasarnya alat tangkap ini seperti pancing yang sering kita jumpai untuk mengisi kegiatan di hari libur.
Nelayan yang menggunakan pancing ulur untuk menangkap ikan target beroperasi pada sekitar perairan pantai.

Pancing yang terdiri dari tali dengan panjang tertentu terdapat mata pancing untuk mengaitkan umpan.
Untuk menarik perhatian ikan target nelayan dapat memanfaatkan umpan buatan atau ikan berukuran kecil hingga sedang.
Pancing tonda
Hasil tangkapan dari alat tangkap bukan jaring terbilang kalah efektif jika dibandingkan dengan jaring. Sebut saja jaring dogol yang masih salah satu alat tangkap udang di dasar perairan.
Untuk lebih efektif banyak jenis pancing memiliki mata pancing dengan jumlah puluhan hingga ratusan di tali utama.

Tali pancing utama yang terdiri dari sejumlah mata pancing dapat kita temui pada jenis pancing tonda.
Pancing tonda dioperasikan dengan cara ditarik kapal berkecepatan rendah. Dan setiap mata pancing terdapat umpan untuk menarik perhatian ikan.
Ikan target akan tertarik karena melihat umpan yang dikira mangsa alami yang terus bergerak. Kemudian, ikan target akan terkait pada mata pancing ketika melahapnya.
Baca Juga: 10 Alat Tangkap Ikan Jaring Nelayan
Pancing dasar
Salah satu alat tangkap yang umum digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan karang adalah pancing dasar (baited bottom hand line).
Pancing dasar banyak digunakan karena bentuk alatnya sederhana, relatif murah, dan mudah dioperasikan.
Komponen utama pancing dasar adalah sebagai berikut:
- penggulung tali (spool),
- tali utama (main line),
- tali cabang (branch line),
- kili-kili,
- manik-manik,
- mata pancing, dan
- umpan.
Untuk bagian alat pancing yang bernama kili-kili merupakan komponen yang berfungsi untuk membuat tali utama tidak kusut pada saat pengoperasian.

Sedangkan manik-manik merupakan komponen untuk menahan kili-kili agar tidak bergerak atau berpindah dari posisinya.
Bubu
Jauh sebelum kelima alat yang telah kita sebutkan tadi beroperasi untuk menangkap ikan, nelayan juga sudah mengenal lebih dulu alat tangkap bubu.
Bubu merupakan salah satu alat tangkap pasif yang prinsip kerjanya adalah mejebak ikan dalam satu wadah atau tempat.
Biasanya nelayan menempatkan bubu pada wilayah-wilayah tertentu yang ia kenali atau pengalaman sebelumnya sebagai tempat ikan berkumpul.
Untuk menarik minat ikan masuk kedalam bubu, di dalam bubu ada umpah sesuai target ikan yang akan di tangkap.
Buah sawit sering menjadi pilihan umpan untuk target tangkapan ikan pemakan buah, kelabau misalnya.
Itulah keenam alat tangkap bukan dari jaring yang ramah lingkungan.
Kegiatan dan tata cara penangkapan ikan menggunakan enam alat tangkap tersebut telah memenuhi kriteria penangkapan ramah lingkungan menurut Food Agriculture Organization (FAO).
Masih banyak informasi menarik lainnya tentang penangkapan ikan, jenis ikan di laut, dan manfaat konsumsi ikan.
Simak semuanya hanya pada blog ini, ya!
Baca Juga: Cara Menangkap Ikan Tanpa Merusak: Polemik Penggunaan Alat



