Rumpon Ikan: Fungsi, Jenis, dan Bagian

Last Updated on 19 January 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Berbagai jenis rumpon yang terdiri dari beberapa bagian memiliki fungsi untuk mempermudah nelayan melakukan penangkapan ikan di laut.

Berdasar target tangkapan utama, penempatan rumpon sengaja diletakkan di perairan laut dangkal hingga dalam.

Dengan memperhatikan kelestarian ekosistem dan sumberdaya laut. Rumpon tidak terbuat dari bahan-bahan yang membahayakan ekosistem.

Oleh karena itu, adanya rumpon sangat efisien untuk memudahkan nelayan menemukan wilayah penangkapan dan meningkatkan produktivitas. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang rumpon, yuk, simak, ulasannya di bawah ini!

Baca Juga:

Fungsi rumpon

Selain memanfaatkan teknologi digital seperti fish finder, usaha penangkapan ikan oleh nelayan masih memanfaatkan teknologi tradisional.

Rumpon ialah salah satu teknologi tradisional tepat guna untuk mempermudah nelayan menangkap ikan di laut.

Pasalnya, ikan-ikan akan berkumpul di sekitar rumpon karena menyukai atraktor dengan fungsi utamanya sebagai pemikat.

Atraktor yang memanfaatkan pelepah daun kelapa itu pun menjadi tempat ikan untuk berlindung dan mencari makan.

Selain memanfaatkan pelepah kelapa sebagai atraktor, nelayan memanfaatkan alat bantu lainnya dengan fungsi serupa, salah satunya lampu petromak.

Lampu petromak akan menarik perhatian ikan-ikan yang tertarik pada cahaya saat aktivitas penangkapan berlangsung di malam hari.

Baca Juga: Bagan Tancap: Cara Pengoperasian dan Hasil Tangkapan

Jenis-jenis rumpon

Berdasar penempatannya rumpon terbagi menjadi dua jenis, yaitu permukaan dan dasar perairan.

Rumpon permukaan

Merupakan jenis rumpon yang berada di kolom perairan dengan fungsi utama menarik perhatiaan ikan-ikan pelagis besar dan kecil.

Maka dari itu, atraktor rumpon berada di kolom perairan hingga kedalaman lebih dari 200 m.

Sebagai alat bantu penangkapan yang ada dari daerah pesisir hingga laut lepas, rumpon permukaan terbagi lagi menjadi dua, yaitu rumpon dangkal dan dalam.

Rumpon perairan dangkal ialah rumpon yang penempatannya ada di perairan laut dengan kedalaman hingga 200 m.

Sedangkan rumpon dalam ialah jenis rumpon yang berada pada perairan laut dengan kedalaman lebih dari 200 m.

Rumpon dasar

Sesuai dengan namanya, rumpon dasar ialah rumpon yang penempatannya di dasar perairan laut.

Baca Juga: 6 Alat Tangkap Bukan Dari Jenis Jaring

Bagian-bagian rumpon dan fungsi

Alat bantu yang penempatannya mengapung atau tenggelam merupakan rumpon yang termasuk dalam kategori menetap.

Rumpon menetap dengan posisi tenggelam atau mengapung di permukaan air terdiri dari bagian-bagain yang hampir sama. Hanya saja pada rumpon dasar atraktor tidak dibuat mengapung di kolom perairan.

Rumpon permukaan

Untuk memastikan rumpon ikan tetap berada di tengah laut, maka pelampung menjadi bagian penting.

Tak hanya pelampung yang menjadi bagian penting pada rumpon permukaan. Keberadaan bagian lainnya dengan berbagai fungsi harus dari bahan kuat dan tahan lama. Maka, setiap bagian-bagian rumpon harus diperhatikan spesifikasinya.

Pelampung

Menjadi bagian penting pada rumpon mengapung. Oleh karena itu, pemilihan pelampung memperhatikan syarat-syarat berikut:

  1. punya kemampuan mengapung baik;
  2. konstruksinya cukup kuat;
  3. tahan terhadap gelombang dan air;
  4. bahan pembuatnya mudah didapat. 

Salah satu contoh bahan pelampung dengan syarat seperti di atas ialah styrofoam.

bagian bagian rumpon ikan
Gambar Bagian-Bagian Rumpon Ikan / Oceanofish

Fungsi Atraktor atau pemikat pada rumpon ikan

Karena fungsi utama dari rumpon adalah menarik perhatian ikan agar mau berkumpul di sekitar rumpon sebagai wilayah penangkapan yang pasti bagi nelayan.

Oleh karenanya, rumpon terdapat bagian yang disebut atraktor. Maka dari itu syarat atraktor terbuat dari bahan-bahan yang dapat memikat perhatian ikan.

Adapun syarat atraktor yang baik sebagai pemikat ikan ialah sebagai berikut:

  1. memiliki daya pikat yang baik;
  2. tahan lama;
  3. bentuknya vertikal dengan arah ke bawah;
  4. melindungi ikan-ikan kecil;
  5. terbuat dari bahan yang kuat, tahan lama, dan murah.

Nyiur yang masih melekat pada pelepahnya setelah dibelah dua ialah contoh atraktor yang paling banyak digunakan dan mampu memikat ikan.

Baca Juga: 8 Alat Penangkap Ikan Tradisional

Tali

Agar rumpon tidak berpindah karena terbawa oleh arus laut. Tali menjadi bagian penting selanjutnya dengan fungsi sebagai penghubung.

Karena demikian pentingnya fungsi tali pada rumpon, untuk itu gunakan tali dengan kriteria sebagai berikut:

  1. terbuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah busuk;
  2. murah;
  3. memiliki daya apung yang cukup;
  4. tidak bersimpul.

Pemberat

Rumpon dapat bertahan pada satu tempat karena terdapat pemberat yang menahannya. Salah satu pemberat yang mampu menahan rumpon dari kuatnya arus laut ialah beton yang dicor.

Pasalnya, cor beton memenuhi kriteria sebagai pemberat rumpon karena:

  1. bahannya murah, kuat, dan mudah dicari;
  2. massa jenisnya besar, permukaannya tidak licin, dan dapat mencengkeram.

Penanda

Bagian rumpon selanjutnya yang tidak kalah penting dengan fungsi sebagai identitas ialah penanda.

Jika berdasar pada peraturan pemerintah, penanda rumpon berisi nomer yang teregistrasi oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sedangkan cara tradisional yang dapat digunakan sebagai penanda adalah tiang dengan bendera berisi identitas pemilik.

Rumpon dasar

Tidak seperti rumpon apung yang menggunakan alat pelampung untuk membuat atraktor tetap bertahan di kolom perairan.

Pada rumpon dasar hanya membutuhkan atraktor, tali, dan pelampung sebagai penanda di permukaan air.

Hanya saja secara konstruksi rumpon dasar berbeda dengan rumpon permukaan. Untuk membuatnya tetap kokoh, rumpon dasar terbuat dari bahan anti karat, misalnya, pipa besi.

Kemudian, dibentuk konstruksi berbentuk piramida dengan fungsi untuk menahan atrkator rumpon agar tidak terbawa arus.

Baca Juga: