5 Daerah Penghasil Garam di Indonesia

Last Updated on 20 May 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Sebanyak lima daerah atau kota yang kami rangkum berikut ini ialah daftar penghasil garam terbesar di Indonesia. Mungkin salah satunya termasuk daerah Anda.

Garam selain menjadi bumbu dasar pada masakan juga menjadi bahan penting lainnya, industri pengolahan ikan kering, misalnya.

Nah kami kutip dari laman Dinkes Gunungkidul, untuk konsumsi garam sehari-hari pada setiap individu disarankan sebanyak 5 gr atau satu sendok teh.

Pasalnya, konsumsi garam berlebih bisa berakibat buruk terhadap kesehatan tubuh. Satu di antaranya ialah peningkatan tekanan darah.

Konsumsi garam sehari-hari melalui berbagai hidangan menu masakan atau industri ternyata memberikan manfaat penting bagi sekelompok orang.

Petani garam adalah kelompok yang menerima manfaat dari jumlah kebutuhan garam dalam tubuh dan industri.

Untuk itu di beberapa daerah atau kota di Indonesia, garam adalah komoditi yang mampu memutar roda perekonomian masyarakat.

Ingin tahu daerah mana saja yang memproduksi garam untuk kebutuhan masyarakat dan industri nasional?

Simak, ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Kenapa Air Laut Asin?

Bagaimana Cara membuat garam dari air laut?

Sebelum mengenal daerah-daerah penghasil garam, ada baiknya kita mengenal proses atau cara membuat garam itu sendiri.

Di Indonesia, proses pembuatan garam berlangsung sederhana atau masih secara tradisional.

Produksi garam secara tradisional terjadi melalui tiga proses: pengumpulan air laut, penjemuran, dan pemanenan.

Pengumpulan air laut

Untuk mengumpulkan air laut pada satu lahan yang disebut tambak, peristiwa pasang surut air laut menjadi andalan para petani garam.

Cara ini dipilih karena menjadi yang termudah, efisien, dan ekonomis dalam proses produksi garam.

Penjemuran

Proses selanjutnya yang berpengaruh terhadap kualitas garam dari berbagai daerah penghasil garam ialah penjemuran.

Pasalnya, proses penjemuran menjadi bagian penting untuk menguapkan air laut ke atmosfer untuk kemduian meninggalkan butiran-butiran kristal.

Butiran-butiran kristal kecil berwarna putih itulah yang disebut sebagai garam.

Pemanenan

Setelah air laut mengalami proses penjemuran selama 30 hari untuk menjadi kristal-kristal garam yang siap olah.

Kristal-kristal garam itu pun harus segera dipanen untuk masuk ke proses pengolahan sebelum terdistribusikan.

Mengolahnya menjadi butiran lebih halus dan menambahkan unsur penting lainnya untuk kesehatan tubuh menjadi tahap lanjut dalam proses produksi garam.

Keselruhan proses pembuatan garam secara tradisional sangat bergantung pada kondisi cuaca, tambak, dan beragam teknik dasarnya.

Daerah atau kota penghasil garam di Indonesia

Dari proses produksinya, secara umum tidak ada yang berbeda di setiap daerah penghasil garam. Terlebih, semua proses masih menerapkan metode konvensional atau tradisional.

Cirebon

Selain terkenal sebagai daerah penghasil olahan udang fermentasi atau terasi. Cirebon juga terkenal sebagai daerah penghasil garam bahkan terbesar pertama di Indonesia.

Memanfaatkan tambak garam seluas 3.858 ha yang tersebar di sepanjang pesisir Cirebon. Petani garam di Cirebon pada tahun 2015 mampu memproduksi garam sebanyak 435,4 ribu ton, kami sadur dari Indonesia Baik.

Sampang

Terhubung dengan Jembatan Suramadu yang melintasi Selat Madura, Sampang ialah daerah terbesar kedua sebagai penghasil garam.

Di tahun 2015, Sampang memiliki total luas tambak 3.064 ha yang dikelola oleh petani garam di sepanjang pesisir. Dengan tambak seluas ribuan hektare itu, Sampang memproduksi 399 ribu ton garam.

Pati

Kembali ke Pulau Jawa, tepatnya di sepanjang bibir Pantai Utara (Pantura) terdapat tambak dan petani garam yang tidak mau tertinggal.

Pati adalah salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah dengan produksi garamnya yang besar, bahkan terbesar ketiga di Indonesia.

Masih mengutip dari Indonesia Baik, Pati di tahun 2015 memproduksi garam sebanyak 381 ribu ton dari tambak seluas 2.838 ha.

Oleh karena itu, Kabupaten Pati memiliki slogan “Bumi Mina Tani.”

Indramayu

Sebagai daerah penghasil garam terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Indramayu juga menempatkan dirinya sebagai penghasil garam terbesar kelima tingkat nasional di tahun 2015.

Sebanyak 317,1 ribu ton garam yang terdistribusikan berasal dari produktivitas petani garam yang memanfaatkan lahan tambak seluas 2.714 ha.

Kami sadur dari laman Info Publik, garam produksi Indramayu mampu memasok kebutuhan industri nasional karena kualitasnya yang baik.

Sumenep

Setelah Sampang, daerah terbesar kedua dari tiga daerah penghasil garam di Pulau Madura adalah Sumenep.

Dengan panjang pantai 577,76 km persegi, Kabupaten Sumenep terdiri dari kelompok masyarakat dengan berbagai profesi.

Nelayan dan petani garam ialah dua jenis profesi yang banyak kita jumpai di Kabupaten Sumenep.

Peran petani garam dan nelayan yang tersebar di sepanjang garis pantai Sumenep memberikan kontribusi penting terhadap keterseidaan pangan.

Berdasar catatan pada tahun 2015, petani garam Sumenep memproduksi 236,1 ribu ton garam dari lahan tambak seluas 2.068 ha.

Garam-garam produksi daerah Sumenep itu pun terdistribusikan kepada konsumen-konsumen dengan berbagai keperluan.

Misalnya untuk keperluan garam dapur dan produksi ikan kering.

Serta masih ada daerah-daerah penghasil garam lainnya yang mampu memenuhi kebutuhan garam nasional untuk berbagai keperluan.

Nah, untuk Anda yang mencari informasi menarik mengenai perikanan dan kelautan lainnya, yuk, kunjungi artikel lainnya di blog ini!

Baca Juga: Mengapa Ikan Laut Tidak Asin? Berikut Penjelasannya

Referensi: