Cara Mengawetkan Ikan Secara Alami dan Modern

Last Updated on 20 May 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Mengawetkan ikan dengan cara modern atau alami merupakan tujuan dari menjaga kualitas ikan agar tetap segar dan tahan lama. Pengawetan ikan secara modern melibatkan teknologi dan produknya seperti asap cair menjadi produk ikan asap. Sedangkan cara mengawetkan ikan dengan menggunakan bahan alami seperti garam menjadi olahan ikan asin.

Cara mengawetkan ikan secara alami

Bahan – bahan alam bermanfaat sebagai bahan pengawet ikan. Cara menggunakan bahan alami untuk mengawetkan ikan pun cukup mudah. Bagian terpenting dalam teknik pengawetan ikan agar tetap segar dan tahan lama adalah membuang isi perutnya.

Isi perut pada ikan yang terdiri dari kotoran dan sistem pencernaannya terdapat berbagai macam bakteri pembusuk. Bakteri akan selalu beraktivitas dalam keadaan suhu ruangan dan bahkan suhu dingin. Selain itu juga kualitas kesegaran ikan juga banyak terpengaruh dari aktifnya enzim TMAOase.

Baca Juga: Olahan Ikan yang Digemari Masyarakat

Pengeringan dan penggaraman

Sinar matahari yang terus bersinar pada daerah tropis menjadi pendukung cara mengawetkan ikan secara alami. Dengan memanfaatkan sinar matahari kadar air pada ikan dengan cepat akan berkurang. Aktivitas bakteri pembusuk pada ikan pun akan terhambat. Contohnya pembuatan ikan kayu keumamah yang menjadi olahan khas Aceh.

Mengolah ikan menjadi ikan asin adalah cara mengawetkan ikan bahan secara alami setelah pengeringan. Garam adalah bahan utama untuk mengaplikasikan cara pengawetan ini. Jenis garam krosok adalah garam yang banyak tergunakan untuk mengolah ikan asin.

Cara mengawetkan ikan dengan rempah

Kekayaan bahan rempah pada daerah tropis memberikan manfaaat untuk pengawetan ikan. pengawetan ikan menggunakan rempah menjadi salah satu pilihan ketika mempunyai stok rempah yang berlimpah.

Parutan lengkuas mampu menjadi bahan alami untuk mengawetkan ikan. Karena kandungan senyawa antibakteri pada lengkuas dapat menghambat aktivitas bakteri pembusuk pada ikan. Dan mampu menjaga ikan agar tetap segar selama 47 jam.

Pengasapan

Cara mengawetkan ikan dengan pengasapan adalah cara pengawetan yang memanfaatkan kandungan senyawa pada asap. Kandungan senyawa pada asap memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas bakteri pembusuk. Seperti senyawa phenol, formaldehyde dan lain-lain. Asap pun bersumberkan dari hasil pembakaran serabut kelapa dan arang kayu buah-buahan.

Penerapan pengawetan ikan dengan metode pengasapan akan memperoleh hasil yang baik menggunakan pengasapan dingin. Suhunya berkisar 40–50 derajat celcius selama satu sampai dua minggu. Maka ikan akan tahan lama selama dua hingga beberapa minggu.

cara mengawetkan ikan secara alami modern agar tetap segar asin
Ilustrasi pengawetan ikan | Freepik

Pengasaman

Cara mengawetkan ikan secara alami selanjutnya adalah teknik pengasaman. Asam sitrat dan rempah lainnya merupakan bahan utama untuk menghambat aktivitas enzim trimetilamin (TMA) dan bakteri pembusuk ikan. Contoh teknik pengasaman ikan tradisional yang populer di Indonesia adalah ikan mas dekke naniura masakan khas Batak.

Cara mengawetkan ikan secara modern

Teknologi modern yang terus berkembang memberikan dampak positif terhadap pengembangan cara mengawetkan ikan. Ikan akan tetap terjaga kesegarannya dengan menggunakan teknologi beserta bahan-bahan hasil produksi.

Pendinginan dan pembekuan

Menjaga ikan agar tetap segar pada skala rumahan yang banyak teraplikasikan oleh masyarakat adalah pendinginan. Pendinginan banyak teraplikasikan oleh masyarakat karena umumnya setiap rumah tangga memiliki teknologi pendingin seperti kulkas.

Namun, pendinginan dan pembekuan pada suhu 0 sampai -12 derajat celcius hanya membantu ikan agar tidak cepat membusuk. Sebab aktivitas bakteri dan enzim TMAOase lebih dominan akan memecah TMAO menjadi DMA dan formaldehid. Ikan pun akan mengalami denaturasi protein, bau tengik atau busuk dan bahkan bau amis akan tetap ada khususnya ikan laut.

Baca Juga: Makanan Khas Sukamara: Kerupuk Basah dan Amplang

Asap cair

Untuk memperoleh asap cair maka memerlukan teknologi pembakaran (pirolisa) dan pengembunan (kondensasi). Bahan bakar untuk membuat asap cair tidak berbeda dengan bahan pengolahan ikan asap pada umumnya.

Asap hasil pembakaran akan berubah menjadi cair saat sudah memasuki proses kondensasi. Dan asap cair pun akan melalui proses penyaringan untuk mendapatkan asap cair yang murni dan aman untuk pangan.

Pengaplikasian asap cair untuk pengawetan ikan pun cukup mudah. Ikan akan masuk dalam proses perendaman asap cair yang telah bercampur garam. Kemudian ikan masuk dalam proses penirisan dan pengeringan. Dan yang terakhir adalah proses pengemasan.

Ozonisasi

Aplikasi teknologi ozonisasi merupakan cara mengawetkan ikan dengan teknologi modern. Untuk memperoleh gas berupa ozon (O3) harus menggunakan energi listrik yang besar. Ozon tidak menghasilkan residu yang beracun. Dan telah terbuktikan aman oleh panel ahli untuk pengolahan makanan.

Gas ozon diproduksi menggunakan perlatan bermetode electrical discharge dengan sinar radio aktif. Electrical discharge akan menghasilkan elektron. Elektron-elektron yang telah berhasil terproduksi akan saling bertumbukan dengan molekul oksigen.

Tumbukannya akan menghasilkan dua buah atom oksigen. Atom oksigen secara alamiah bertumbukan kembali dengan molekul oksigen yang lainnya. Sehingga terbentuklah gas ozon yang bermanfaat dalam pengolahan pangan.

Baca Juga: Penyebab Ikan Laut Amis: Kualitas dan Mutu