Terumbu Karang: Pengertian, Manfaat dan Ekosistem

Last Updated on 20 May 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 5 minutes

Sekeras batu dan seindah bunga taman terumbu karang adalah salah satu jenis hewan laut yang memiliki manfaat penting dalam ekosistem. Dan perairan Indonesia menjadi habitat dari berbagai jenis terumbu karang.  Mengapa demikian? Berikut adalah ulasan menarik mengenai hewan laut yang begitu indah ini.

Tidak hanya taman dan gunung yang dapat kita nikmati keindahannya. Laut Indonesia menyimpan berbagai jenis terumbu karang yang indah. Keberadaan berbagai macam biota baik yang keras, lunak, enak dan galak adalah ciri khas utamanya. Termasuk karang-karang keras yang indah bagai bunga-bunga taman.

Inilah beberapa uraian menarik mengenai indahnya kumpulan hewan laut dengan struktur yang keras. Tapi sebenarnya mudah hancur, karena berbagai faktor lingkungan.

Baca Juga: Ciri Ekosistem Padang Lamun di Laut

Pengertian ekosistem terumbu karang

Banyak yang menyebutnya sebagai karang karena memang benar hewan ini memiliki cangkang atau skeleton yang keras. Sedangkan hewan yang hidup dan menghasilkan cangkang yang begitu keras itu bernama polip.

Polip adalah hewan sederhana yang memiliki satu lubang dengan fungsi ganda, yakni sebagai mulut dan anus. Pada sekitar mulut atau anusnya terdapat tentakel-tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa-mangsanya.

Hasil dari penangkapan mangsa akan terubah menjadi sumber energi. Energi akan berfungsi untuk memberikan kehidupan baginya dan algae Zooxhantellae yang bersimbosis dengannya. Dan kemudian mensekresikan septa yang begitu penting sebagai bahan untuk melindungi tubuhnya.

Adanya Zooxanthellae dalam individu polip membantunya dalam proses sekresi septa yang terdiri dari bahan anorganik dan kapur. Zooxanthellae berfotosintesa dalam tubuh polip dan menyebabkan bertambahnya produksi kalsium karbonat lebih cepat dengan menghilangkan karbon dioksida.

Serta mampu merangsang terjadinya rangkaian reaksi kimia sebagai berikut.

reaksi kimia pembentukan cangkang
Proses Reaksi Kimia dalam Pembentukan Cangkang | ib.bioninja.com.au

Hasil dari reaksi kimia membentuk lempengan-lempengan keras yang membentuk skeleton atau cangkang. Keseluruhan skeleton yang terbentuk dari satu polip bernama koralit. Sedangkan keseluruhan dari skeleton yang terbentuk oleh keseluruhan polip dalam satu koloni bernama koralum. Dan gabungan dari beberapa bentuk rangka kapur di sebut sebagai terumbu.

Untuk membentuk sebuah koloni yang begitu indah dalam sebuah ekosistem terumbu karang membutuhkan waktu hingga ribuan tahun lamanya. Dari prosesnya yang lama tidaklah menjamin karang akan sekeras dan sekokoh yang kita lihat untuk selamanya.

Karena karang adalah hewan yang begitu sensitif terhadap perubahan lingkungan yang akan rentan hancur.

Tubuhnya yang keras tadi akan hancur seiring tingginya tekanan pada sekitar lingkungannya. Mulai dari pengasaman laut karena efek pemanasan global hingga aktivitas pariwisata yang terlalu tinggi intensitasnya.

Berikut adalah ilustrasi reaksi kimia yang terjadi ketika karang yang keras tersebut hancur karena berubahnya lingkungan.

 Proses reaksi kimia dalam hancurnya cangkang
Proses Reaksi Kimia dalam Hancurnya Cangkang | ib.bioninja.com.au

Sebaran ekosistem

Ekosistem karang dunia dapat terjumpai pada perairan dangkal tropis hingga subtropis. Karang akan tumbuh dengan berbagai macam bentuknya pada daerah yang minim lumpur dan tidak terpengaruh oleh arus dingin dari kutub selatan.

infografis karang
Infografis Karang

Laut Karibia, Samudera Hindia dan Indo – Pasifik adalah tiga daerah perairan dengan ekosistem terumbu karang dunia yang begitu ternama. Sedangkan pada perairan Indonesia ekosistem karang sebagai tempat hidup ikan yang mendunia berada di sekitar Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, dan Sorong.

Perairan Pulau Raja Ampat adalah sentral keindahan ekosistem terumbu karang Indonesia. Pada sekitar perairan pulau terjumpai sebanyak 456 jenis dari 77 marga karang. Dan mayoritas sebaran karang Indonesia adalah bermarga Acropora.

Yang mana jumlah tersebut mewakili 99,23% dari 590 jenis karang dan mewakili 99,04% dari 80 marga yang ada di Indonesia. Serta Indonesia mewakili 99,2% dari 113 keseluruhan jenis karang Acropora dunia.  Wow sungguh kaya sekalikan keanekragaman hayati laut Indonesia.

Baca Juga: Komponen Biotik Abiotik di Ekosistem Laut

Manfaat terumbu karang

Melansir dari laman LIPI luasan ekosistem terumbu karang Indonesia kurang lebih mencapai 2,5 juta ha. Dengan manfaat yang penting bagi ekosistem laut selain padang lamun dan mangrove.

Secara umum manfaat utama ekosistem terumbu karang yaitu sebagai: tempat memijah, bertelur, hingga membesarkan dari beraneka macam biota laut. Yang mana hampir keseluruhan jenis biota laut merupakan sumber produksi penting untuk masyarakat sekitar pesisir.

ekosistem terumbu karang pulau raja ampat indonesia yang memiliki ragam manfaat
Terumbu Raja Ampat | Papuaexplorers

Dari ekosistem laut manusia akan membutuhkan dan memanfaatkannya salah satunya sebagai sumber pangan bergizi. Berasal dari laut kehidupan kita sebagai manusia jadi lebih baik.

Karena makan ikan, protein dan omega yang terkandung pada ikan bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan otak kita. Dengan demikian kita sebagai manusia mampu mengenal berbagai macam jenis karang dan manfaatnya.

Itulah mengapa begitu pentingnya menjaga habitat karang. Selain karena manfaatnya sebagai sumber pangan. Ekosistemnya memberikan peran penting dalam perekonomian negara salah satunya dalam bidang wisata bahari berkelanjutan.

Mampu melindungi wilayah pesisir yang bergelombang cukup tinggi. Karena ekosistemnya adalah lapisan pertama yang mampu membelah atau meredam gelombang laut ke pesisir sebelum lamun dan mangrove.

Baca Juga: Ekosistem Perairan Laut, Estuari, dan Tawar

Referensi:

  • Coremap LIPI Jenis-Jenis Karang Indonesia Tahun 2008
  • Pengenalan Terumbu Karang Universitas Malikussaleh Tahun 2019