Apa Perbedaan Pendederan dan Pembesaran Ikan?

Last Updated on 20 May 2024 by Adha Susanto

Berdasar tujuannya, pendederan dan pembesaran ikan tidak memiliki perbedaan.

Pasalnya, dua proses ini masih sama-sama dalam satu rangkaian kegiatan budidaya untuk menghasilkan ikan konsumsi atau induk.

Hanya saja, pada dua jenis tahapan itu ada proses yang berbeda.

Berikut kami rangkum proses pendederan dan pembesaran yang akan kita kenal untuk mengenal perbedaan secara mendasar.

Apa itu pendederan ikan?

Berdasar pengertiannya pendederan ikan adalah proses pembesaran benih sampai ukuran yang aman untuk kita budidayakan di kolam pembesaran.

Tujuannya agar larva atau benih ikan yang akan kita besarkan mampu beradaptasi dengan lingkungan.

Proses pendederan ikan pun dilakukan secara berbeda berdasar jenisnya.

Terlebih, proses pendederan menjadi suatu fase dengan tingkat mortalitas yang tinggi.

Oleh karena itu, media, pakan, hingga kesehatan ikan dan menjadi perbedaan perlakukan dasar antara pendederan dan pembesaran berdasar perlakuannya.

Pendederan benih ikan lele

Mengacu pada Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI), pendederan larva ikan lele terjadi sebanyak empat tahapan.

Pada setiap tahapan terjadi dalam waktu atau lama deder yang berbeda hingga mencapai berat dan panjang tertentu.

Selain kebutuhan nutrisi, pertumbuhan benih ikan sangat bergantung pada media pendederan. Kandungan oksigen terlarut, derajat keasaman (pH), hingga amoniak menjadi parameter dari media pendederan.

Syarat media pendederan

Dalam kegiatan pendederan, setidaknya terdapat syarat media untuk kelangsungan hidup larva atau benih ikan yang meliputi:

  • suhu: 25–30 derajat celcius
  • pH: 6,5–8
  • oksigen terlarut: > 3 mg/L
  • amoniak terlarut: < 0,01 mg/L
  • ketinggian air: 25–40 cm

Pakan benih ikan lele

Benih ikan lele bermula dari usia larva. Pada usia larva pertumbuhan tergantung pada nutrisi yang didapatkan.

Di masa larva hingga usia tiga hari lele mendapatkan nutrisi pertumbuhan dari “kuning telur” sebagai pakan “indogeneus” yang akan habis pada umur 3–4 hari.

Setelah lebih dari empat hari, larva ikan lele untuk pertama kalinya membutuhkan pakan alami (pakan hidup).

Pakan alami larva lele bisa berupa kutu air, artemia, cacing sutera ataupun pakan lainnya. Jumlah pakannya pun harus mencukupi dan ukurannya sesuai dengan bukaan mulut larva ikan.

Lama pemberian pakan alami pada umumnya akan berlangsung hingga umur 15 hari.

Pendederan benih ikan mas

Perbedaan selanjutnya yang dapat kita jumpai pada proses pendederan dan pembesaran ada pada jenis ikan mas.

Ikan mas mempunyai tahapan pendederan berbeda dengan pendederan larva lele, terutama pada lama pendederan.

Tapi, kualitas lingkungan atau media pendederan pada berbagai jenis ikan memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan.

Syarat media pendederan

Agar larva ikan mas bisa tumbuh dengan optimal, maka beberapa syarat media yang harus terpenuhi terdiri dari:

  • suhu: 25–27 derajat
  • pH: 6,5–8,5
  • oskigen terlarut: > 5 mg/l
  • amoniak: < 0,02 mg/l

Pakan

Pada kolam pendederan ikan mas kualitas perairan dan pakan mempunyai peran penting dalam pertumbuhan.

Perairan subur kaya pakan alami menjadi sumber nutrisi yang baik bagi ikan mas. Untuk produksi pakan alami pada kolam pendederan ikan mas dibutuhkan proses pengolahan kolam dengan pemupukan.

Kebutuhan pakan buatan atau pelet guna menggenjot pertumbuhan benih ikan mas juga dapat kita lakukan.

Pakan buatan yang sesuai bukaan mulut ikan dengan kandungan protein minimal 30%, lemak 6–8% (bobot kering) diketahui dapat meningkatkan pertumbuhan.

Baca Juga: Pemijahan Ikan Mas: Proses dan Ciri Indukan

Pendederan benih ikan nila

Produksi ikan nila yang bermula dari tahap mengawinkan, pendederan, dan pembesaran secara umum tidak ada perbedaan pada setiap jenisnya.

kolam pendederan ikan nila
Kolam Pendederan Benih Ikan Nila

Ikan nila hitam menjadi salah satu komoditi dengan produksi yang besar dan bernilai ekonomi di Indonesia.

Syarat media pendederan

Proses pendederan ikan nila hitam di kolam air tenang berdasar SNI 6141:2009 membutuhkan lingkungan dengan kriteria sebagai berikut:

  • suhu: 25–30 derajat
  • pH: 6,5–8,5
  • ketinggian air kolam 60 dan 80 cm
  • warna air: hijau muda, kecokelatan
  • oksigen terlarut > 5

Pakan benih ikan nila hitam

Pertumbuhan benih pada kolam air tenang dapat kita pacu dengan pakan buatan seperti pelet ikan ikan nila.

Pelet yang bagus untuk pertumbuhan benih ikan nila ialah pelet dengan kandungan protein minimal 25%, lemak 6% sampai dengan 8%. Untuk ukurannya dapat kita sesuaikan dengan bukaan mulut dari benih ikan.

Apa yang dimaksud dengan pembesaran ikan dan apa perbedaan dasarnya dengan pendederan?

Setelah mengenal proses pendederan benih ikan, maka tahap selanjutnya yang harus dilakukan dalam kegiatan budidaya ialah pembesaran.

Ukuran ikan yang digunakan menjadi salah satu perbedaan pada tahapan pembesaran dan pendederan.

Pada pembesaran, ikan yang digunakan adalah ikan dari hasil pendederan yang sudah mampu beradaptasi terhadap lingkungan.

Proses pembesaran ikan di perairan laut dan tawar dapat menggunakan berbagai sarana pembesaran seperti keramba apung, kolam air tenang, tambak, dan kolam air deras. 

Untuk itu, dapat didefinisikan bahwa, pembesaran ikan adalah suatu kegiatan yang melanjutkan dari pembenihan untuk menghasilkan ikan dengan ukuran siap konsumsi atau induk.

Kegiatan ini pun melibatkan kegiatan lainnya, misalnya, memberikan pakan dan mengelola kualitas perairan.

Perbedaan pendederan dan pembesaran ikan

Dari uraian pengertian pendederan dan pembesaran ikan di atas, maka dapat kita katakan bahwa kedua tahapan ini secara tujuan saling berkesinambungan.

kolam pembesaran ikan
Kolam Pembesaran Ikan

Namun, perbedaan yang akan kita temui pada pendederan dan pembesaran dapat kita lihat di Tabel berikut.

KriteriaPendederanPembesaran
ukuran benih ikan (cm)larva6–10
jenis pakanalami, tepung, butiran haluspelet atau pakan buatan lainnya
berat panen (gr)30400–600

Nah itulah perbedaan dari keduanya yang umum kita jumpai dalam kegiatan budidaya ikan.

Selain itu, Anda juga bisa menemukan artikel lainnya dalam kegiatan budidaya hingga teknologi kelautan dan perikanan lainnya di blog ini. 

Baca Juga: Tambak dan keramba: Bedanya Apa?