Tambak dan keramba: Bedanya Apa?

Last Updated on 9 February 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 3 minutes

Tambak dan keramba adalah dua sarana yang berdasar fungsi utamanya tidak ada bedanya.

Lantas apakah yang membedakan dari dua sarana budidaya ikan tersebut?

Yuk, simak penjelasan lengkap tambak dan keramba ikan dalam artikel ini!

Baca Juga: Berikut Peralatan Keramba Budidaya Ikan yang Harus Disiapkan

Pengertian, peralatan, dan jenis ikan di tambak

Berdasar definisinya, tambak adalah suatu perairan yang sengaja dijadikan sebagai sarana budidaya ikan yang posisinya berada di dekat pantai.

Nah karena berada di dekat pantai, tambak berisi air payau atau laut dengan konsentrasi garam yang variatif.

Karena perairannya mengandung garam atau NaCl, maka jenis ikan yang dibudidayakan di tambak adalah sebagai berikut:

  1. udang windu,
  2. udang vaname,
  3. bandeng,
  4. nila salin, dan
  5. kakap.

Di tambak, penerapan teknologi budidaya terbilang canggih. Penggunaan kincir air, sistem instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), dan sterilisasi perairan dapat kita jumpai sebagai peralatan penting budidaya.

Tambak Udang Vaname | Delos Aqua

Oleh karena itu, kegiatan budidaya di tambak, misalnya, tambak udang vaname intensif padat tebar tinggi membutuhkan dana besar dalam proses pembangunannya.

Pengertian, peralatan, dan jenis ikan keramba

Untuk mengetahui bedanya tambak dan keramba, selanjutnya kita akan menguraikan pengertian dari keramba.

Keramba adalah sarana kegiatan budidaya untuk berbagai jenis ikan laut dan air tawar yang berada pada badan perairan dalam keadaan mengapung.

Berdasar konstruksinya, keramba dapat kita bedakan mejadi berbagai jenis.

Keramba apung kayu dan jaring apung adalah dua contoh keramba yang dapat kita temui sebagai sarana membesarkan ikan.

Keramba Apung Offshore | Unsplash

Di sungai, danau, atau waduk, keramba apung kayu dan jaring apung dapat digunakan karena perairannya tidak bergelombang. Namun, untuk memastikan ketahanan keramba, jenis kayu dan jaring yang digunakan sangat menentukan.

Sedangkan di laut, keramba jaring apung (KJA) menjadi sarana kegiatan budidaya yang canggih. Sebab, KJA di laut menggunakan teknologi canggih untuk bertahan di perairan bergelombang dan berarus. 

Sebagai sarana kegiatan budidaya, keramba apung di perairan tawar dan laut bisa dimanfaatkan untuk membesarkan berbagai jenis ikan.

Pada keramba apung di sungai, waduk, atau danau jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan bernilai ekonomi. Misalnya, nila, patin, lele, mas, dan gurame.

Untuk jenis keramba jaring apung laut, ikan-ikan yang umum dibudidayakan ialah kakap putih dan kerapu.

Baca Juga: 7 Jenis Ikan Budidaya Keramba Apung yang Menguntungkan

Bedanya tambak dan keramba

Dari uraian singkat di atas, dapat kita ketahui bahwa keramba dan tambak memiliki perbedaan yang sangat jelas.

Keramba apung menjadi sarana kegiatan budidaya ikan yang dapat kita jumpai di semua jenis perairan dengan kedalaman berkisar 8–20 m.

Tidak demikian dengan tambak, karena tambak adalah sarana yang sengaja dibangun pada suatu lokasi di tepi pantai. Oleh karena itu, tambak memiliki kedalaman yang variatif.

Pada kegiatan budidaya udang vaname intensif padat tebar tinggi misalnya, tambak dibangun dengan kedalaman mencapai 1,8 m.

Itulah perbedaan tambak dan keramba yang kita jumpai sebagai sarana kegiatan perikanan budidaya di Indonesia.

Serta masih banyak info-info menarik lainnya dari kegiatan perikanan dan kelautan untuk Anda.

Untuk itu, yuk, kunjungi artikel lainnya di blog ini!

Baca Juga: