Pelet Ikan Nila: Ukuran dan Kandungan Protein

Last Updated on 28 September 2025 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Pakan ikan nila berupa pelet punya kandungan protein tinggi menjadi kebutuhan yang terus meningkat di dalam kegiatan budidaya.

Bahkan rata-rata kebutuhan pelet ikan selama budidaya masih berlangsung mencapai 70%.

Selain itu, kebutuhannya juga berbeda secara ukuran karena menyesuaikan dengan umur ikan nila sendiri.

Sebab, ukuran pelet yang digunakan harus sesuai dengan bukaan mulut ikan.

Pelet Ikan nila

Kebutuhan terbesar dalam budidaya ikan nila adalah pakan.

Pakan yang sering diaplikasikan pada kegiatan budidaya intensif nila adalah pelet.

Pelet adalah pakan komersial yang memiliki kandungan protein, vitamin, serat, dan lemak yang sesuai kebutuhan nila.

Agar ikan nila bisa lebih cepat besar, sehat, dan juga efisien dalam penggunaannya.

Komposisi pelet ikan nila

Protein adalah salah satu kandungan penting pada pelet untuk membentuk daging pada ikan.

Biasanya nilai kandungan protein pada setiap pelet minimalnya sebesar 38%.

Selain itu, juga terdapat lemak minimal sebesar 5%, serat kasar max 6%, kadar air max 11%, kadar abu max 12%.

Bahan-bahan dari alam yang punya kandungan tersebut banyak digunakan untuk menghasilkan kualitas pakan.

Ikan rucah, bungkil kedelai, dan dedak padi ialah contoh yang biasanya menjadi bahan baku pembuatan pakan.

Untuk bahan-bahan pembuatan pakan pelet ikan komersial pada umumnya ialah sebagai berikut:

  1. tepung ikan,
  2. minyak ikan,
  3. tepung terigu,
  4. bungkil kedelai,
  5. minyak cumi,
  6. lecithin,
  7. minyak sawit,
  8. vitamin,
  9. mineral.

Ukuran pelet ikan nila

Pelet sebagai pakan dalam budidaya ikan nila budidaya terdiri dari berbagai ukuran.

Dengan keragaman jenis ukuran nila maka bukaan mulut ikan menjadi faktor utama penggunaan ukuran pakan.

Pelet terbagai dalam berbagai jenis ukuran. Ada pakan untuk larva hingga indukan ikan.

Nah pakan untuk larva umumnya menggunakan zooplankton seperti artemia, jentik nyamuk, dan kutu air.

ukuran pelet kan nila
Ukuran Pelet Nila

Penggunaan menyesuaikan ukuran ikan nila. Berikut adalah jenis ukuran pelet pada setiap ukuran ikan nila:

Bibit

Pada awal penebaran biasanya ikan berukuran 1–1,5 cm yang hanya punya bukaan mulut yang kecil.

Agar ikan bisa mendapatkan kebutuhan nutrisinya sehari-hari, pelet yang digunakan juga berukuran kecil.

Pelet nila yang umum menjadi rekomendasi dari para pembudidaya ialah PF 0 dan PF 100

Mulai agak besar

Pertumbuhan ikan nila bisa cepat besar jika mendapat nutrisi yang diperlukan sesuai kebutuhan dan jumlah yang sesuai.

Pada ikan nila yang berukuran1,5–2 cm, maka pakan yang sesuai ialah PF 200 dan PF 500.

Nila ukuran 3–5 cm

Untuk ikan nila yang sudah tampak besar, pelet yang sesuai dengan bukaan mulutnya bisa punya pilihan lebih banyak.

Bisa ukuran PF 200 hingga 800.

Tapi, sangat sedikit pembudidaya menggunakan pakan PF 200 untuk nila yang sudah berukuran ini. Pasalnya, pakan bibit jelas lebih mahal dari pakan pembesaran.

Jadi, ukuran pelet yang sesuai dengan ukuran 3–5 cm ialah PF 500 dan PF 800.

Ukuran pembesaran

Memasuki masa pembesara, pakan ikan nila bisa lebih besar.

Biasanya ukuran ikan nila pembesaran adalah ikan dengan ukuran lebih dari 20 cm.

Ikan dengan ukuran sedemikian menggunakan pakan dengan ukuuran yang juga sudah lebih besar.

LP 3 dan PF 128 ialah ukuran pelet ikan nila pada fase pembesaran.

Baca Juga: Cepat Besar, Ini 6 Jenis Ikan Nila yang Unggul

Bahan perekat dan bahan lainnya

Semua bahan yang sudah siap untuk diolah menjadi pelet harus diblend atau didaduk rata agar menyatu.

Selain itu juga untuk mempermudah pemebntukannya menjadi pelet dengan berbagai ukuran.

Tidak mudah hancur ketika saat menyentuh air kolam juga menjadi alasan lain kenapa pelet ikan harus rekat terutama pada pelet apung.

Untuk lebih membuatnya kokoh dan tidak mudah hancur umumnya ada bahan tamabahan khusus.

Bahan tamabahan khusus itu berupa perekat atau biasa lebih dikenal dengan nama binder.

Bahan perekat atau binder merupakan bahan tambahan yang tertambahkan dengan sengaja pada formula pakan.

Tujuannya adalah untuk mengikat semua komponen bahan baku.

Sehingga strukturnya menjadi kompak. Tidak mudah hancur dan mudah ketika membentuknya menjadi pelet dengan berbagai ukuran.

Selain itu, jug ada bahan tambahan lain atau sudah termasuk di dalam bahan bakunya yang utama agar lebih mudah dikenal ikan.

Bahan itu bisa membuat ikan mendekat karena ada semacam senyawa atau aroma khusus yang dikenal dalam otak ikan.

Bahan itu disebut sebagai atraktan.

Baca Juga: Bahan Pelet Ikan yang Berfungsi Sebagai Atraktan

Sumber Gambar Unggulan: Trubus