Pelabuhan Kumai Panglima Utar Kalimantan Tengah

Last Updated on 25 October 2021 by Adha Susanto

Sejak kecil orang tua telah mengajak saya naik kapal laut dan hingga sekarang pun masih naik kapal. Waktu saya masih kecil kapal menjadi satu – satunya moda transportasi menuju ke pulau Jawa. Keberangkatan menuju pulau Jawa berasal dari Kumai dengan nama pelabuhan Panglima Utar. Sebuah nama untuk mengenang seorang ulama Kumai yang merupakan pejuang pada masa revolusi untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI. Sekarang akses jadwal tiket untuk naik kapal kian lebih mudah dan KM. Dharma Rucitra IX menjadi armada favorit saya.

Lokasi Pelabuhan Kumai

Untuk menemukan lokasi pelabuhan ini sangatlah mudah. Karena pelabuhan berada dekat dengan pelabuhan penyebrangan ke kawasan konservasi orang utan yaitu Taman Nasional Tanjung Puting. Kapal akan menyebrangi sungai Kumai yang aliran airnya bermuara di Teluk Kumai laut Jawa.  Demikian pula dengan pelabuhan kapal penyebrangan dari dan ke pulau Jawa. Kapal akan berlabuh dan bersandar sesuai jadwal, serta menyesuaikan pasang surut laut teluk dan sungai Kumai. Untuk menghindari kandasnya kapal.

Sungai dan Teluk Kumai yang menjadi lokasi pelabuhan dan jalur pelayaran tidaklah begitu dalam. Itulah pengamatan secara visual saya. Pengamatan bermula dari warna perairan khususnya di Teluk Kumai yang sangat cokelat. Warna cokelat pekat pada perairan teluk ini terpengaruh dari dasar perairan yang mudah teraduk lumpurnya dan menjadi sumber warna perairan.

Baca Juga: Pelabuhan Gilimanuk Ketapang Saat Malam Hari

Aspek teknis pelabuhan kumai

Jika berbicara tentang kedalaman pelabuhan. Berbagai artikel telah mengulas dangkalnya perairan kolam pelabuhan Indonesia. Tidak hanya pelabuhan Kumai namun pelabuhan dengan nama besar lainnya memiliki kendala yang sama. Standar teknis kedalaman pelabuhan nasional di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 69 tahun 2001 adalah 5 m LWS lebih.

Sedangkan kedalaman pelabuhan Panglima Utar yang berada di sungai Kumai hanya memiliki kedalaman 6 m. Dengan kedalaman 6 m ketika kapal bersandar pada waktu perairan surut akan sedikit terhambat. Apalagi bagi kapal roro yang harus membongkar muatan kendaraan – kendaraan berukuran besar. Kendaraan akan cukup sulit keluar karena harus menanjak untuk mencapai pintu roll kapal.

Jika kita bandingkan dengan negara tetangga Singapore dan Malaysia tentu sangat jauh berbeda. Mereka mempunyai kolam pelabuhan dengan kedalaman 23 – 28 m. Kapal – kapal kargo berukuran besar akan sangat mudah bersandar dan berlabuh. Beda cerita dengan Indonesia yang mempunyai kedalaman kolam pelabuhan maksimalnya hanya 13 m.

Tapi hal itu bukanlah suatu masalah besar. Hingga sekarang pun pelabuhan tetap lancar melayani dan menunjang aktivitas perekonomian masyarakat. Untuk kelancaran pendistribusian bahan – bahan pokok masyarakat.

Jadwal dan pelayanan tiket kapal pelabuhan Kumai

Sebanyak dua nama perusahaan pelayaran nasional besar yang melayani pelayaran umum dari pelabuhan Kumai Panglima Utar. Dua perusahaan besar itu adalah PT. Pelni milik BUMN dan PT. Dharma Lautan Utama (DLU).

Baca Juga: Fasilitas, Pelayanan, dan Jadwal Tiket Kapal KM. Dharma Rucitra IX

Standar pelayanan kedua perusahaan itu berbeda – beda. Perbedaan pelayanan karena kedua perusahaan menggunakan jenis kapal yang berbeda. PT. Pelni menggunakan jenis kapal khusus untuk penumpang seperti kapal KM. Lawit. Sedangkan PT. DLU menggunakan kapal jenis roro yang melayani penumpang dan kendaraan seperti kapal KM. Dharma Rucitra IX.

jadwal tiket kapal dharma rucitra ix semarang ke pelabuhan panglima utar
Kapal Dharma Rucitra IX Semarang – Kumai

Kedua perusahaan pelayaran juga melayani rute yang sama, yaitu dari dan ke Semarang dan Surabaya. Armada kapal yang di gunakan tentunya berbeda. Adapun nama – nama kapal yang melayani pelayaran dari pelabuhan Kumai sekarang ini adalah sebagai berikut:

Kumai – Semarang

  1. KM. Dharma Rucitra IX milik PT. DLU
  2. KM. Dharma Kirana I milik PT. DLU
  3. KM. Lawit milik PT. Pelni
  4. KM. Kelimutu milik PT. Pelni

Kumai – Surabaya

  1. KM. Awu milik PT. Pelni
  2. KM. Kelimutu milik PT. Pelni
  3. KM. Dharma Kencana III milik PT. DLU
  4. KM. Satya Kencana III milik PT. DLU

Untuk update jadwal tiket kapal dari kedua perusahaan dapat Anda akses pada laman website berikut ini

Penyebab lamanya perjalanan kapal

Banyak yang menilai jika naik kapal itu lama dan sangat membosankan. Pernyataan itu memang benar. Terkadang memang ada waktu yang membosankan selama perjalanan. Namun itu semua tergantung dari diri sendiri. Ada yang bisa membawa perjalanan itu asik bersama teman, keluarga atau sendiri.

Waktu perjalanan kapal memang sangat lama. Apalagi sering sekali keberangkatannya yang molor. Keberangkatan kapal yang tidak sesua jadwal yang terpampang pada tiket disebabkan karena proses muat penumpang atau kendaraan membutuhkan waktu persiapan. Umumnya kapal akan berangkat setelah satu sampai dua jam dari jadwal.

Perbedaan jam pelayanan keberangkatan dari jadwal di tiket dengan lapangan ini menjadi hal yang lumrah. Selain proses bongkar muat, hukum alam (pasang surut) air menjadi faktornya. Hal ini untuk menyesuaikan berangkat dan bersandarnya kapal pada waktu yang tepat, yaitu ketika air laut sedang pasang.  

Fasilitas pelabuhan Kumai

Pelabuhan Panglima Utar adalah salah satu pelabuhan yang pengelolaannya di bawah naungan PT. Pelindo. Semua fasilitas yang ada sama dengan pelabuhan – pelabuhan lainnya yang terkelola oleh PT. Pelindo.

nama pelabuhan kumai panglima utar
KM. Kirana I Pelabuhan Kumai Pangkalan Bun

Adapun beberapa fasilitas pelabuhannya adalah sebagai berikut:

  1. Terminal peti kemas
  2. Lahan parkir kendaraan penumpang
  3. Terminal penumpang
  4. Dan lain – lain

Menggunakan transportasi publik seperti kapal menuju ke dan dari pulau Jawa sudah sedari kecil saya nikmati. Namun, baru mulai paham mengenai fasilitas untuk kenyamanan penumpang ketika saya sudah duduk di bangku sekolah dasar.

Ketika saya menuju ke pulau Jawa ketika seusia murid sekolah dasar, ruang tunggu penumpang di pelabuhan masih dengan fasilitas sederhana. Ada toko oleh – oleh, penjual kopi, nasi bungkus keliling, suhu ruangan lumayan panas, dan minimnya kursi.

Namun, sekarang ketika saya sudah kuliah tepatnya tahun 2016 suasana ruang tunggu pelabuhan kian nyaman. Nyaman seperti layaknya dalam ruang tunggu penumpang pesawat yang memiliki TV, pendingin ruangan, bersih, dan aman. Demikian pula yang saya temukan di beberapa pelabuhan Indonesia lainnya seperti Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Kesimpulan

Mungkin banyak masyarakat Indonesia menilai suasana pelabuhan kapal penyebrangan tidaklah aman dan nyaman. Serta terlalu membuang – buang waktu saja, karena waktu perjalanan yang sangat lama.

Hal itu dapat termaklumi karena memang pelayaran membutuhkan waktu yang lama. Paling cepat pun pelayaran yaitu selama 19 jam menggunakan kapal Dharma Rucitra IX menuju Semarang. Nah bagi kalian dengan jiwa bisnis yang serba cepat. Tidak saya rekomendasikan menggunakan kapal laut.

Transportasi kapal hanya cocok bagi kita yang tidak terburu – buru atau lebih menikmati perjalanan dengan kantong yang pas. Kantong yang pas bukan berarti tiket kapal dapat kita peroleh dengan harga yang murah. Ada juga tiket kapal yang mahal ketika Anda membawa kendaraan mobil dan memesan kamar kelas VIP. Harganya tentu lebih mahal dari tiket pesawat.

Untuk masalah kenyamanan pelabuhan Indonesia sekarang lebih modern yang membuat suasana nyaman. Jika mengenai keamanan itu relatif. Ada pelabuhan yang aman dan cukup rawan. Pelabuhan Kumai bisa saya katakan aman karena saya selalu berwaspada.

Tapi itu semua tergantung pada pengalaman dan pembawaan sikap diri kita sendiri. Kita akan aman jika percaya diri dan selalu waspada. Atau gunakan trik sok tau saja dengan daerah tujuan. Apalagi sekarang bisa lihat Google Maps sebelum turun dari kapal sebagai modal sok tau.

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *