Gunung Api Laut Kawio Barat Sulawesi Utara

Last Updated on 20 May 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Gunung api Kawio Barat adalah gunung berapi di bawah laut Indonesia yang berada di perairan Sulawesi Utara. Berikut morfologi dan kehidupan biota laut yang berada pada sekitar gunung api bawah laut di kepulauan Sangihe itu.

Pada tahun 2003, tim ekspedisi kelautan Indonesia Australia Survey for Submarine Hydrothermal Activity (IASSHA). Berhasil melaporkan temuannya di perairan pulau Sangihe, yaitu gunung api dan indikasi kegiatan hidrotermal.

Lokasi gunung api itu berada tepat di sebelah timur laut Maselihe yang jaraknya sekitar 27 km sebelah barat kepulauan Kawio.

Gunung di bawah laut itu pun mempunyai ketinggian hampir 3000 m. Kaki gunung berada pada kedalaman mencapai 5350 m, dan puncak berada di kedalaman 1860 m.

Baca Juga: Pulau Oksigen Terbaik di Indonesia: Pulau Gili Iyang, Madura

Morfologi gunung api laut Kawio Barat

Gunung api bawah laut Kawio Barat, kepulauan Sangihe adalah gunung dengan morfologi kerucut sempurna.

Puncaknya mempunyai morfologi halus, berupa aliran lava basal dikelilingi bagian kasar pada kakinya. Kaki gunung dterkelilingi bagian kasar yang mengindikasikan adanya breksi.

Aktivitas gunung api laut

Pada tahun 2010, ekspedisi INDEX-SATAL berhasil merekam aktivitas gunung api dan fenomenanya. Tim menemukan adanya kepulan asap dari lereng bagian bawah Gunung Kawio Barat.

Selain itu, pada kedalaman 1890 m terjumpai gelembung cairan (bubbles) panas, dan kemunculan asap (Smokers) di sepanjang rekahan (fissures).

Warna asap yang muncul bervariasi dari putih, kuning atau abu-abu cerah. Asap dengan warna yang berbeda beraasal dari komposisi kimiawi fluida hidrotermal yang menyusun.

Fenomena lain yang berhasil terekam oleh tim ekspedisi INDEX-SATAL adalah adanya fluida hidrotermal muncul kepermukaan. Munculnya fluida hidrotermal ke permukaan menyebabkan terbentuknya cerobong hidrotermal atau chimney.

Aktivitas Gunung Api Bawah Laut Kawio Barat Pulau Sangihe, Sulawesi Utara
Aktivitas Gunung Api Bawah Laut Kawio Barat Pulau Sangihe, Sulawesi Utara / Jurnal Geologi Kelautan

Dengan temuan tersebut Kawio Barat pun menjadi salah satu gunung berapi bawah laut yang aktif di Indonesia. Gunung api laut aktif dapat terlihat dari adanya hubungan kandungan mangan, gas metan, dan anomali kekeruhan air.

Kandungan tersebut mencerminkan terdapatnya asupan material dari aktivitas hidrotermal bawah laut.

Baca Juga: Morfologi Pantai: Terjadinya Spit dan Tombolo

Sifat air laut di Gunung Api Kawio Barat

Ekspedisi IASSHA melakukan pengukuran terhadap suhu, salinitas dan kekurahan air laut. Selain pengukuran terhadap beberapa kriteria perairan tersebut juga dilakukan pemantauan kehidupan organisme yang ada di sekitar gunung api.

Suhu

Permukaan laut berada pada sekitar suhu 28,2–29,4OC. Suhu di kedalaman mencapai 300–400 m mengalami penurunan sangat cepat dari 28,2OC ke 7–9 OC. Suhu air laut secara perlahan kemudian menurun dari 7 OC ke 3 OC yang dimulai pada kedalaman 300–400 m sampai 1800–1850 m.

Salinitas

Salinitas perairan gunung api laut Kawio Barat terukur mengalami peningkatan dari 34,18–34,5 psu ke 34,9 psu pada kedalaman 100 m.

Penurunan salinitas mulai terjadi dengan cepat ke 34,35 psu di kedalaman 300 m. Kedalaman 1850 m salinitas relatif konstan yakni sebesar 34,6 psu. Practical Salinity Units (psu).

Kekeruhan

Kekeruhan air laut (light transmission/transmissometer) teramati pada kedalaman 100 m dari nilai 80,7–80,75%. Sedangkan permukaan air laut berkisar 80,6–86,65% di 100 m. Nilai kekeruhan relatif lebih konstan sebesar 80,83% yang berada di kedalaman 300 m.

Niai transmissometer (Lx) berada pada anomali lemah sebesar 0,3–0,5% di kedalaman 1753 m dan 1870 m.

Nilai anomali lemah pada kedalaman tersebut menunjukkan adanya cairan atau material yang diindikasikan berasal dari rekahan hidrotermal.

Kehidupan di gunung api Kawio Barat

Berbagai macam kehidupan mikroorganisme dan biota laut seperti spons, udang-udangan, kepiting merah muda. Serta bernakel yang berada di sekitar rekahan atau cerobong hidrotermal.

Biota laut yang teramati di Gunung Kawio Barat menandakan adanya nutrisi yang cukup untuk kehidupan biota. Biota yang hidup dalam kawasan hidrotermal merupakan biota yang memiliki kemampuan adaptasi secara morfologi, fisiologi dan tingkah laku.

Baca Juga: Proses Terbentuknya Karang Atol