Last Updated on 22 October 2025 by Adha Susanto
Estimated reading time: 5 minutes
Di ekosistem perairan fitoplankton berperan sebagai produsen primer dalam rantai makanan.
Salah satu contoh fitoplankton yang punya peran demikian adalah Bacillariophyceae Penat.
Fitoplankton dalam ekosistem perairan akan dimakan oleh zooplankton sebagai predatornya.
Baca Juga: Komponen Biotik Abiotik di Ekosistem Laut
Daftar Isi
Apa itu fitoplankton?
Secara definisi, plankton berasal dari bahasa Yunani “Planktos” yang berarti mengembara atau menghanyut dalam perairan.
Pergerakannya dari satu tempat ke tempat lain hanya bergantung pada arus air.
Sedangkan fitoplankton adalah plankton tumbuhan yang memiliki klorofil dan berukuran mikroskopis.
Punya klorofil inilah yang menjadikan fitoplankton berperan sebagai produsen primer, karena ia mampu untuk membuat makanannya sendiri.
Kemampuannya untuk membuat makanan sendiri ini bukan tanpa hambatan atau butuh keadaan alam yang sangat mendukungnya.
Fitoplankton berperan sebagai produsen primer
Keberadaan fitoplankton di ekosistem perairan sangatlah penting. Banyak organisme lain yang sangat bergantung dengannya.
Di rantai makanan saja ia berperan sebagai produsen pertama yang menyiapkan makanan atau dimakan oleh konsumen pertama (zooplankton).
Umumnya fitoplankton banyak hidup pada habitat perairan yang subur atau kaya akan zat hara.

Salah satunya berada pada wilayah perairan estuaria atau muara sungai. Oleh karenanya fitoplankton menjadi makanan ikan pada habitat alami.
Hal ini terjadi karena pada muara sungai sering terjadi pengadukan dasar perairan (up welling) yang membawa zat hara naik ke permukaan air.
Selain itu, zat hara yang masuk ke estuari dari daratan melalui sungai berperan penting untuk meningkatkan kelimpahan fitoplankton.
Bukan hanya karena keberadaan zat hara. Melimpahnya fitoplankton pada kawasan perairan tertentu juga dipengaruhi oleh adanya peristiwa dimakan oleh zooplankton.
Jadi, fitoplankton dan zooplankton di ekosistem berperan sebagai penyedia makanan bagi organisme yang lebih besar darinya.
Jumlah fitoplankton akan sangat banyak ketika keberadaan predatornya (zooplankton) perairan setempat sedikit.
Dan demikian pula sebaliknya jika keberadaan zooplankton banyak maka kehidupan fitoplankton sedikit pada perairan setempat.
Baca Juga: Chlorella Adalah: Ciri dan 3+ Kegunaan
Faktor yang mempengaruhi peran dari fitoplankton sebagai penyedia makanan
Selain unsur hara yang berperan sebagai makanan utama fitoplankton, faktor fisika dan kimia lainnya juga berpengaruh bagi kehidupannya.

Adapun beberapa faktor kimia dan fisik adalah sebagai berikut.
Faktor fisika
Terdiri dari faktor-faktor yang bersifat fisika yang mempengaruhi kehidupan fitoplankton.
Temperatur
Dalam ekosistem perairan temperatur akan mempengaruhi proses biokimia baik mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung.
Pengaruh temperatur yang secara langsung memiliki peranan untuk mengontrol terjadinya reaksi kimia enzimatik dalam proses fotosintesis tumbuhan air.
Kecerahan air
Hubungannya dengan kehidupan fitoplankton adalah untuk menangkap radiasi matahari sebagai kebutuhan untuk keberlangsungan fotosintesis. Jika perairan tidak cerah atau bening maka proses fotosintesis dalam perairan hingga kedalaman tertentu tidak berjalan baik.
Arus air
Karena fitoplankton sebagai organisme yang hidupnya pasif. Maka keberadaan arus pada ekosistem perairan sangat membantunya untuk pergerakan dari satu tempat ke tempat lain. Dengan adanya arus maka akan membagi wilayah produktivitas perairan secara alami.
Faktor kimia
Sejumlah faktor yang juga berperan sebagai pendorong pertumbuhan fitoplankton ialah kandungan kimia perairan.
Okisgen terlarut
Untuk kelancaran proses respirasi, metabolisme atau pertukaran zat yang akan menghasilkan energi maka keberadaan oksigen terlarut sangat penting.
Biochemical Oxygen Demands
Kebutuhan oksigen terlarut oleh mikroorganisme perairan untuk memecah atau mengolah bahan organik dalam keadaan arobik.
Dengan terolahnya bahan organik oleh mikroorganisme dalam perairan maka fitoplankton dapat memanfaatkannya sebagai makanannya.
pH
Asam atau basa perairan juga mempengaruhi kehidupan tumbuhan perairan termasuk fitoplankton.
Perairan dengan pH rendah atau terlalu tinggi adalah perairan yang sulit untuk kehidupan fitoplankton.
Pasalnya, pH sangat mempengaruhi keberlangsungan proses metabolisme dan respirasi mahluk hidup.
Contoh fitoplankton
Pada berbagai macam jenis perairan seperti estuari, tawar, dan laut terdapat berbagai macam fitoplankton dari berbagai kelas yang berperan penting sebagai penyedia makanan.
Adapun beberapa kelas dan contoh serta ciri-ciri fitoplankton yang dapat kita kenali adalah sebagai berikut.
Kelas Bacillariophyceae
Umumnya, fitoplankton yang termasuk kelas Bacillariophyceae memiliki ukuran berkisar 5 μm–2 mm.
Serta ciri khusus dari fitoplankton kelas ini terletak pada dinding selnya yang mengandung silikat.
Karena memiliki kandungan silikat maka ketika mati cangkangnya akan tetap utuh dan mengendap menjadi sedimen perairan.
Contoh fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae yang sering terjumpai pada perairan Indonesia adalah B. Penat dan B. Sentrik.

Kelas Cyanophyceae (Alga Hijau Biru)
Fitoplankton dari kelas Cyanophyceae memiliki ciri khusus yaitu adanya zat warna hijau kebiruan (Cyanophysin) atau pigmen fikosianin. Dengan bentuk khasnya yakni bola atau silinder dengan ukuran 0,2–2 μm.
Contoh fitoplankton dari kelas Cyanophyceae adalah Aphanizomenon, Oscillatoria sp., dan Scenedesmus.
Kelas Dinophyceae (Dinoflagellata)
Ciri khas kelas Dinophyceae ada pada sepasang flagella (alat gerak berbentuk cambuk) yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Sedangkan secara ukuran fitoplankton kelas ini berkisar 5–200 μm.
Contoh Dinoflagellata yang sering terjumpai adalah Ceratium, Peridinium, dan Dinophysis.
Demikianlah contoh fitoplankton dan peran utamanya sebagai penyedia makanan di ekosistem perairan.
Baca Juga: Zooxanthellae Adalah Organisme Mikroskopik Sangat Penting
Sumber Gambar Unggulan: Indicators: Phytoplankton

