Polychaeta: Ciri, Habitat, Reproduksi

Last Updated on 29 August 2025 by Adha Susanto

Estimated reading time: 6 minutes

Di laut ada banyak hewan dengan beragam bentuk hingga warna. Untuk membedakan antar hewan, para ahli membaginya berdasar klasifikasi ilmiah. Dan Polychaeta adalah salah satu kelas hewan dengan ciri seperti cacing.

Polychaeta sendiri masih tergolong hewan dari filum Annelida.

Sebagai hewan yang masih tergolong filum Annelida, hewan-hewan dari kelas polychaeta juga punya bulu-bulu dan bersegmen.

Untuk lebih jelasnya, langsung cek ciri hewan dari kelas Polychaeta di bawah ini, ya!

Baca Juga: Echinoidea: Ciri, Reproduksi, dan Manfaat

Apa itu polychaeta?

Seperti yang sudah disinggung pada paragraf sebelumnya, hewan-hewan yang masih bagian dari kelas ini punya ciri khas bulu atau rambut halus.

Karena punya bulu atau rambut halus itu juga yang menjadi dasar penamaan kelas ini.

Seperti yang telah kami lansir dari Jurnal Balitbang KKP Indonesia, Polychaeta ialah bahasa latin.

Poly yang artinya banyak, dan chetae adalah rambut.

Rambut-rambut atau bulu yang ada pada beragam jenis hewan laut dari kelas ini ada di pinggir kanan dan kiri.

Bulu yang ada di pinggir kanan dan kiri ini juga sudah seperti kaki.

Jumlah hewan yang masuk ke dalam kelas Polychaeta juga nggak kalah banyak dibanding kelas lainnya, lho!

Polychaeta Lepidonotus squamatus
Polychaeta Lepidonotus squamatus | sciencedirect.com

Diperkirakan jenis hewan dari kelas ini mencapai 8000 jenis.

Keberagamannya juga banyak dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Mulai dari pakan alami, menu tradisional suatu daerah, komoditas budidaya, hingga menjadi kebudayaan maritim di salah satu daerah Indonesia.

Baca juga: Bintang Laut (Asteroidea): Ciri, Habitat, dan Reproduksi

Ciri Polychaeta

Dari berbagai pengamatan yang dilakukan oleh para ahli, hewan yang bentuknya lebih ke cacing punya ukuran mulai dari mikroskopis hingga beberapa meter.

Dari bentuknya ciri khas polychaeta atau juga sering kita jumpai seperti cacing laut terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

Presegmental (kepala)

Pada bagian ini lebih kita kenal sebagai bagian tubuh yang terdiri dari sepasang alat palpi dan antena.

Kedua pasang alat yang berbeda tersebut berfungsi sebagai sensor atau peraba terhadap lingkungan sekitarnya.

Untuk melengkapi mengenal lingkungannya pada bagian presegmental kita dapat menjumpai dua titik mata cacing laut. Fungsinya untuk melihat keadaan sekitarnya.

Segmental (tubuh)

Di bagian ini tubuh terdiri dada dan perut.

Pada setiap bagian atau segmennya terdiri dari dua pasang kaki atau podia.

ciri bagian tubuh polychaeta
Bagian Tubuh Polychaeta | Jurnal Balitbang KKP

Dua pasang kaki tentunya berfungsi untuk berpindah tempat. Entah itu untuk mencari mangsa atau menghindari mangsanya, misalnya.

Postsegmental (ekor)

Nah, pada bagian tubuh selanjutnya adalah postsegmental. Pada bagian ini terdiri dari pygidium, anus, dan sepasang anal ciri.

Habitat Polychaeta

Polychaeta ialah salah satu kelas hewan laut yang hidup di habitat dasar perairan dengan memendam diri di lumpur atau pasir hingga ribuan meter.

Walau di dasar perairan, sesekali mereka juga berenang di kolom perairan untuk berpindah tempat.

Meski umumnya polychaeta adalah hewan dasar perairan yang hidup di dalam pasir atau lumpur, ada juga jenis polychaeta yang hidupnya berenang di kolom air.

Polychaeta dari genus Tomopteris adalah polychaeta yang hidup bergerombol di kolom perairan.

Makanan polychaeta

Salah satu peran besarnya polychaeta adalah pengurai bahan organik di ekosistem laut.

Tinggal di dasar perairan dengan memendamkan diri, hewan dari kelas ini makan dengan cara mengurai bahan organik hingga memangsa udang-udangan dan diatom.

Ciri Reproduksi seksual Polychaeta

Dalam mempertahan populasinya polychaeta melangsungkan reproduksi dengan secara seksual.

Ciri khas reproduksi secara seksual yaitu pada saat musim kawin individu jantan dan betina akan melepaskan sel sperma dan sel telurnya di kolom perairan.

Dari pertemuan kedua sel di kolom perairan maka akan terhadi fertilisasi untuk selanjutnya terbentuk sebuhah zygote.

Kemudian berkembang dan akan menetas menjadi larva yang akan melayang-layang di kolom perairan sebagai plankton.

Nah, salah satu ciri khas dari larva polychaeta adalah adanya bulu getar.

Ciri Larva Polychaeta | nathistoc.bio.uci.edu

Dengan bulu getarnya, larva polychaeta bisa mencapai ke suatu tempat untuk kemudian ia dapat tumbuh dan berkembang ke fase berikutnya.

Peranan Polychaeta di ekosistem laut

Keberadaan polychaeta di ekosistem laut memiliki peranan yang penting.

Salah satunya untuk menjaga keseimbangan rantai makanan karena fungsinya sebagai hewan detritus atau pengurai.

Beberapa peranan penting lainnya dari Polychaeta adalah sebagai berikut:

  1. detritus di ekosistem laut,
  2. makanan bagi ikan-ikan demersal,
  3. bioindikator kualitas perairan,
  4. pakan alami dalam budidaya udang.

Baca Juga: Crinoidea: Ciri, Habitat, dan Cara Hidup

Polychaeta dan tradisi Baunyale di Pulau Lombok

Jika berbicara polychaeta atau cacing laut maka akan teringat salah satu tradisi di Pulau Lombok, yakni tradisi Baunyale.

Tradisi Baunyale di Lombok merupakan tradisi yang ada setiap tahunnya dengan rangkaian acara menarik.

Padahal acara utama atau puncak Baunyale sendiri adalah mencari cacing laut.

Ya, Baunyale menurut bahasa setempat adalah mencari cacing.

Bau artinya mencari dan nyale yang berarti cacing.

Tradisi yang sudah ada dari lama dan turun temurun ini mengundang banyak perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara.

Walau hanya berlangsung selama dua jam, Baunyale bagi warga setempat merupakan tradisi yang begitu sakral.

Konon, tradisi mencari Baunyale dikaitkan dengan jelmaan Putri Mandalika yang cantik.

Tradisi Baunyale di Pulau Lombok adalah tradisi yang diselenggarakan di pantai sebelah Selatan, yakni Pantai Sager.

Di Pantai Sager cacing laut muncul ke permukaan di setiap bulan Februari atau Maret atau setelah bulan purnama.

Tidak dalam waktu yang lama, umumnya cacing laut muncul hanya dua jam saja yang dimulai dari pukul 04.30 waktu setempat.

Setelahnya cacing-cacing akan masuk memendamkan diri di dalam pasir atau lumpur pantai.

Ciri dan jenis cacing Baunyale

Dari pulbikasi Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia tahun 1993, cacing yang muncul pada acara Baunyale adalah cacing-cacing yang memijah secara masal.

Cacing-cacing yang muncul adalah cacing yang berasal dari Famili Eunicidae dan Nereidae.

Jenis cacing atau polychaeta di acara Baunyale lebih sesuai dengan ciri dari jenis Lycidice collaris, Eunice siciliences, dan Dendronereides heteropoda.

Ciri Polychaeta Baunyale di Pantai Sager, Pulau Lombok
Ciri Polychaeta Pada Acara Baunyale di Pantai Sager, Pulau Lombok | Travel Plus Indonesia

Serta masih banyak lagi jenis cacing lainnya dengan ciri yang juga berbeda.

Karena cacing yang muncul pada acara Baunyale adalah cacing yang berada pada masa pemijahan, maka ciri tubuhnya juga sedikit berbeda dari biasanya.

Adapun ciri khusus cacing laut atau Polychaeta yang terjumpai di acara Baunyale adalah sebagai berikut:

  1. bagian tubuh mengalami modifikasi,
  2. ada individu dengan warna tubuh hijau, kuning, atau abu-abu, dan
  3. memiliki bintik-bintik hitam kecil membujur di sepanjang tubuh.

Perubahan ini terjadi karena adanya pengaruh hormon. Sekaligus menjadi sebagai cacing yang reproduktif dan nonreproduktif.

Nah, itulah ulasan singkat tentang ciri polychaeta atau yang lebih akrab dikenal dengan cacing laut.

Masih banyak informasi menarik lagi tentang hewan laut lainnya baik dari invertebrata atau vertebrata.

Baca Juga: Kerang Pokea: Habitat dan Manfaat