4 Ciri Ikan Asin Berformalin

Last Updated on 8 December 2023 by Adha Susanto

Estimated reading time: 3 minutes

Ada banyak jenis ikan teri dan ikan asin di pasar, namun dibutuhkan ketelitian dan cara memilih yang benar. Pasalnya, beredar ikan asin berformalin dan tanpa formalin di pasar dengan ciri tertentu yang berbahaya jika kita konsumsi.

Konsumsi ikan asin sehat tanpa bahan pengawet buatan atau berbahaya adalah keharusan. Namun tidak semua produk yang tersedia di pasar terbuat dari bahan yang aman.

Kesadaran memilih produk-produk ikan kering atau asin yang aman perlu kita tingkatkan. Pasalnya ketersediaan produk dengan bahan berbahaya masih tetap beredar.

Untuk terhindar dari bahan berbahaya, kita perlu mengenali beberapa ciri khasnya.

Oleh itu, kenali ciri ikan asin yang mengandung pengawet berbahaya seperti formalin pada uraian di bawah ini, ya!

Baca Juga:

Ciri ikan asin berformalin

Salah satu cara mengenali ikan asin yang menggunakan atau mengandung bahan pengawet berbahaya dapat kita kenali melalui ciri fisiknya.

Di bawah ini telah kami rangkum beberapa ciri fisik dan cara memilih yang baik agar terhindar dari ikan asin berformalin.

Warna

Tidak tertarik dengan tampilan ikan asin yang berwarna cerah/bersih perlu kita tanamkan.

Bisa jadi ikan asin teri, bulu ayam atau jenis lainnya dengan ciri warna cerah/bersih sekali sudah bercampur dengan pengawet berbahaya.

Penggunaan pengawet berbahaya itu pun selain untuk memperpanjang masa simpan, juga dimanfaatkan untuk membuat tampilan lebih menarik. 

Tidak berbau

Aroma yang tidak sedap adalah aroma khas pada berbagai jenis ikan asin dari laut dan sungai.

Apabila menemukan ikan asin tanpa bau amis atau bahkan busuk, patut untuk dicurigai.

Kemungkinan besar ikan asin yang Anda temui telah bercampur dengan pengawet non makanan yang dapat membahayakan kesehatan.

Tidak ada lalat yang menghinggap

Menemukan ikan asin tanpa ada aroma amis, asam dan sedikit berbau busuk dapat dipastikan lalat enggan untuk hinggap.

Hinggap dan tidaknya lalat ialah ciri alami yang dapat kita lihat untuk menentukan ada atau tidaknya bahan berbahaya pada ikan asin.

Untuk itu berhati-hatilah, dan usahakan untuk tidak memilihnya menjadi hidangan di rumah.

Tekstur daging keras dan kenyal

Daging ikan asin pada umumnya sangat khas dengan teksturnya yang keras, tapi mudah patah.

Pasalnya metode pengawetan ikan dengan cara kuno ini menggunakan prinsip pengurangan kadar air menggunakan garam dan sinar matahari. Agar bakteri pembusuk pada ikan tidak berkembang biak pada daging.

Namun, jika menemukan ikan asin dengan ciri daging yang lebih keras dan kenyal atau tidak mudah patah. Bahkan tidak rusak dalam jangka waktu satu bulan bisa terpastikan ikan asin tersebut mengandung pengawet berbahaya.

cara memilih ikan asin teri, haruan tanpa formalin karena bahaya
Ikan asing sungai / Unsplash

Nah, keempat ciri tersebut bila terjumpai pada satu jenis ikan asin sudah terpastikan mengandung bahan pengawet berbahaya seperti formalin.

Baca Juga:

Bahaya IKAN ASI MENGANDUNG formalin

Penambahan formalin pada ikan asin memang memberikan manfaat untuk mempercepat dan menekan biaya produksi. Pasalnya, tidak membutuhkan waktu lama dan garam dalam jumlah yang banyak.

Formalin yang tercampurkan pada ikan asin akan mempercepat proses pengeringan dan mengawetkan ikan dalam waktu yang sangat lama.

Tetapi hal ini sangat terlarang, karena formalin adalah bahan pengawet yang tidak terperuntukan untuk makanan seperti pada ikan asin.

Pasalnya, bahan pengawet berbahaya ini bersifat karsinogenik dan mutagen dalam jangka lama.

Sedangkan gejala tercepat seseorang yang konsumsi ikan asin berformalin akan mengalami gangguan pencernaan dan gejala lain dengan ciri:

  1. mual-mual,
  2. muntah,
  3. diare,
  4. alergi,
  5. iritasi lambung.

Itulah ciri dan bahaya dari konsumsi ikan asin berformalin yang dapat mengancam kesehatan tubuh kita.

Untuk itu berhati-hatilah, dan pastikan cara yang Anda lakukan untuk memilih ikan asin yang aman atau tanpa formalin itu benar.

Baca Juga: