Bioluminesensi adalah: Proses Terjadinya

bioluminesensi adalah

Last Updated on 29 June 2026 by Adha Susanto

Estimated reading time: 3 minutes

Salah satu kejadian yang menakjubkan dari organisme laut adalah bioluminesensi.

Organisme laut memang ada yang bisa memancarkan cahaya karena ada aktivitas kimiawi yang terjadi. Karena itu dikenallah bioluminesensi atau bioluminescence.

Fenomena air dan organisme laut yang bercahaya merupakan salah satu topik pemberitaan media masa yang pernah kita dengar.

Bahkan pemberitaan fenomena ini pun terbilang menarik, karena jarang sekali terjadi di sepanjang pantai Indonesia.

Namun, bila kita hendak melihatnya secara terus menerus, maka bisa kita lakukan isolasi dan mengkultur mikroorganisme laut yang berpendar.

Secara definisi bioluminesensi adalah produk buangan dari organisme hidup yang di rubahnya menjadi energi cahaya.

Proses terjadinya bioluminesensi

apakah proses dan fenomena bioluminesensi berbahaya
Air Laut Bercahaya (IG @jordan_robins)

Secara umum berpendarnya air laut ini terjadi karena adanya proses biokimiawi dalam sel mahluk hidup salah satu contohnya berasal dari mikroorganisme.

Bioluminescence atau bioluminesensi terjadi karena adanya serangkaian proses oksidasi kimiawi antara dua komponen utama.

Kedua komponen utama yang menyebabkan bioluminesensi adalah luciferin sebagai substrat dan enzim luciferase sebagai katalis.

Dalam reaksinya luciferase menghasilkan cahaya dengan mengoksidasi luciferin dan memanfaatkan adenosin triphospat (ATP) sebagai energi.

Baca Juga: Kenapa Air Laut Berbusa?

Jenis – jenis organisme laut yang berpendar

Berasal dari serangkaian reaksi kimia fenomena bioluminescence di laut tidak hanya terjadi pada permukaan air seperti yang kita lihat dalam pemberitaan.

Namun, pendaran cahaya yang berwarna biru, hijau, atau kuning ini lebih sering terjumpai pada organisme invertebrata dan vertebrata laut dangkal dan dalam.

Contoh invertebrata yang memiliki pendaran cahaya adalah sebagai berikut:

  1. Dinoflagellata
  2. Ubur-ubur
  3. Polychaeta laut dalam (Tomopteris sp)
  4. Teripang (Enypniastes eximia)
  5. Bintang laut

Contoh avertebrata laut yang memiliki pendaran cahaya adalah sebagai berikut:

  1. Linophryne densiramus
  2. Dragonfish

Fungsi utama terjadinya bioluminesensi dalah sel organisme adalah sebagai bentuk komunikasi antar sesamanya. Dan sebagai bentuk pertahanan serta menarik mangsanya yang tertarik dengan cahaya.

Demikian pula yang terjadi pada mikroorganisme laut. Mikroorganisme laut dapat memendarkan cahaya dari dalam selnya sebagai respon terhadap lingkungan sekitarnya.

Contoh mikroorganisme bioluminesensi adalah mikroorganisme dari genera Photobacterium dan Aliivibrio, serta Shewanella dan Vibrio.

contoh bakteri bioluminesensi laut dan luciferin adalah
Aktivitas Bakteri Bioluminesensi Laut (Burtseva et al., 2020)

Pada umumnya mikroorganisme yang dapat memendarkan cahaya dari dalam selnya termasuk dalam mikroorganisme dengan ciri:

  1. Gram negatif
  2. Tidak membentuk spora
  3. Aerob fakultatif, dan
  4. Mampu memfermentasi glukosa

Baca Juga: Mengapa Laut Terlihat Warna Biru?

More
articles

Picture of Adha Susanto

Adha Susanto

ASN P3K di Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara yang suka ngeluangin waktunya untuk menulis dan membaca