Sejarah Singkat Kebangkitan Negara Islandia

Last Updated on 20 May 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Berada di Samudra Atlantik Utara, sekitar 970 km sebelah barat Norwegia. Terdapat sebuah pulau yang mempunyai sejarah tentang lingkungan dan kehidupan masyarakat. Bermula dari orang Viking menemukan sebuah pulau yang dikenal sebagai negara Islandia. Islandia mempunyai sejarah keterpurukan kehidupan masyarakat dan lingkungan. Namun, masyarakat pulau tersebut mampu bangkit dan bertahan. Kebangkitan bermula dari kesadaran masyarakat akan kerapuhan lingkungannya. Hingga akhirnya mampu memanfaatkan sumber daya ikan kod sebagai sumber pangan dan perekonomian negara Islandia.

Berikut ulasan singkat sejarah kebangkitan negara Islandia yang berdiri pada lingkungan yang mudah rapuh.

Awal mula sejarah penemuan pulau Islandia

Pulau Eslandia atau Islandia merupakan temuan orang – orang dari bangsa Viking. Orang Viking yang menemukan dan menduduki pulau berasal dari Skandinavia Norwegia. Sejarah kependudukan dan masyarakat pertama pulau Islandia adalah orang Viking yang berkisar pada 870. Pada saat bangsa Viking melakukan ekspansi pelayaran ke pesisir utara Eropa, Irlandia dan barat Britania.

sejarah negara pulau islandia
Pulau Islandia

Hasil temuan oleh para ahli sejarah, mengungkapkan awalnya Islandia merupakan sebuah pulau dengan hutan-hutan yang lebat. Hutan tersebut akhirnya perlahan-lahan mulai habis tereksploitasi. Karena masyarakat Islandia memanfaatkannya sebagai kayu bakar, bangunan, dan arang. Hingga pada dasarwarsa pertama masa kependudukan pulau sebanyak 80% telah gundul. Pada zaman modern pulau telah kehilangan 96% hutannya.

Baca Juga: Sejarah dan Misteri Patung Moai di Pulau Paskah

Sejarah Sumber pangan masyarakat pulau Islandia

Masyarakat negara Islandia mengandalkan kegiatan agrikultur dan perburuan hewan liar sebagai sumber pangan. Kegiatan yang terus dilakukan tersebut menjadi bencana bagi masyarakat pulau Islandia sendiri. Kepunahan hewan dan penggundulan hutan besar-besaran berdampak buruk terhadap lingkungan. Keberadaan sumber pangan semakin langka dan hutan mulai habis. Hal itu menjadi sejarah keterpurukan Islandia pada bidang sumber pangan.

Perhatian masayarakat pulau Islandia mulai mengarah pada sumber daya ikan. Ikan trout, salmon, dan char mereka dapatkan dari danau dan sungai. Kod dan haddock bersumber dari pesisir. Ikan tersebut berperan penting bagi masyarakat Islandia. Memberikan sumber kehidupan pada zaman es kecil selama berabad-abad.  Hingga kini ikan kod menjadi bagian sejarah Islandia yang berperan penting terhadap kelangsungan ekonominya.

Sejarah kerusakan lingkungan

Pulau Islandia terbentuk dari empat unsur yakni api, es, air, dan angin. Terbentuk di atas struktur punggungan tengah Atlantik. Lempeng Amerika dan Erasia yang bertumbukan dan gunung-gunung berapi yang tumbuh dari dasar laut membentuk potongan daratan baru (Islandia).

Setiap satu atau dua dasarwarsa salah satu gunung berapi meletus. Letusan gunung melontarkan debu dan menghasilkan lapisan debu (tefra) pada daratan. Lapisan debu terlindungi oleh vegetasi agar terlindung dari erosi.   

Namun, kegiatan agrikultur telah menjadi penyebab eksploitasi pulau. Domba-domba yang merumput dan lambatnya pertumbuhan tumbuhan menyebabkan hilangnya vegetasi pada lapisan tefra. Sehingga erosi tanah semakin tak terbendung. Akhirnya pulau Islandia menjadi sebuah gurun buatan.

Masyarakat Islandia akhirnya menyadari apa yang terjadi dengan lingkungannya. Tindakan perbaikan mulai yang konservatif di canangkan oleh masyarakat. Namun berbagai macam percobaan tindakan menyebabkan keadaan lingkungan semakin memburuk. Bahkan terbentuk bagaikan permukaan bulan. Mereka akhirnya sangat menyadari bahwa pulau yang menjadi tempat tinggalnya sangat rentan untuk rusak.

Bangkitnya negara Islandia

Lingkungan yang mudah rapuh lantas menyebabkan Islandia menjadi salah satu negara bagian Skandinavia termiskin. Sejarah kebangkitan Islandia bermula setelah memperoleh pemerintahan sendiri pada 1874. Kedaulatan 1904 dan kemerdekaan penuh dari Denmark pada 1944.

Ikan kod yang diolah menjadi ikan kering menjadi komoditi ekspor negara Islandia. Tujuan ekspor ikan kod kering adalah ke daratan kota-kota Eropa yang sedang tumbuh. Namun, ketiadaan pohon besar menyebabkan Islandia tidak bisa membuat perahu sendiri. Sehingga pengiriman ikan kod kering menggunakan kapal-kapal milik orang Eropa.

ikan kod di negara islandia
Ikan Kod / Wikipedia

Ekspor ikan kod kering yang terus meningkat perlahan-lahan membuat Islandia semakin maju. Pada awal 1900 an mampu menjadi sejarah awal negara Islandia membangun armada sendiri dari logam.

Aktivitas penangkapan ikan kod untuk industri berdampak pesat dengan terus mengalami peningkatan. Hingga pada 1950 total ekspor Islandia sebanyak 95% merupakan produk-produk sumber daya laut. Telah jauh mengalahkan sektor agrikultural yang tadinya sangat mendominasi.

Kini negara yang tadinya termiskin di Eropa, sekarang menjadi negara paling kaya sedunia berdasarkan pendapatan per kapita. Hal itu berdampak pada jumlah penduduk terus meningkat dan separo dari jumlahnya berada di ibu kota Reykjavik. Menjadikan Islandia sebagai negara Skandinavia yang paling terubanisasi.

Cerita kesuksesan Islandia menjadi inspirasi pada sebuah novel. Novel karya Halldor Laxnes tersebut telah memenangi hadiah Nobel. Pada novel terdapat seorang tokoh utama bernama Salka Valka mengucapkan kalimat abadi.

Kalimat hanya mungkin terucapkan oleh seorang masyarakat Islandia. “Pada akhirnya, hidup tak lebih dari sekadar ikan asin.”

Sekian sejarah singkat bangkitnya negara Islandia.

Baca Juga: Sejarah Terbentuknya Pulau Gili Trawangan Lombok

Referensi

Diamond, J. 2019. COLLAPSE. KPG:Jakarta. Diterjemahkan oleh Damaring Tyas Wulandari Palar.