Sejarah Maritim Indonesia

Last Updated on 6 September 2021 by Adha Susanto

Indonesia sebagai negara kepulauan (Archipelago) yang disatukan oleh laut telah dikenal dengan nenek moyang seorang pelaut tangguh. Ketangguhan sebagai pelaut telah menjadi sejarah bahwa Indonesia mempunyai kerajaan maritim yang sangat jaya. Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Malaka merupakan kerajaan maritim terbesar dan sangat jaya di nusantara.

Sejarah kehebatan pelaut Indonesia

Pelaut-pelaut nusantara telah dikenal sebagai pelaut yang ulung. Sejarah mencatat bahwa sejak abad ke-9 M, bangsa Indonesia telah berlayar mengarungi lautan ke barat Samudera Hindia hingga Madagaskar dan ke timur hingga Pulau Paskah. Anthony Reid, dalam buku berjudul Sejarah Modern Awal Asia Tenggara, mengutip catatan Diego de Couto dalam buku Da Asia. Tertulis bahwa orang Indonesia yakni orang Jawa pada awal abad ke-16 lebih dulu berlayar ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar. Artinya pelaut nusantara yaitu orang Jawa lebih dulu sampai daripada pelaut Portugis yang tiba di pertengahan abad ke-16.

sejarah singkat kerajaan maritim indonesia
Kapal Layar Jung: Sejarah Singkat Kerajaan Maritim (https://perikanan38.blogspot.com/)

Berikut adalah uraian singkat sejarah kerajaan maritim terbesar di Indonesia. Tulisan dalam artikel ini diambil dari buku karya Bernhard Limbong dengan judul Poros Maritim Dunia (terbit 2014).

Kerajaan Sriwijaya

Catatan I Tsing yang merupakan seorang bikshu Tiongkok menuliskan bahwa kerajaan Sriwijaya telah ada sejak 671 M. Pemimpin Sriwijaya berdasarkan prasasti Kedukan Bukit tahun 682 M adalah Dapunta Hyang.

Berdasarkan catatan bikshu tersebut di Abad ke-7 kerajaan Malayu dan Kedah merupakan bagian dari kemaharajaan Sriwijaya. Prasasti Kota Kapur yang berangka 686 dan ditemukan di pulau Bangka mencatat beberapa peristiwa penting terhadap penguasaan wilayah sebagai berikut:

  • Kemaharajaan Sriwijaya mampu menguasai bagian selatan Sumatera, pulau Bangka dan Belitung, hingga Lampung
  • Ekspedisi militer yang dilancarkan oleh Sri Jayanasa telah menghukum kerajaan di Jawa yang tidak berbakti pada Sriwijaya. Hal tersebut diketahui berhubungan erat dengan runtuhnya Tarumanegara di Jawa Barat dan Holing di Jawa Tengah

Kawasan kekuasaan dan komoditi perdagangan

Besarnya kekuatan kerajaan Sriwijaya berhasil menguasai wiilayah yang luas dan mengontrol pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Hasil pencatatan sejarah wilayah yang dikuasai yakni Selat Malaka, Selat Sunda, laut China selatan, laut Jawa dan Selat Karimata. Perdagangan rempah dan mineral alam menjadi komoditi utama kerajaan. Hal ini karena ketersediaannya di Indonesia yang berlimpah. Komoditi perdagangan yaitu kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala, kapulaga, gading, emas dan timah.

wilayah kekuasaan sriwijaya
Wilayah kekuasaan (https://www.donisetyawan.com/)

Luasnya daerah kekuasaan sangat berkaitan erat dengan kekuatan armada laut serta kemampuan menjalin hubungan dagang dengan kerajaan lain. Kekuatan armada laut yang besar merupakan modal utama untuk menguasai alur pelayaran dan perdagangan, melindungi kapal-kapal dagang, memungut cukai. Membangun pangkalan armada di kawasan strategis dan menjaga kedaulatan wilayah kekuasaannya. Penguasaan jalur pelayaran dan perdagangan kerajaan Sriwijaya diperkuat hubungan dagang dengan kekaisaran China dan Kerajaan Pala di Benggala India, Kamboja dan Pilipina.

Puncak kejayaan

Kejayaan kerajaan Sriwijaya mencapai puncaknya ditandai dengan kedatangan orang dari berbagai negeri. Ibukota Sriwijaya menadi lokasi bermukimnya para sarjana Budha Mahayana sebelum melanjutkan studi di Universitas Nalada India. Kesaksian atau kemasyuran kejayaan tertulis dalam sebuah catatan sejarah kerajaan maritim yang sukses di Indonesia. Catatan bikshu I Tsing dan Al Masudi seorang musafir sarjana Arab merupakan seorang penulis yang mencatat kejayaan Sriwijaya. Catatan-catatan tersebut menceritakan tentang kerajaan Sriwijaya yang makmur dengan jumlah tentara banyak.

Sejarah Kerajaan Majapahit Indonesia

Setelah runtuhnya Sriwijaya kemudian berdiri kerajaan maritim besar di Jawa yaitu Majapahit. Majapahit adalah kerajaan yang didirikan oleh Naraya Sanggramawijaya (Raden Wijaya) pada tahun 1293 M. Sejarah puncak kejayaan yakni pada masa kepemimpinan Hayam Wuruk pada tahu 1350-1389. Kekuatan politik ekspansi yang dijalankan oleh Pati Mangkubumi Gadjah Mada sangat berpengaruh terhadap luasnya penguasaan wilayah Majapahit. Wilayah kekuasaan terdiri dari Nusantara, Desantra Indocina, dan Dwipantara Cina dan India. 

Kekuatan armada laut

Kekuatan armada laut di pimpin langsung oleh dua tokoh militer luar biasa yakni Mahapati Gajah Mada dan Laksamana Mpu Nala. Armada laut yang dimiliki tercatat sebagai sejarah kerajaan maritim Indonesia dengan jumlah armada sebanyak 400 Jung. Jumlah tersebut mengalahkan armada laut yang dimiliki oleh VOC (Belanda), Spanyol, dan Portugis pada tahun 1674 yaitu 124 kapal. Teknologi kapal yang dimiliki juga lebih canggih dan dilengkapi dengan senjata meriam cetbang dan kapal perang. Kapal diketahui mampu menampung sebanyak 600 orang, sedangkan kapal asing hanya mampu menampung 50 orang.

sejarah kerajaan maritim indonesia
Ilustrasi Armada Laut Kerjaan Majapahit (koransulindo.com)

Komoditi perdagangan

Produk-produk pertanian dan perhutanan merupakan komoditi utama dalam perdagangan. Perekonomian kerajaan yang terus tumbuh telah menjelma kawasan kerajaan sebagai pusat ekonomi. Pembangunan pelabuhan kapal terus bertambah dari kanal-kanal sungai hingga daerah pesisir pantai. Komunitas pedagang juga banyak tumbuh di kawasan pelabuhan hingga terbentuknya kampung-kampung yang berkembang menjadi kota pelabuhan.

Malaka

Jatuhnya kerajaan Majapahit kemudian berdirilah Malaka. Pendiri kerajaan ini adalah seorang pangeran Majapahit bernama Prameswara. Prameswara tiba di Malaka sekitar tahun 1400. Sejarah mencatat bahwa sebelum tiba di Malaka pangeran Prameswara merupakan sesorang yang berhasil meloloskan diri ketika terjadi serangan Majapahit di tahun 1377. Malaka merupakan kawasan yang tercatat sebagai wilayah kekuasaan Majapahit.

Kekuatan kerajaan

Prameswara dan pengikutnya yang dibantu oleh bajak-bajak laut mengubah Malaka menjadi kota pelabuhan besar dan sebagai pusat kegiatan perdagangan. Kegiatan perdagangan yang terus tumbuh menjadikan menjadikan Malaka sebagai bandar besar yang berpengaruh di nusantara. Malaka yang terus tumbuh dan menjadi kerajaan berpengaruh di nusantara tidak terlepas dari hasil persekutuan bersama perompak pengembara Proto-Melayu. Pertumbuhan yang pesat memberikan dampak positif bagi Malaka untuk mendirikan pelabuhan internasional yang besar. Pengembangan Selat Malaka sebagai pelabuhan internasional dilakukan dengan cara memakasa kapal-kapal yang lewat untuk singgah ke pelabuhannya. Fasilitas yang terdapat di pelabuhan cukup baik serta dapat dipercaya sebagai tempat pergudangan dan perdagangan strategis.

Sejarah kejayaan perdagangaan kerajaan maritim Indonesia

Sejarah kejayaan kerajaan maritim Indonesia yang telah tercatat menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan menjadi hal yang sangat penting. Penguasaan kawasan (laut) yang semakin luas memberikan peluang pasar yang semakin luas.

Kenneth R. Hall menyatakan bahwa nusantara mempunyai tiga laut utama, yaitu laut Jawa, laut Flores, dan laut Banda. Hall menambahkan bawa di sekitar abad ke-14 dan awal abad ke-15 zona perdagangan (commercial zones) dibagi menjadi lima.

Pertama, zona perdagangan Teluk Bengal, meliputi pesisir Koromandel di India Selatan, Sri Lanka, Burma (Myanmar), serta pesisir utara dan barat Sumatera. Kedua, Selat Malaka. Ketika, pesisir timur Semenanjung Malaka, Thailand, dan Vietnam Selatan. Keempat, perdagangan Laut Sulu, meliputi pesisir barat Luzon, Mindoro, Cebu, Mindanao, dan pesisir utara Kalimantan (Brunei Darussalam). Kelima, zona laut Jawa, meliputi Nusa Tenggara, kepulauan Maluku, pesisir barat Kalimantan, Jawa, dan bagian selatan Sumatera.

Laut Jawa merupakan zona perdagangan terpenting di Nusantara. Hal ini dikarenakan laut Jawa terintegrasi dengan jaringan pelayaran dan perdagangan. Vincent J. H. Houben menginformasikan bahwa laut Jawa merupakan inti bagi Asia Tenggara dan mempunyai julukan mediterranean sea (laut tengah) Indonesia.

Sekian yang dapat di sampaikan terhadap sejarah singkat kerajaan Indonesia yang berjaya di bidang maritim. Semoga bermanfaat.

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *