6 Contoh Kota di Indonesia dengan Konsep Waterfront City

Last Updated on 22 November 2023 by Adha Susanto

Estimated reading time: 5 minutes

Fasilitas publik menjadi bagian yang vital dalam aktivitas sehari-hari baik di daratan dan tepi perairan. Dan seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, konsep fasilitas publik pun ikut berkembang. Hingga berkembanglah fasilitas publik dengan konsep waterfront city, dan berikut adalah enam contoh kota di Indonesia yang menerapkannya.

Sejak abad ke-19 waterfront city adalah konsep yang teraplikasikan sebagai cara menata kembali kawasan industri yang berada di tepian air atau daerah pesisir.

San Fransisco dan Boston, Amerika Serikat adalah kota yang menerapkan konsep ini untuk merevitalisasi kawasan industri tepian air.

Dengan penataan wilayah tepian air, maka tumbuh pula aktivitas perekonomian dan budaya masyarakat setempat.

Contoh pemukiman tepian sungai di Kalimantan Tengah yang menerapkan penataan ini adalah Kampung Sega, Kota Manis Pangkalan Bun, Kab. Kotawaringin Barat.

Baca Juga: Kampung Sega Pangkalan Bun

Jenis Waterfront City

Di Indonesia konsep waterfront city telah teraplikasikan pada beberapa kota, dan menjadi contoh bagi kota-kota lainnya yang belum menata daerah tepian air.

Penerapan konsep ini pun terbagi dalam dalam dua jenis, yaitu berdasar fungsi dan tipe pembangunan.

Dua jenis konsep penataan kota tepian air yang dimaksud kami uraiakan di bawah, ya.

Tipe pembangunan Waterfront City

Dari tipe pembangunannya konsep waterfront city terbagi menjadi tiga jenis, yaitu konservasi, pembangunan kembali, dan pengembangan.

Konservasi

Tipe konservasi dalam konsep waterfront city sebagai pemeliharaan terhadap daerah tepian air bernilai sejarah. Agar tetap berfungsi dan bermanfaat oleh masyarakat.

Pembangunan kembali

Pada tipe ini dilakukan pembangunan kembali fungsi-fungsi waterfront lama yang masih ada untuk kepentingan masyarakat. Atau memperbaiki fasilitas yang lama agar lebih bagus dan berfungsi dengan baik.

Pengembangan

Nah, di tipe yang terakhir, konsep waterfront city bertujuan untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sarana dan prasarana publik.

Pembangunan waterfront city dilakukan dengan cara mereklamasi pantai. Contohnya, pembangunan kawasan wisata Pantai Losari, Makassar.

Baca Juga: Wisata Malam Pantai Losari Kota Makassar

Fungsi

Penaatan kota tepian air berdasarkan fungsinya terbagi dalam empat fungsi, yaitu Mixed-used waterfront, Recreational, Residential, dan Working.

Contoh Konsep Waterfront City Pantai Losari, Makassar
Contoh Konsep Waterfront City Pantai Losari, Makassar / KKP

Mixed-used waterfront

Pemanfaatan ruang tepi pantai atau sungai untuk berbagai kepentingan masyarakat.

Adapun konsep yang menerapkan fungsi pembangunan ialah wilayah permukiman, perkantoran, restoran, pasar, rumah sakit, dan/atau tempat kebudayaan.

Recreational waterfront,

Kawasan waterfront yang menyediakan sarana-sarana dan prasarana atau fasilitas publik, yaitu: rekreasi atau tempat bermain dan pelabuhan.

Residential waterfront

Konsep penataan kawasan tepian air sebagai wilayah khusus pemukiman seperti perumahan, apartemen, dan resort.

Working waterfront

Penataan kota yang menjadi tempat-tempat atau pusat bisnis seperti penangkapan ikan komersial, reparasi kapal pesiar, industri berat, dan pelabuhan.  

Baca Juga: Tujuan Tol Laut Adalah

Contoh Waterfront City Indonesia

Hampir seluruh kota-kota besar di Indonesia berada di tepian air meliputi laut dan sungai. Dari sekitar 516 kota besar di Indonesia berikut adalah enam contoh kota yang menerapkan konsep waterfront city.

Batam

Kota yang berdekatan dengan negara tetangga Singapura ini ialah kota yang sudah maju dengan penataan yang rapi dan berteknologi canggih.

Terlebih sudah menerapkan konsep waterfront city dengan sejumlah fasilitas penunjang.

Adapun fasilitas waterfront city Batam yang dapat kita jumpai meliputi pelabuhan kapal, hotel, pemukiman, dan wisata berskala internasional.

Palembang

Kota Palembang ialah salah satu kota yang berada di tepian sungai besar, yakni Sungai Musi. Di kota ini perkembangan ekonomi dan sosial terjadi dengan cepat.

Ini dapat kita lihat dari banyaknya event-event internasional yang terselenggara di Indonesia, dan Kota Palembang menjadi bagian dari tuan rumahnya.

Kehidupan atau peradaban masyarakat di Kota Palembang yang tidak jauh dari Sungai Musi menciptakan sebuah inovasi yang besar. Terlebih, kawasan sungai menjadi perhatian serius oleh pemerintah untuk menciptakan ruang indah yang layak menjadi tempat wisata.

Tak heran jika konsep waterfront city Sungai Musi menjadi ide atau inovasi besar terhadap penataan tepian sungai sebagai tempat bermukim dan berwisata.

Baca Juga: Wisata Jembatan Ampera: Sejarah dan Makna

Makassar

Pantai Losari adalah satu di antara tempat wisata ternama di Kota Makassar yang mengusung konsep waterfront city.

Tempat rekreasi, penginapan, perumahan, pasar kuliner, dan pelabuhan kapal dapat Anda jumpai di Pantai Losari. Oleh karena itu, Pantai Losari menjadi salah satu pusat bisnis dengan perkembangan yang pesat.

Melansir dari laman DJPRL KKP, sejak resmi menjadi ruang publik pendapatan pelaku usaha sekitar Pantai Losari mengalami peningkatan meliputi:

  1. pedagang kaki lima meningkat 746 %,
  2. rumah makan meningkat 71 %, dan
  3. pedagang ikan meningkat 30 %.

Baca Juga: Pelabuhan Makassar Soekarno – Hatta

Manado

Daerah lainnya yang masih di Pulau Sulawesi adalah Kota Manado. Manado menata kawasan perkotaannya dengan menerapkan konsep tepian laut yang berada di Pantai Malalayang sepanjang 1,2 km.

Selanjutnya, ruang publik tersebut menjadi tempat wisata dan perekonomian Kota Manado yang modern. 

Labuan Bajo

Contoh Waterfront City Labuan Bajo Indonesia
Contoh Waterfront City Labuan Bajo Indonesia / Brantas Abipraya

Siapa yang tak mengenal Labuan Bajo? Destinasi wisata yang mendunia ini mejadi salah satu daftar tempat yang harus dikunjungi.

Pasalnya, Labuan Bajo, selain kaya dengan aneka fauna di bawah laut juga menjadi daerah dengan konsep kota tepian laut modern (waterfront city).

Waterfront city Labuan Bajo adalah satu contoh ruang publik yang terfungsikan untuk meningkatkan ekonomi Indonesia di sektor pariwisata.

Pada lokasi tersebut tersedia berbagai fasilitas penunjang wisata meliputi pelabuhan kapal, penginapan, lapangan bola, dan lain-lain.

Jayapura

Kota Indonesia lainnya yang menerapkan konsep waterfront city adalah Kota Jayapura.

Berada paling Timur Indonesia, kota yang terkenal dengan kekayaan biota laut, dan terdiri dari pulau-pulau yang masih asri ini menjadi destinasi wisata ternama.

Agar menjadi kawasan wisata yang berkelas, pemerintah setempat pun membangun waterfront city yang berfungsi untuk mendukung kegiatan masyarakat dan wisatawan.  

Baca Juga: