Wisata Jembatan Ampera: Sejarah dan Makna

Last Updated on 29 August 2021 by Adha Susanto

Jembatan Ampera adalah jembatan yang terletak di Kota Palembang. Nama jembatan Ampera merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Palembang. Namun, Ampera bukanlah nama aslinya sejak selesai pembangunan. Tapi telah mengalami perubahan saat masa Orde Baru. Berikut adalah uraian singkat mengenai keindahan dan sejarah jembatan Ampera.

Sejarah singkat jembatan Ampera

Rencana pembangunan jembatan

Wilayah Palembang terpisahkan oleh sungai Musi. Sehingga ada wilayah Palembang Ulu dan Ilir. Untuk tetap terhubung dahulu masyarakat Palembang Ulu dan Ilir memanfaatkan perahu atau kapal kecil untuk berbagai macam kegiatan salah satunya adalah berdagang. Harapan masyarakat akan pembangunan jembatan yang akan menjadi penghubung Ulu dan Ilir sangatlah besar.

Harapan masyarakat mulai terpenuhi Ketika isu pembangunan jembatan Musi terus bergulir. Dan ternyata rancangan pembangunan jembatan sudah sejak jaman pemerintah kolonial, yaitu masa walikota Le Cocq d’Armandvile pada tahun 1924.

Dana pembangunan jembatan

Proyek pembangunan jembatan pada masa itu menjadi jembatan terbesar yang pernah ada di Indonesia. Tepatnya pada 10 April 1962 secara resmi Bung Karno meresmikan proyek jembatan dengan meletakkan pancang tiang. Masyarakat Palembang bersorak – sorak gembira pada saat peresmian pembangunan pada saat itu. Dan menjadi bagian dari sejarah pembangunan jembatan Ampera yang melewati sungai Musi.

Pembangunan jembatan menggunakan dana dan arsitek dari Jepang yang memang paham betul tentang bagaimana pembangunan jembatan yang tahan gempa. Dana pembangunan jembatan pada masa itu sebesar 20 juta dollar. Dana sebesar bersumber dari pemapasan dana perang dari Pemerintah Jepang.

Awal mula pemberian nama jembatan

Tahun 1965 jembatan telah selesai pembangunannya. Namun, saat peresmian Bung Karno tidak dapat menghadirinya. Gubernur Sumatera Selatan yang Bernama Brigdjen A.H. Jazid Bastomi lah yang meresmikan pengoperasian jembatan. Jembatan pun diberikan nama “Jembatan Bung Karno”. Sebagai wujud penghormatan karena Bung Karno telah memperjuangkan pembangunan jembatan di atas sungai Musi tersebut.

Perubahan nama jembatan

Saat tahun 1966 ketika demonstrasi terus berlangsung muncul konspirasi Gestapu 65. Selain itu ada yang menyatakan faktor politik masa Orde Baru yang tidak menyetujui nama jembatan Musi tersebut dinamakan jembatan Bung Karno.

Karena terdapat keinginan rakyat, dampak politik, dan faktor-faktor yang lainnya. Nama jembatan pun dirubah menjadi “Jembatan Ampera” yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat. Dan nama jembatan berubah menjadi Ampera memiliki makna bagi masyarakat.

Makna jembatan Ampera

Maksud berubahnya nama menjadi Jembatan Ampera merupakan sebagai makna bdari penderitaan masyarakat Palembang karena sudah sekian puluh tahun terjajah. Dengan peristiwa yang dianggap masyarakat sangat menyedihkan dan membuat sengsara rakyat.

Maka setelah itu diharapkan tidak adalagi penjajah di Palembang serasa senang dan merdeka. Serta jembatan menjadi sebuah simbol makna kemerdekaan dari amanat penderitaan rakyat Palembang.

Ukuran jembatan

Sejak awal peresmian hingga sekarang keindahan jembatan Ampera memang menakjubkan. Terutama pada bagian tengah jembatan yang sepanjang kurang lebih 75 meter itu dapat terangkat ketika ada kapal besar yang lewat. Namun, sekarang sudah tak bisa terangkat lagi karena telah termakan usia.

Panjang jembatan dari wilayah Ilir sampai daratan ulu adalah 1.117 meter. Lebar badan jembatan adalah 22 meter. Dan jembatan menjadi jalan operasional umum yang banyak manfaatnya bagi masyarakat Palembang.

sejarah keindahan jembatan ampera
Wisata jembatan ampera

Keindahan jembatan Ampera

Wisata ke Kota Palembang tak lengkap rasanya saat malam hari tidak menikmati keindahan jembatan Ampera. Jembatan memiliki lampu – lampu dengan pencahayaan yang menawan.

Anak muda pun banyak memanfaatkan pencahayaan jembatan sebagai moment terbaik untuk berfoto. Apalagi saat ini terdapat kafe modern ternama yang menambah daya tarik dan menjadi pusat keramaian Kota Palembang.

Bila ingin lebih dekat lagi dengan Kota Palembang maka dapat memanfaatkan MRT yang ada. MRT pun melintasi tepat diatas jembatan dan kalian akan menikmati keindahan sungai Musi sekaligus kota Palembang. 

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *