7 Jenis Bangunan Pelindung Pantai

Last Updated on 29 August 2021 by Adha Susanto

Gelombang dan arus yang menuju ke pantai menyebabkan terjadinya erosi dan akresi. Untuk mengurangi terjadinya erosi dan akresi. Maka di pantai terdapat sebuah bangunan yang memiliki fungsi mengatasi permasalahan tersebut. Seperti seawall yang merupakan salah satu jenis dari bangunan yang memiliki fungsi mengurangi gelombang dan arus laut yang menuju ke pantai.

Penetapan kawasan bangunan peindung pantai

Pembangunan pelindung pantai didasarkan atas skala prioritas yang lebih tinggi. Terutama untuk wilayah yang berkaitan dengan jiwa dan perekonomian daerah yang vital. Skala prioritas pembangunan pelindung pantai adalah sebagai berikut:

  1. tempat usaha, tempat ibadah, kawasan wisata, jalan negara, daerah perkotaan dan sebagainya
  2. desa, bandar udara, jalan provinsi, pelabuhan dan sebagainya
  3. tempat wisata domestik, tambak intensif dan lahan pertanian
  4. lahan pertanian dan tambak tradisional
  5. hutan lindung, hutan bakau
  6. sumber material, bukit pasir dan tanah kosong

Cara dan fungsi bangunan melindungi garis pantai

Setiap jenis bangunan pelindung pantai pada umumnya memiliki fungsi yang sama. Yakni menahan atau memperkecil laju aliran energi dari pergerakan arus dan gelombang dari laut. Dengan menahan dan memperkecil aliran energi maka erosi dan akresi yang sering terjadi di wilayah pantai dapat diminimalisir. Maka untuk meminimalisisrnya dapat dilakukan perlindungan dengan beberapa cara sebagai berikut:

  1. Mengurangi energi gelombang menuju pantai
  2. Mengubah laju angkutan sedimen sejajar pantai
  3. Memperkuat tebing pantai
  4. Menambah suplai sedimen ke pantai
  5. Stabilisasi muara sungai
  6. Melakukan penghijauan daerah pantai

Jenis – jenis bangunan pelindung pantai

Pelindung pantai yang memiliki fungsi untuk mengurangi laju erosi dan akresi adalah sebagai berikut.

Breakwater

Mengurangi energi gelombang yang menuju ke pantai dapat dilakukan dengan membuat bangunan pemecah gelombang. Dengan terpecahnya gelombang yang menuju ke pantai maka arus yang ada didalamnya akan melemah. Arus yang melemah akan mengurangi terjadi erosi pantai.

Fungsi lain dari jenis breakwater adalah mampu menahan arus yang membawa sedimen ke laut. Sedimen yang tertahan akan membentuk endapan diantara breakwater dengan garis pantai. Endapan tersebut disebut sebagai tombolo. Proses terbentuknya tombolo ini pun membutuhkan waktu yang relatif panjang.

Groin

Jenis bangunan pelindung pantai yang memiliki fungsi mengubah laju angkutan sedimen sejajar pantai adalah Groin. Groin dibangun tegak lurus dengan pantai. Dan efektif diaplikasikan pada pantai yang berpasir daripada berlumpur.

Revetment

Untuk melindungi pemukiman dan tanah diwilayah pantai dapat dibangun konstruksi pelindung seperti Revetment. Revetment adalah jenis bangunan yang memiliki fungsi memperkuat tebing pantai. Dan melindungi tanah atau bangunan di belakang dinding/revetmen dari gemburan gelombang. Umumnya pengaplikasian Revetment berada di wilayah pantai dengan gemburan gelombang relatif kecil.

Seawall

Seawall adalah bangunan untuk memperkuat tebing pantai yang letaknya sejajar garis pantai. Fungsi utama seawall adalah menahan energi gelombang yang besar yang dapat menyebabkan erosi pantai. Selain itu dapat juga difungsikan sebagai penahan timbunan tanah.

Bulkhead

Demikian juga degan bulkhead atau turap baja. Turap baja diaplikasikan di pantai yang bergelombang sedang. Letaknya berada sejajar dengan garis pantai yang memiliki fungsi menahan lajur erosi pantai dan tumpukan tanah reklamasi.

Jetty

Permasalahan sand spit yang menutup wilayah muara sungai menjadi penghambat aktivitas transportasi air. Maka pembangunan Jetty menjadi salah satu penanganannya untuk menstablisasi muara. Jetty adalah bangunan pelindung yang letaknya tegak lurus dengan garis pantai.

Beach nourishment

Sistem perlindungan garis pantai berupa Beach nourishment adalah perlindungan pantai dengan menambah suplai sedimen. Prinsip utamanya adalah dengan mensuplai sedimen di wilayah pantai yang rawan erosi. Atau mengembalikan garis pantai yang tererosi dengan cara menambah sedimen dari daratan atau laut.  

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *