Last Updated on 29 January 2026 by Adha Susanto
Jauh sebelum peradaban manusia mengenal uang logam atau kertas, kerang cowrie adalah alat tukar yang bernilai pada tahun 1200 SM. Tapi, apakah itu kerang cowrie?
Sumberdaya laut merupakan harta berharga yang menopang kehidupan dan membentuk peradaban sejak ribuan tahun lalu hingga kini.
Dan laut masih menyimpan kekayaannya dengan wujud cair, padat, dan gas.
Untuk kerang cowrie mungkin jadi hewan laut satu-satunya yang cangkangnya pernah menjadi alat tukar bernilai di sepanjang sejarah peradabam manusia.
Nah, di peradaban manusia modern, ada komoditas yang juga berasal dari laut, yakni mutiara laut. Kilaunya yang tajam jadi ciri khasnya sebagai perhiasan mewah walau hanya sebutir pasir yang berlapis nakre.
Lalu, apa yang membuat kerang satu ini begitu spesial sejak ribuan tahun lalu?
Yuk, simak ulasan singkatnya di bawah ini!
Baca Juga: Proses Terbentuknya Cangkang Kerang
Daftar Isi
Apa itu kerang cowrie?
Ia masih berasal dari filum Moluska, namun bukan dari kelas bivalvia seperti kerang hijau, kerang darah, dan kerang simping.
Kerang cowrie adalah kerang yang termasuk dalam kelas gastropoda. Teman satu kelasnya adalah siput laut atau nudibranch dan abalon.
Jika kita perhatikan dari bentukan cangkangnya saja sudah beda.
Pasalnya, kerang-kerangan yang dari kelas gastropoda punya cangkang berpilin. Pilinan cangkang tidak pernah kita temui pada kerang dari kelas bivalvia.

Pilinan cangkang sebagian besarnya mengarah ke kanan, dan hanya sebagian kecil yang berpilin ke kiri.
Untuk bergerak, kerang jenis ini menggunakan perutnya seperti kebanyakan hewan dari kelas gastropoda, siput laut, misalnya.
Hewan ini juga berkembang biak.
Meski kerang cowrie adalah kerang yang punya kelamin ganda atau hermaprodit, tapi keran jenis ini tidak bisa membuahi dirinya sendiri.
Kerang jenis ini masih membutuhkan spermatozoa dari pejantannya untuk membuahi sel telur.
Penyebaran kerang ini juga luas, mulai dari perairan Indo Pasifik Barat, Afrika Timur, Pasifik Tengah, Australia Utara, Filipina, Jepang dan Indonesia.
Perairan tropis seperti di Indonesia, kerang-kerang ini ada di daerah pantai Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku serta Papua.
Perairan intertidal atau pasang surut yang banyak ditumbuhi lamun dan algae adalah habitat kerang cowrie untuk mencari makan dan mempertahankan populasinya.
Untuk ukurannya bervariasi antara 9 dan 50 mm. Sedangkan dari warnanya, sebagian besar berwarna putih pucat atau kuning pucat, hijau pucat, kadang dengan cor gelap pada dorsum.
Serta mempunyai dua garis kuning atau oranye di sepanjang sisi atas. Garis-garis ini hampir menyentuh pada ujungnya yang memberi kesan sebuah cincin.
Baca Juga: Kerang Bulu: Ciri & Bedanya dari Kerang Dara
Fakta menarik tentang kerang cowrie
Cypreae moneta dan C. annulus, adalah dua jenis kerang yang populer sejak ribuan tahun lalu sebagai alat perdagangan.
Ada sejumlah fakta menarik yang membuat kerang cowrie sebagai hewan laut yang bernilai.
Alat tukar
Penggunaan cangkang kerang sebagai alat tukar diperkirakan terjadi pertama kalinya pada masa Dinasti Shang (1766–1050 SM).
Pada masa itu, sistem penukaran dengan cangkang kerang diatur dalam p’eng yang terdiri dari 10 buah kulit kerang.
Cangkang kerang cowrie dipilih karena sudah memenuhi aspek-aspek dari alat tukar pada masa itu.
Kenyamanan, daya tahan, dapat dibagi, dan mudah untuk diidentifikasi merupakan kriteria-kriteria alat tukar pada masa itu.
Lalu bagaimana penentuan nilai cangkang kerangnya?
Di zaman peradaban manusia ribuan tahun lalu, cangkang kerang cowrie adalah cangkang yang punya nilai berdasar dari jarak asalnya.
Semakin jauh jarak asalnya, nilainya bertambah mahal. Demikian juga sebaliknya, jika kerang sangat gampang ditemui, tidak bernilailah cangkang kerangnya.

Fungsinya sebagai alat tukar bisa dijumpai di Indonesia.
Di Papua Pegunungan yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea ada suku-suku yang menggunakan cangkang kerang cowrie sebagai alat tukar.
Suku Kapauku, suku Ngalum, suku Timorini, dan suku Dani adalah suku yang menggunakan cangkang kerang cowrie sebagai alat tukar yang nilainya tergantung dari warna, usia dan sejarahnya.
Cangkang kerang dengan nilai tertinggi biasanya menjadi mas kawin untuk menikahi seorang wanita atau membayar utang nyawa manusia yang hilang karena perang antar suku.
Jimat
Karena dari bentuknya, cangkang kerang satu ini juga dianggap punya nilai lain selain sebagai alat tukar, jimat, misalnya.
Bentuknya seperti mata setengah tertutup dipercaya sebagai sebuah jimat penolak “bencana.”
Ada pula di daerah lain, karena bentuknya seperti kemaluan wanita, cangkang kerang cowrie adalah jimat untuk penolak mandul.
Itulah uraian singkat tentang apa itu kerang cowrie yang ternyata juga ada di Indonesia dan digunakan sebagai alat tukar di daerah Papua Pegunungan.
Masih banyak informasi lainnya yang menarik untuk Anda ketahui.
Yuk, simak artike-artikel lainnya di blog ini!
Baca Juga: 3+ Manfaat Kerang Bambu atau Lorjuk
Referensi:
- Fungsi Kulit Kerang C. moneta dalam Perdagangan di Pegunungan Tinggi Papua
- Mata Uang dari Cangkang Kerang
- Sistem Pembayaran di Indonesia
