Last Updated on 7 January 2026 by Adha Susanto
Ada yang sesuai harapan dan tentunya ada juga yang tidak sesuai selama satu tahun terakhir yang sudah menjadi ceritaku di tahun 2025.
Tahun sebelumnya aku pernah menulis apa yang udah aku capai selama satu tahun.
Kemudian, pada tahun berikutnhya juga aku tuliskan apa yang menjadi rencanaku selama satu tahun ke depan.
Ya, seperti ikut-ikutan tren media sosial yang sliweran itu lah. Tapi aku lebih seneng kalau semuanya dalam bentuk tulisan.
Selain emang jadi wadah aku buat konten, juga jadi sarana atau fasilitas yang nyaman untuk cari arsip-arsip konten. Beda banget sama pengelolaan konten di media sosial, Instagram misalnya.
Soalnya kalau di sosial media sudah pasti harus scroll jauh sampai dalem. Tau-tau kelewatan tuh.
Kalau di website personal kan enak. Klik kolom pencarian terus ketikkan kata kunci, buum, muncul deh. Simpel banget.
Bukan hanya itu, dengan menulis juga lebih terasa apa yang aku rasakan dan bisa aku rasakan pada suatu hari nanti kalau aku membacanya kembali.
Ada banyak cerita di tahun 2025, tapi sayangnya tidak bisa aku ceritakan semuanya. Sisanya cukup jadi ceritaku saja di tahun 2025.
Apa aja ceritanya di tahun 2025 ini?
Yuk, kepoin sampai akhir!
Baca Juga: Ini 4 Rencana 1 Tahun ke Depan
Daftar Isi
Ceritaku di sepanjang tahun 2025
Pembukaannya agak sedikit panjang, maaf, ya.
Target satu tahun
Seperti yang aku tulis di artikel tahun 2025, ada beberapa target yang aku rencanain dan capai yang terdiri dari:
Baca enam buku parenting
Kita mulai dari rencana yang pertama, “baca enam buku parenting.”
Rencana hanya tinggal rencana aja. Tahun ini aku tidak bisa memenuhi enam buku itu. Tidak banyak buku parenting yang membuatku tertarik untuk beli dan kemudian baca.
Kalau gak salah aku hanya baca buku parenting tiga hingga empat buah saja.
Pilihannya malah ke buku-buku sosial politik yang makin seru dan makin sakit banget deh bacanya.
Udah tatanan atau keseimbangan kehidupan sosial politik di negara kita dan negara-negara maju atau besar lainnya juga.
Produksi sawit meningkat
Kalau target kedua ini aku suka banget, “ningkatin produksi perkebunan kelapa sawit bisa meningkat.”
Alhamdulillah produksi kebun nyenengin. Walau kebun sawit masih banyak yang Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
Terapin strategi nyicil pembayaran pupuk sangat membantu untuk ningkatin dan ngurangin beban pikiran kebun.
Konsisten menulis di blog
Di tahun 2025 aku juga menargetkan untuk “bisa konsisten menulis di tiga blog” yang aku kelola. Dan ceritaku kelola blog di tahun 2025 ini gak tak buat panjang.
Pada intinya aku masih aktif menulis di tiga blog dengan strategi yang aku miliki.
Nulisnya bukan untuk buat satu artikel utuh gitu. Tapi ada juga untuk buat satu artikel utuh, sisanya aku hanya update artikel-atikel yang ada.

Tahun 2025 aku lebih banyak balikin artikel-artikel yang nggak keindeks oleh google. Setelah coba telusuri apa penyebabnya, akhirnya artikel-artikel yang ada aku perbaikin.
Trafik tayangan artikel di laporan real time google search console pun udah kelihatan naik.
Publikasi karya ilmiah
Untuk rencana tahun 2025 yang boleh kusebut gagal banget adalah “publikasi karya ilmiah.”
Submit jurnal udah dari tahun 2024, tahun 2025 yang ada pergerakan cuman satu aja. Itu pun sampai akhir tahun ini masih stuck di status review aja.
Aku pun yang gabut itu selalu cek posisinya apakah sudah dikirim balik hasil review biar segera aku revisi gitu kan.
Jadi, gak ada satu pun karya ilmiah yang aku tulis itu publish.
Selama tahun 2025 aku juga punya cerita lainnya yang nyenengin
Satu tahun ini, aku dan keluarga punya momen yang nyenengin seperti berikut.
Istri hamil
Nunggu cucu jadi momen yang banyak ditunggu oleh orang tua.
Demikian juga kami, walau kami sempat menundanya selama setengah tahun. Pada akhirnya di akhir tahun 2024, istri positif hamil. Bulan September jadi bulan HPL atau kelahiran bayi kami.
Bareng temen bentuk komunitas baca buku di Sukamara
Di dekat-dekat akhir bulan Juni tahun 2025 ada momen penting yang aku laluin bareng temen-temen.
Niatan untuk bentuk komunitas baca di Sukamara itu kesampean juga.
Jadi, pada malam hari tanggal 20 Juni 2025, aku dan teman-teman yang akrab itu pun kumpul di Kiasu Space untuk bentuk komunitas.
Malam itu kami konsep bareng komunitas baca yang kami inginkan.
Dengan merangkak, komunitas baca yang punya nama Akal Aksara jadi komunitas baca buku pertama di Sukamara.

Dalam satu bulan ada dua kali pertemuan. Setiap pertemuan paling banyak 10 hingga 15 orang. Jumlah yang rame sih untuk komunitas yang masih seumur jagung.
Di setiap pertemuan ada aja sesi diskusi yang menarik. Mulai dari pembahasan buku dan isu politik di Indonesia.
Baca Juga: Bermula dari Minat yang Sama, Lahirlah Komunitas Baca Buku di Sukamara
Anak pertamaku launching
Ceritaku yang berkesan di tahun 2025 ini adalah kehadiran buah hati di bulan September.
Malamnya aku masih asik banget main futsal. Pulangnya jam 10 malam, terus istri mulai sakit perutnya jam 12 malam. Aku yang masih belum tidur nyenyak agak sedikit susah buka mata.
Kami pun suka berpikiran kalau itu hanya kontraksi palsu, karena memang sering demikian.
Jam setengah tiga dini hari kami telpon bidan yang juga tetangga kami.
Datang ke rumah untuk cek, ternyata sudah pembukaan lima.
Di jalanan Sukamara yang sepi kami ke klinik bersalin.
Jam 03.43 WIB, anak pertama kami lahir dengan jenis kelami laki-laki.
Aku pun gagap banget di hari pertama jadi bapak.
Satu selapan kemudian keluarga istriku datang ke rumah untuk ikut bareng-bareng ikut doain cucu di acara tasmiyahan.
Selama satu minggu keluarga istriku ada di Sukamara. Cepet banget berlalunya, aku yakin mereka pasti belum puas cium gembulnya pipi cucu laki-laki di Kalimantan.
Kesampean juga untuk punya kendaraan kebun
Bisa lebih cepet dan nggak capek di kebun untuk angkut buah dan pupuk jadi keinginan yang sudah lama.
Pada tahun 2025, keinginan itu terwujud, dan pekerjaan kebun jauh lebih mudah, efektif, dan aman.
Tapi juga tidak dengan biaya yang terjangkau. Ada yang harus dikorbankan untuk bisa mencapai keinginan satu ini.
Sudah garis ketentuan seorang staff biasa
Jadi staff biasa saja di kantor biar gak banyak pikiran dan beban yang tidak terduga.
Penting skill masih bisa untuk terus diasah dengan belajar mandiri dan manfaatin waktu luang saat di kantor dan di rumah. Pastikan diri sendiri untuk bisa tumbuh dan berkembang.
Sudah lumrah di kantor jika ada hubungan yang tidak pas dengan pimpinan.
Kadang yang bener raja bisa dikatain salah. Apalagi yang salah, hancur deh.
Tidak teliti memang jadi permasalahan klasik semua orang.
Emosional yang nggak terkendali bisa nyakitin orang.
Jadi perhatian pribadi juga sih kalau lagi pusing dan capek itu jangan sampai amarah yang berkuasa.
Ujung-ujungnya nyesel sendiri dan bahkan malu sendiri.
Serta tidak mencari-cari kesalahan orang lain juga perlu aku garis bawahi.
Lagi tertarik banget belajar dunia teknologi
Di penghujung tahun 2025 aku punya ketertarikan untuk belajar bahasa pemrograman dan web developer.
Pilihan ini memang terkait dengan kebutuhan aku untuk bisa publikasi karya ilmiah, ngolah data, dan ngelola website.
Nah, itulah ceritaku di sepanjang tahun 2025.
Untuk tahun depan juga ada rencana yang aku ingin capai.
Semoga aja ada sumberdaya memadai untuk mencapai semuanya.
Baca Juga: Kehilangan Barang Bukan Tanggungjawab Kami: Lari dari Tanggungjawab!

