Sejarah Perkembangan Industri Maritim Indonesia

Last Updated on 9 December 2023 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Negara yang mampu memanfaatkan sumber daya laut untuk kejayaannya disebut negara maritim. Indonesia sebagai negara maritim hingga kini terus berupaya meningkatkan ekonomi di bidang maritim. Perkembangan ekonomi dan industri maritim nusantara yang telah terlalui sejak zaman pra kolonial telah menjadi catatan sejarah yang tidak singkat. Upaya pengembangan dan pembangunan infrastruktur terus di gencarkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sektor maritim.

Catatan sejarah industri maritim Indonesia sejak zaman prakolonial hingga program Nawacita menjadi data-data perkembangan pembangunan kemaritiman. Dalam artikel singkat ini akan diuraikan sejarah perkembangan ekonomi dan industri maritim yang terhimpun dari berbagai sumber ilmiah.

Sejarah singkat industri maritim era prakolonial

Penemuan situs sejarah tentang industri maritim prakolonial bermula dari penemuan gua di Muna, Seram dan Argumi. Pada gua tersebut terdapat gambar perahu-perahu layar. Yang menandakan adanya aktivitas industri kemaritiman berupa perdagangan.

Selain itu perkembangan sejarah industri maritim adalah ditemukannya benda yang mirip antara benda di pulau Jawa dan Australia. Penemuan benda sejarah tersebut mengartikan bahwasannya kontak budaya dan perekonomian antar benua sudah lama terjadi.

Perkembangan sejarah industri maritim era kolonial

Pada masa era kolonial sejarah singkat perkembangan industri maritim nusantara tak lepas dari aktivitas kongsi dagang Belanda. Kedatangan kongsi dagang Belanda yang disebut sebagai VOC bermula dari informasi Cornelis de Houtman.

Ketika Cornelis de Houtman mendarat di Banten, dia heran dengan aktivitas perdagangan antar negara yang saat itu. Kemudian dia membawa sampel komoditi perdagangan nusantara ke Belanda. Saat sampai di Belanda Cornelis de Houtman menyampaikan informasi ini ke perusahaan perdagangan. Akhirnya perusahaan-perusahaan perdagangan Belanda tertarik. Sejak itulah menjadi sejarah penyebab kedatangan perusahaan dagang ke nusantara. Yang ikut meramaikan industri maritim.

Ramainya kegiatan perdagangan di Belanda kemudia melaharikan sebuah kongsi dagang. Kongsi dagang berguna untuk mengatur harga komoditi rempah yang ada di Belanda dan juga nusantara. Namun, kongsi dagang Belanda ini semakin meluas dan memonopoli semua perdagangan rempah dan industri maritim. Sehingga mematikan perkembangan industri maritim nusantara.

Tak hanya cukup di monopoli perdagangan saja. Kongsi dagang Belanda juga melakukan penguasaan wilayah laut. Penguasaan ini meliputi wilayah perairan strategis Indonesia. Serta melindungi aktivitas pelayaran perdagangan mereka dengan menurunkan sejumlah kekuatan militernya.

Sejarah perkembangan industri maritim Indonesia pasca kolonial

Industri maritim Indonesia pada era pasca kolonial mengalami banyak hambatan. Banyak pergolakan dan pemberontakan di berbagai daerah yang menjadi faktor penghambat perkembangan ekonomi dan industri maritim.

sejarah perkembangan ekonomi industri maritim nusantara indonesia
Ilustrasi Perkembangan Industri Maritim port of de Barcelona (Freepik.com)

Estafet kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan menjadi catatan sejarah. Berikut ulasan singkat sejarah perkembangan industri maritim pasca kolonial:

Ir. Soekarno

Kepemimpinan Ir. Soekarno industri maritim diterjemahkan kedalam WAWASAN NUSANTARA dengan adanya Deklarasi Djoeanda. Deklarasi berisikan penegasan bahwa wilayah darat dan laut adalah satu kesatuan.

Soeharto

Pada masa kepemimpinan Soeharto Indonesia diakuai sebagai negara kepulauan (Archipelagic) pada konvensi PBB menurut UNCLOS 1982. Pengakuan tersebut kemudian diratifikasi dalam UU No. 17 taun 1985 tentang hukum laut yang telah tersahkan pada konvensi PBB. Kemudian mulai diberlakukan di Indonesia sejak 16 November 1994-sekarang.

B.J. Habibie

Deklarasi Bunaken menjadi semangat untuk terbentuknya pembangunan ekonomi industri maritim Indonesia. Isi dari deklarasi Bunaken adalah laut merupakan peluang, tantangan dan harapan untuk masa depan persatuan, kesatuan dan pembangunan bangsa Indonesia.

Abdurrahman Wahid

Saat kepemimpinannya menjadi catatan sejarah penting terhadap perkembangan industri maritim. Abdurrahman Wahid mengimplementasikan pperjuangan dari BJ. Habibie dengan mendirikan Departemen Eksploitasi Laut. Yang mana departemen tersebut adalah cikal bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Megawati Soekarnoputri

Masa kepemimpinan Megawati pembangunan ekonomi dan industri maritim Indonesia adalah pencanangan seruan Sunda Kelapa. Dalam pencanangan seruan Sunda Kelapa terdapat lima pokok pikiran dengan dasar membangun bersama-sama kekuatan sektor maritim.

Isi pemikiran tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Membangun kembali wawasan bahari
  2. Menegakkan kedaulatan secara nyata di laut
  3. Mengembangkan industri dan jasa maritim secara optimal dan lestari bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
  4. Mengelola kawasan pesisir, laut dan pulau kecil
  5. Mengembangkan hukum nasional di bidang maritim

Susilo Bambang Yudhoyono

Pembangunan sektor industri maritim di masa SBY adalah tercanangkan dalam peringatan hari nusantara. Pada hari nusantara tersebut menjadi sejarah penyampaian arah pemikiran pembangunan ekonomi dan industri maritim Indonesia.

Isi dari pidatonya adalah sebagai berikut:

  1. Tahun 2006 isi pidatonya adalah mencanangkan pembangunan seimbang antara matra darat dengan matra laut (ocean based development)
  2. Tahun 2008 isi pidatonya adalah menegaskan pembangunan wawasan bahari dan pembangunan bahari di Indonesia

Joko Widodo 2014-2019

Menuju Indonesia sebagai negara maritim pemerintahan Jokowi tercanangkan pada kebijakan poros maritim dunia. Kebijakan poros maritim dunia menjadi program nawacita presiden Joko Widodo. Pada kebijakan ini menjadi sejarah perkembangan ekonomi dan industri maritim Indonesia yang modern. Salah satunya dengan terlahirnya program tol laut dan pembangunan infrasturktur pelabuhan yang modern. Dengan program tol laut maka konektivitas antar pulau semakin baik dan memperlancar pengiriman barang dan logistik ke daerah Timur Indonesia.