Jentik Nyamuk Untuk Cupang dan Lele

Last Updated on 23 August 2021 by Adha Susanto

Para pembudidaya ikan cupang dan lele banyak memanfaatkan jentik nyamuk untuk makanan alami yang murah meriah. Selain murah meriah ternyata jentik nyamuk memiliki kandungan gizi seperti protein.

Kehidupan jentik nyamuk

Saat musim hujan tiba maka banyaklah tempat – tempat yang tergenang air. Genangan air hujan akan menjadi tempat bagi nyamuk – nyamuk untuk menetaskan telur – telurnya.

Pada siklus kehidupannya nyamuk adalah hewan dengan metamorphosis yang sempurna. Metamorphosisnya bemula dari tahapan telur, larva, pupa dan imago atau dewasa.

Setiap individu nyamuk betina umumnya mampu menghasilkan telur sebanyak 100 butir. Selama dua hari kemudian telur – telur menjadi larva atau jentik.

Fase – fase jentik nyamuk

Pada siklus fase inilah pembudidaya ikan cupang dan lele memanfaatkan jentik nyamuk untuk makanan alami. Fase jentik terdiri dari beberapa stadium instar yakni I – IV selama 4 – 9 hari. 

kandungan gizi jentik nyamuk untuk makanan alami ikan cupang lele
Makanan alami ikan lele

Setiap fase stadium instar jentik memiliki ciri khasnya masing – masing sebagai berikut:

  1. Tubuhnya sangat kecil dengan ukurannya hanya 1 – 2 mm dan warnanya yang transparan
  2. Ukurannya sudah mencapai 2,5 – 3,9 mm dan terlihat berwarna hitam
  3. Saat jentik nyamuki memasuki stadium instar ke tiga bentuk tubuhnya mencapai 4 – 115 mm dengan warna tubuhnya cokelat kehitaman
  4. Fase larva yang sudah memiliki bagian tubuh yang telah lengkap

Setelah melewati fase jentik maka akan masuk pada fase kehidupan yang disebut pupa. Fase pupa adalah fase siklus kehidupan dengan bentuk tubuhnya yang bengkok. Pada bagian kepala dada lebih besar daripada perutnya. Setelah 7 – 10 hari pupa akan berubah menjadi imago atau nyamuk seutuhnya.

Kandungan gizi jentik nyamuk

Untuk memenuhi kebutuhan gizi seperti protein pada ikan cupang dan bibit lele. Jentik nyamuk memiliki kandungan gizi seperti protein 48,72% dan lemaknya 13,5%.

Dengan kandungan protein yang sudah melebihi 30%. Maka sangat cocok sekali jentik sebagai makanan alami cupang dan lele. Kelebihan lainnya makanan alami ini adalah mudah kita peroleh dan mudah di budidayakan.

Manfaat lainnya

Memanfaatkan jentik nyamuk sebagai makanan alami ikan adalah salah satu kontrol alami untuk mengurangi wabah demam berdarah.

Kita telah ketahui bersama saat musim hujan banyak sekali air yang menggenang. Air menggenang merupakan tempat favorit bagi nyamuk untuk menetaskan telur – telurnya. Jentik pun akan semakin melimpah yang akan menjadi dewasa dan memicu adanya wabah demam berdarah.

Gerakan 3 M (menguras, menutup, mengubur) pun menjadi program pemerintah untuk mengatasi wabah demam berdarah.

Solusi lainnya tercanangkan oleh pembudidaya ikan cupang dan bibit lele adalah manfaatkanlah jentik nyamuk untuk makanan alami ikan.

Manfaat budidaya ikan pun sangat besar. Selain untuk mengisi hobi juga dapat mengontrol pupulasi nyamuk penyebab demam berdarah. Sebab jentiknya dapat menjadi makanan alami ikan budidaya.

Jadi ayo galakkan budidaya seperti ikan hias cupang, mas koki, zebra fish dan lain sebagainya. Karena berbudidaya ikan memiliki nilai manfaat yang tinggi.

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *