Apakah Ikan Pernah Merasa Kedinginan?

Last Updated on 9 December 2023 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Salah satu contoh ciri hewan berdarah dingin seperti ikan adalah kemampuan tubuh bertahan hidup terhadap lingkungan atau iklim sekitarnya. Jika ikan mengikuti suhu di lingkungan sekitarnya, lalu apakah ikan yang sepanjang hidupnya di dalam air bisa kedinginan?

Sebelum terlalu jauh membahas hal apa saja yang mempengaruhi kehidupan ikan dan kemampuan sensorisnya. Pernahkah Anda mendengar kabar dan bahkan melihat ikan di dalam kolam terpal mati saat siang hari? Atau menemukan ikan di dalam kolam air mengalir mati setelah hujan deras berjam – jam?

Jika Anda pernah mendengar atau menemukannya secara langsung ikan yang mati karena dua faktor tersebut. Maka Anda sudah dapat berspelukasi bahwa ikan tidak bisa hidup pada cuaca yang terlalu panas atau dingin.

Sebab hewan avertebrata seperti ikan adalah hewan yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan sekitarnya seperti suhu. Bahkan ikan menjadi hewan indikator kualitas perairan di kawasan pengolahan limbah cair dan produktivitas perairan sungai.

Baca Juga: Linea Lateralis atau Gurat Sisi Ikan Adalah

Suhu perairan sangat rendah menyebabkan tubuh ikan kedinginan

Nah sebagai hewan yang tergolong dalam kelompok poikilotermis atau hewan yang suhu tubuhnya dapat berubah sesuai lingkungan sekitarnya. Tubuh ikan akan merespon lingkungan sekitarnya dengan sangat baik.

Apabila ikan hidup pada suhu air yang dingin. Maka tubuhnya akan merespon dengan rasa dingin melalui sistem saraf thermoreseptor. Dan apabila suhu lingkungan tinggi, maka suhu tubuhnya akan meninggi.

Ikan yang kedinginan akan mengalami gangguan degenerasi sel darah merah sehingga proses respirasi ttidak berjalan dengan baik. Laju metabolisme turun, ikan menjadi pasif atau tidak aktif untuk berenang.

Sedangkan suhu perairan yang tinggi akan membuat metabolisme dan aktivitas enzim dalam tubuh dapat terjadi lebih cepat. Demikian pula dengan aktivitas pergerakan ikan yang menjadi lebih aktif.

Umumnya ikan hanya dapat hidup dengan batas kisaran toleransi terhadap suhu lingkungan sekitarnya. Karena suhu menjadi salah satu faktor pembatas yang menjadi syarat untuk hidup suatu mahluk hidup di lingkungannya.

Tergolong sebagai hewan berdarah dingin ikan hanya akan hidup di habitat aslinya baik di iklim dingin atau tropis. Oleh karena itu, ciri hewan berdarah dingin tidak dapat bertahan hidup apabila ikan tertempatkan di bukan habitat aslinya.

Jenis ikan yang biasa hidup di iklim dingin tidak bisa bertahan hidup pada perairan yang bersuhu tropis. Demikian pula jenis ikan yang biasa hidup di tropis tidak akan bisa hidup di iklim dingin karena ikan akan merasa kedinginan. Hal yang terjadi ikan akan stress dan tidak lama kemudian akan mati.

Lalu seperti apa ciri tingkah laku ikan sebagai hewan berdarah dingin terhadap perubahan suhu air di sekitarnya?  Tetap simak penjelasannya di bawah ini ya. Karena sangat disayangkan sekali jika Anda melewatkannya.

Baca Juga: Sistem Saraf Pusat Ikan: Bagian – Bagian Otak Ikan

Perilaku hewan poikilotermis

Pada umumnya kelompok hewan poikilotermis atau eksoterm meregulasi suhu tubuhnya melalui tiga mekanisme fisika yang terdiri dari:

Pertama, insulasi yang sedikit: Adanya Insulasi yang sedikit memungkinkan kehilangan panas yang lebih cepat dan dapat mencegah akumulasi panas yang tersimpan dalam tubuh.

Kedua, suhu inti tubuh lebih rendah dari pada suhu lingkungannya

Ketiga, pada kondisi suhu lingkungan yang tinggi, panas tubuh akan menurun melalui evaporasi. Sedangkan pada suhu lingkungan yang rendah, tidak terjadi proses regulasi spesifik untuk memproduksi panas.

ciri ikan yang hidup dan bertahan di iklim dingin sebagai hewan berdarah dingin
Ikan kedinginan / Unsplash

Pada vertebrata akuatik seperti ikan akan mempertahankan suhu tubuhnya untuk tetap sama dengan suhu lingkungannya.

Ketika ikan berenang, sejumlah panas akan terproduksi dari adanya aktivitas muskular yang dapat meningkatkan temperatur tubuh secara temporer. Namun secepatnya akan kembali sama dengan suhu lingkungannya.

Maka sangat memungkinkan ikan kembali menjadi kedinginan apabila suhu air sangat rendah dan saat tidak banyak melakukan pergerakan.

Penurunan suhu tubuh sesudah berenang terjadi karena panas tubuh yang terproduksi dari aktivitas muskular langsung tertransfer ke dalam darah. Kemudian akan terbawa ke insang yang kemudian segera berhubungan dengan air.

Sehingga insang yang kita kita kenal sebagai organ yang berfungsi bernapas juga berperan dalam menjaga kestabilan suhu tubuh. Mekanisme counter-current dan pembuluh darah yang berdinding tipis memfasilitasi pertukaran panas antara air dan tubuhnya. Sehingga suhu tubuh akan tetap sama dengan suhu air.

Tetapi hal ini tidak terjadi pada ikan berukuran besar dan perenang cepat seperti ikan tuna. Suhu otot aksial tuna lebih tinggi 15 derajat celcius dari pada suhu lingkungannya. Panas yang terproduksi dari aktivitas musku­lar teregulasi melalui mekanisme counter-current pada kisaran yang terbatas dan kehilangan panas terkurangi dengan cara ini.

Baca Juga: Mengapa Ikan Laut Tidak Asin? Berikut Penjelasannya

Kesimpulan

Jadi dapat kita simpulkan ikan yang tertempatkan pada air dingin dan tidak sesuai dengan habitat aslinya dapat merasa kedinginan. Hal yang terjadi pun ikan akan mengalami perubahan tingkah laku dengan ciri tidak banyak melakukan pergerakan. Proses metabolisme terganggu, dan kemudian stress.

Baca Juga: