Dampak Negatif Sampah Plastik di Laut

Last Updated on 18 October 2021 by Adha Susanto

Pencemaran sampah plastik di pantai dan laut merupakan kasus yang mengglobal hingga kini. Berbagai macam tindakan pun terus dilakukan untuk menekan dampak negatif sampah plastik yang telah mengancam laut.

Seperti melarang penggunaan kantong plastik pada supermarket dan minimarket di kota – kota besar Indonesia. Mengganti sedotan plastik menjadi sedotan berbahan kertas atau stainless steel.

Itu adalah beberapa tindakan penanggulanganan permasalahan sampah plastik. Khsusunya untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang mengancam ekosistem pantai dan laut.

Baca Juga: Ekosistem Perairan Laut, Estuari, dan Tawar

Jika upaya – upaya itu tidak mampu mengurangi jumlah sampah plastik di laut. Lalu apa yang akan terjadi? Berikut adalah beberapa dampak negatif yang akan terjadi.

Beberapa dampak negatif sampah plastik di laut

Menyebabkan kematian ikan

Kita telah mendengar dan membaca artikel mengenai kasus kematian ikan paus sperma. Menurut para aktivis lingkungan dugaan kematiaan ikan karena telah menelan sampah plastik dalam jumlah banyak.

Sampah plastik yang menumpuk dan tidak dapat tercerna mengganggu sistem kerja organ pencernaan. Paus pun tidak dapat mengolah makanannya menjadi sumber energi dan akhirnya ikan menjadi lemah dan mati.  

Dugaan itu bisa saja benar jika paus mati karena banyak menelan sampah plastik di laut. Plastik adalah bahan yang termasuk sangat sulit hancur atau terurai. Penyebab sulit terurainya plastik karena plastik terbuat dari bahan polimer. Bahan polimernya terdiri dari unsur hidrogen dan karbon yang membentuk ikatan rantai yang panjang.

Peristiwa kematian ikan ini pun mungkin tidak hanya terjadi pada ikan paus sperma saja. Ikan laut yang lain dengan sistem makan menyaring pun dapat mengalami hal yang serupa. Hanya saja kita tidak mengetahui lokasi kematiannya.

Ketika ikan laut banyak terancam kehidupannya akibat dampak negatif sampah plastik. Demikian pula kita sebagai manusia. Manusia akan terancam dengan minimnya sumber pangan bergizi dengan rasa yang gurih. Kecerdasan kita akan berkurang, karena kita tidak mengkonsumsi omega-3 dalam minyak ikan yang sangat di butuhkan oleh otak.

dampak negatif sampah plastik laut kasus pencemaran pantai
Pencemaran sampah plastik di pantai / IUCN.org

Terancamnya kesehatan karang dan biota laut sekitarnya

Plastik dapat berubah bentuk menjadi ukuran yang lebih kecil, karena faktor fisika, kimia dan biologi. Plastik dengan ukuran kecil umumnya banyak dikenal sebagai mikroplastik yang memiliki ukuran < 5 mm.

Mengecilnya ukuran plastik akan meningkatkan ancaman terhadap kehidupan biota laut dan manusia. Biota laut tidak dapat membedakan antara makanannya dengan plastik. Apalagi biota laut seperti terumbu karang dan filum Echinodermata di sekitarnya memiliki sifat makan dengan cara menyaring air dan substrat sekitarnya.

Baca Juga: Holothuroidea: Ciri, Habitat, Reproduksi, dan Manfaat

Secara tidak sengaja biota laut akan menelan dan mengendapkan mikroplastik kedalam sistem pencernaannya. Mikroplastik yang menumpuk berpotensi mengganggu sistem pencernaan yang mengancam kesehatan. Karena tidak optimalnya dalam mengolah bahan organik untuk kelangsungan hidupnya.

Sampah plastik dan dampak negatif terhadap sektor pariwisata

Awal tahun 2021 kita telah mendengar kasus pencemaran sampah plastik yang menumpuk di pantai Kuta Bali. Pantai Kuta Bali terlihat kehilangan keindahannya karena banyaknya sampah. Akibatnya kita menjadi tidak tertarik untuk mengunjunginya. Padahal Kuta Bali termasuk salah satu destinasi wisata favorit yang ada pada pulau Dewata.

Selain itu wisata penyelaman pun ikut terancam. Semakin banyaknya sampah plastik tentunya akan menghilangkan keindahan terumbu karang laut. Serta penyelam pun akan terganggu dengan sampah – sampah yang melayang – layang pada perairan.

Demikianlah beberapa dampak negatif sampah plastik yang sudah mulai mengancam kehidupan biota laut dan kita. Untuk mengurangi dampak negatifnya mari kita tingkatkan kesadaran dari diri sendiri. Sebab kita pun tidak menginginkan laut menjadi kotor tidak ada ikan dan tempat wisata yang indah.

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *