Last Updated on 29 August 2025 by Adha Susanto
Estimated reading time: 5 minutes
Bagi Anda penikmat seafood tidak sulit untuk mengenal beda ebi dan rebon dari bentuknya. Nah, bagi Anda yang juga ingin kenal udang laut seperti ebi dan manfaat yang terkandung, tenang, di artikel ini kita akan mengulasnya.
Ebi dan rebon kita kenal sebagai udang kering dengan manfaat yang berbeda dari sisi penggunaannya.
Tapi, dari sisi bahan baku masih sama-sama udang segar.
Hanya saja ukuran udang yang menjadi bahan baku sedikit berbeda.
Yuk, simak uraian di bawah ini untuk memahami perbedaan ebi dan rebon secara lebih lengkap!
Baca Juga: 10 Jenis Udang Hias Air Tawar untuk Aquascape
Daftar Isi
Beda ebi dan rebon
Mulai dari jenis, ukuran, warna, dan peruntukannya berikut perbedaan dari keduanya.
Jenis udang
Dua olahan udang kering ini punya perbedaan dari jenis udang yang menjadi bahan dasarnya.
Ebi biasanya menggunakan udang segar dengan nama ilmiah Metapenaeopsis Palmensis atau lebih akrab dengan udang krosok.
Sedangkan udang rebon ialah udang segar dengan nama ilmiah Acetes japonicus.
Kedua jenis udang yang menjadi bahan baku ebi dan rebon masih dari famili yang sama, yaitu Penaeidae yang hidup di dasar perairan berlumpur.
Ukuran udang
Dari ukurannya, ebi dan rebon yang ada di pasar sedikit beda.
Namun, dari bahan basar yakni ukuran udang segarnya juga demikian.
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia melaporkan panjang udang krosok jantan dan betina adalah 14 mm dan 16 mm.
Sedangkan panjang jantan dan betina untuk udang rebon adalah 14,83 mm dan 17,58 mm, demikian yang kami kutip dari Diponegoro Journal of Maquares.
Warna hasil olahan
Beda ebi dan rebon juga bisa kita lihat dari warna.
Pada udang ebi, warna merah merupakan khasnya.
Proses perebusan yang lama menjadi faktor terbentuknya warna pada udang kering satu ini.

Setelah melewati perebusan, kemudian dijemur di bawah sinar matahari langsung antara 1–2 hari.
Setelah penjemuran udang harus berpisah dari cangkangnya dengan cara dipukul-pukul.
Udang rebon juga melalui proses pengukusan, tetapi garis coklat kemerahan di ruas tubuhnya yang khas menjadi faktor lain dominannya warna cokelat.
Peruntukkannya
Dua jenis olahan udang dalam bentuk kering ini punya peruntukannya masing-masing. Namun, masih sama-sama untuk campuran makanan.
Biasanya, orang-orang menambahkan ebi untuk memberi rasa gurih pada berbagai olahan sayur dan lauk pauk masakan rumahan.
Tumis kangkung, sawi, kacang, dan buncis cocok sekali berpadu dengan ebi yang khas dengan rasa gurih dari udang.
Pada udang rebon, umumnya menjadi bahan cemilan ringan, misalnya peyek.
Bentuknya yang kecil dan tipis memberikan sensasi kriuk dan cita rasa gurih dari udang lebih menyentuh lidah.
Karenanya, rempeyek udang rebon lebih biasa sebagai pendamping makan nasi yang menyenangkan dan nagih.
Baca Juga: Jenis Udang Terasi Terbaik
Manfaat udang ebi dan rebon
Setelah mengenal beda dari udang ebi dan rebon, selanjutnya kita dapat kenali manfaat dari dua jenis udang ini.
Keduanya memberikan beragam manfaat karena mengandung gizi penting seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Melezatkan makanan
Dari berbagai manfaat yang terkandung dalam ebi dan rebon, pelezat makanan adalah manfaat yang langsung terasa saat bersentuhan dengan lidah.
Olahan sambal, tumis aneka sayur, dan cemilan seperti rempeyek punya rasa yang lebih lezat dengan menambahkan udang olahan ini.

Memperbaiki sel saraf
Konsumsi makanan mengandung protein memiliki manfaat untuk memperbaiki sel saraf.
Udang-udangan merupakan salah satu jenis biota laut dengan kandungan protein tinggi.
Namun, pengolahan udang dengan panas berlebih dan dalam waktu lama membuat proteinnya terdenaturasi.
Dalam 100 gr ebi dan rebon biasanya masih terkandung 60 g protein. Tapi jumlah tersebut juga tergantung pada proses pengolahannya.
Pada publikasi Jurnal Teknik Tata Boga UNY, protein pada udang ebi adalah 62 g/100 g.
Kandungan protein pada udang rebon juga tidak jauh berbeda.
Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Solutif menyebutkan protein pada udang rebon adalah 60,4 g/100 g.
Baca Juga: Contoh Produk Fermentasi Ikan dan Udang di Indonesia
Meningkatkan kecerdasan dan menyehatkan otak
Manfaat konsumsi udang ebi dan rebon juga tida beda.
Dalam batas normalnya, konsumsi dua jenis olahan udang kering punya manfaat baik bagi kesehatan dan mencerdaskan otak, karena mengandung omega-3.
Menyehatkan jantung
Selain bagus untuk otak, udang yang merupakan sumber omega-3, yaitu DHA dan EPA juga baik untuk kesehatan organ tubuh seperti jantung.
Banyak publikasi penelitian menyebutkan dua kandungan ini juga bisa kita dapatkan di udang untuk kesehatan organ tubuh.
Pasalnya, kandungan DHA dan EPA mampu menjaga kesehatan saraf pada sel-sel tubuh. Terutama bisa membantu mencegah penyakit yang berkaitan dengan fungsi organ jantung.
Menjaga kesehatan gigi dan tulang
Udang juga sumber mineral yang punya manfaat penting bagi tubuh kita.
Fosfor, selenium, dan kalsium adalah contoh mineral yang bisa kita rasakan manfaat pentingnya dari konsumsi udang ebi dan rebon.
Dengan kandungan mineral yang terkandung dalam dua olahan udang ini, tulang, gigi dan proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh akan lebih baik dan maksimal.
Itulah beberapa manfaat dan beda udang ebi dan rebon yang bisa kita rasakan dan lihat.
Selain mendapat manfaat dari dua olahan udang ini, kita juga bisa mengetahui berbagai manfaat makan ikan laut yang kaya gizi.
Baca Juga: Udang Windu: Ciri, Klasifikasi, dan Kandungan Gizi
Sumber Gambar Unggulan: Unsplash

