Blue Carbon Mangrove: Pengertian dan Manfaat

Last Updated on 5 September 2022 by Adha Susanto

Blue carbon adalah penyimpanan karbon alam dalam ekosistem laut dan pesisir (mangrove, coastal, padang lamun). Lalu apa manfaat penyimpanan karbon pada konsep blue carbon dalam kehidupan kita?

Sekarang cuaca sudah tidak tentu kadang hujan dan kadang panas. Bahkan dalam kalender satu tahun dengan bulan akhiran ber sudah sulit kita prediksi kebenarannya. Musim hujan dan panas datang tidak sesuai lagi dengan kalender orang zaman dahulu.

Inilah salah satu contoh dari dampak perubahan iklim. Emisi gas karbon dari aktivitas pembakaran bahan bakar fosil. Selain itu pemakaian smartphone ternyata juga mempengaruhi perubahan iklim.

Konsep blue carbon yang melibatkan peran ekosistem mangrove, coastal, dan lamun sangat penting peranannya untuk memitigasi perubahan iklim.

Baca Juga: Proses Terbentuknya Karang Atol

Simple Calculator Lite

Manfaat blue carbon adalah

Konsep blue carbon tercanangkan sejak hasil penelitian terhadap kemampuan menyerap karbon secara biologis. Dan lingkungan ekosistem pesisir dan laut mampu menampung karbon alam mencapai 55%.

Ekosistem pantai mangrove, coastal atau karang dalam konsep blue carbon memiliki manfaat untuk menyerap emisi gas karbon di atmosfer.

Pelestarian ekosistem laut dan pantai menjadi faktor penting untuk menerapkan konsep blue carbon sesuai fungsinya.

Peran ekosistem laut dan pantai mampu menyerap gas karbon 100 kali lebih efektif dan permanen jika dibandingkan dengan hutan tropis.

manfaat blue carbon mangrove dan coastal adalah
Daur Karbon Laut

Selain pesisir berperan memberikan perlindungan dari abrasi pantai, perlindungan dari badai. Peningkatan muka air laut, pencegahan banjir pasang laut, pengatur kualitas air dan udara pesisir.

Serta konsep blue carbon penyedia habitat bagi ikan dan organisme lain yang hidup pada ekosistem mangrove, coastal, dan lamun sebagai sumber pangan.

Pada ekosistem laut dan pesisir karbon tersimpan dalam lapisan vertikal (substrat) yang menebal dan anoksik (minim oksigen).

Kandungan karbon organik yang tersimpan tidak terurai dan hanya di lepaskan oleh mikroba yang berperan dalam daur biogeokimia.

Ekosistem mangrove yang sangat berperan penting dalam konsep blue carbon mampu menyerap 110 kilogram karbon setiap hektarnya. Dan sepertiganya akan lepas berupa endapan organik di lumpur.

Indonesia menjadi wilayah terbesar dalam kawasan Asia Tenggara yang mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar, karena memiliki mangrove yang luas.

Per tahun 2018 Indonesia mempunyai luasan hutam mangrove mencapai 3,1 juta ha atau setara dengan 22,6% secara global.

Baca Juga:

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published.