Lembaga Perikanan Internasional dan Fungsinya

Last Updated on 20 May 2024 by Adha Susanto

Estimated reading time: 4 minutes

Potensi sumber daya perikanan laut adalah sumber daya alam yang memiliki manfaat penting untuk kehidupan umat manusia. Melalui pemanfaatannya manusia dapat memenuhi kebutuhan pangannya dan menjadi sumber pencarian dalam bentuk usaha perikanan. Untuk mengatur kepentingan bersama dalam skala internasional maka terbentuklah lembaga perikanan dengan fungsi yang penting. Salah satu contoh lembaga perikanan dengan fungsi adalah International Counsil for the Exploration of the Sea (ICES).

Pembentukan lembaga perikanan mulai banyak sejak seusainya perang dunia kedua. Pembentukannya pun tentu tidak terlepas dari kepentingan politik dan ekonomi dari setiap negara. Seperti kepentingan untuk memperoleh hasil yang setinggi-tingginya dan memperoleh kekuasaan yang sebesar-besarnya. Hal itu tidaklah terlepas dari prinsip yang kita kenal sebagai prinsip irasional yang memiliki berbagai macam kepentingan.

Latar belakang berdirinya lembaga perikanan

Potensi perikanan laut adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi bagi kehidupan umat manusia. Baik sejak zaman manusia purba hingga manusia modern saat ini.

Besarnya potensi perikanan laut yang ada menjadi anugerah dari Tuhan untuk manusia. Usaha pada bidang perikanan tangkap misalnya menjadi salah satu contoh usaha yang menggiurkan. Sebab ikan-ikan yang ada pada perairan laut dapat kita peroleh secara gratis dari alam. Serta akan bertahan selamanya asalkan kita mampu menjaga kualitas dan produktivitas perairan laut.

Namun, karena seseorang yang memiliki prinsip irasional kegiatan penangkapan ikan pun terjadi secara besar-besaran. Saat ini kegiatan penangkapan ikan bukan saja untuk memenuhi kebutuhan pangan melainkan untuk memenuhi berbagai kepentingan yang lainnya. Mengambil untung sebanyak-banyaknya, kepentingan politik dan lain sebagainya menjadi kepentingan pada suatu negara. Yang mana kepentingan tersebut dapat berakibat terancamnya keberlanjutan sumber daya laut.

Untuk mengatasi dan tetap mencapai berbagai macam kepentingan itu maka setiap negara membuat sebuah persetujuan bilateral atau multilateral. Dan terbentuklah pula berbagai macam lembaga perikanan internasional yang mampu mewujudkan berbagai macam kepentingan.

Kepentingan ekonomi dan politik

Berdirinya lembaga perikanan tidak lepas dari adanya kepentingan politik dan ekonomi. Contoh peristiwa penting dalam sejarah perikanan internasional yakni perselisihan antara negara Inggris dan Belanda.

Pada sekitar pertengan abad ke-17 negara Inggris secara sepihak melarang aktivitas nelayan Belanda pada perairannya dan Scotlandia. Pelarangan disebabkan karena Inggris hanya mendapatkan hasil ekspor komoditinya hanya 2,5 juta poundsterling. Sedangkan Belanda memiliki nilai kotor tangkapan hearing oleh nelayannya mencapai 2 juta poundsterling.

Perselisihan kemudian mereda setelah memasuki pada awal mula abad ke-18. Dan akhirnya Belanda lah yang harus mengalah secara terpaksa. Sebab pada waktu itu tanah Eropa sedang dalam keadaan peperangan.

Dari contoh peristiwa tersebut terlihat masalah ekonomi dan politik menjadi yang terdepan. Yang kemudian barulah disusul permasalahan bersama yakni keberlanjutan usaha perikanan. Khususnya pada keberlanjutan stock sumber daya perikanan.

Berikut uraian singkat mengenai ekonomi, politik dan konservasi yang menjadi latar belakang berdirinya lembaga perikanan internasional.

Ekonomi

Masalah ini ada karena terjadinya persaingan antar nelayan dari berbagai negara. Persaingan terjadi ketika nelayan dari berbagai negara melakukan aktivitas penangkapan pada wilayah perairan yang sama. Ataupun nelayan dari negara lain melakukan usaha penangkapan ikan pada wilayah negara lain.

Karena suatu negara memiliki kepentingannya masing-masing. Maka negara yang berkepentingan mengadakan suatu persetujuan. Tujuannya untuk melindungi hasil tangkapan nelayannya.

Politik

Permasalahan politik lebih memfokuskan pada penetapan batas-batas wilayah perairan. Melalui batas perairan yang jelas maka negara dapat melindungi kelimpahan stock sumber daya lautnya. Khususnya untuk meningkatkan nilai hasil usaha perikanan nelayan tangkap.

Konservasi

Masalah konservasi menjadi masalah yang terakhir masuk pada pembentukan lembaga perikanan internasional. Pada permasalahan konservasi memberlakukan perlindungan stock sumber daya perikanan pada perairan teritorial.

Yakni apabila stock ikan pada suatu kawasan perairan telah terksploitasi secara penuh yang berlandaskan pada tangkapan maksimum lestari. Maka negara yang tidaklah tergabung pada persetujuannya tidak memiliki izin untuk menangkap ikan di perairan itu.

Baca Juga: Cara Menangkap Ikan Tanpa Merusak: Polemik Penggunaan Alat

Fungsi lembaga-lembaga pengelolaan perikanan internasional

Berdasarkan dari fungsi lembaga perikanan terbagai menjadi tiga. Berikut adalah uraian singkat mengenai fungsinya.

Pertama, lembaga pengelolaan perikanan dengan fungsi untuk membantu meningkatkan dan mengkoordinasikan penelitian. Khususnya bagi para anggota dan lalu merekomendasikan konservasi. Contoh lembaga perikanan yang termasuk adalah sebagai berikut.

  1. International Counsil for the Exploration of the Sea (ICES)
  2. International Commission for the Scientific Exploration of the Mediterranean Sea (ICSEM)

Kedua, fungsi lembaga perikanan untuk merumuskan cara konservasi. Cara konservasi yang berdasarkan hasil dari penelitian ilmiah tetapi penelitiannya tidaklah berasal dari lembaga tersebut. Contoh lembaga perikanan yang termasuk adalah sebagai berikut.

  1. International North Pacific Fisheries Commission (INPFC)
  2. Joint Commission for the Black Sea Fisheries
  3. North-east Atlantic Fisheries Commission (NEAFC)

Ketiga, lembaga pengelolaan perikanan internasional memiliki fungsi untuk memformulasikan cara-cara konservasi. Cara konservasinya berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang bersumber dari hasil staffnya sendiri. Contoh lemabaga perikanan internasional tersebut di antaranya

  1. Inter-American Tropical Tuna Commission (IATTC);
  2. International Pacific Salmon Fisheries Commission (IPSFC); dan
  3. International Pacific Halibut Commission (IPHC).

Lembaga-lembaga perikanan tersebut memfokuskan pada pengajuan cara konservasi. Dengan menggunakan data-data yang menjadi informasi dan pengetahuan adalah dasar untuk pengelolaan potensi perikanan laut.

Adapun yang menjadi rekomendasi dari lembaga-lembaga perikanan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Larangan dan pembatasan penangkapan ikan.
  2. Batas ukuran minimum ikan yang sudah boleh untuk di tangkap.
  3. Ukuran minimum mata jaring untuk menangkap ikan.

Baca Juga: Alat Tangkap Ikan Tuna di Indonesia: Jenis dan Cara