Ikan Jelawat Kalimantan: Ciri dan Habitat

Last Updated on 22 November 2021 by Adha Susanto

Jelawat adalah ikan lokal konsumsi dengan ciri khas tersendiri yang memiliki harga jual cukup tinggi. Bahkan harga jualnya melebihi ikan nila yang begitu populer di masayarakat sebagai menu makanan sehari – hari. Umumnya jelawat adalah ikan yang berada pada habitat perairan sungai atau rawa seperti di pulau Kalimantan.

Ciri ikan jelawat

Bentuk dan ciri tubuh hewan pada umumnya menyesuaikan dengan lingkungannya. Atau kita kenal sebagai bentuk adaptasi. Terutama untuk perlindungan, mencari makanan, dan seksual ikan. Demikian pula denga ikan jelawat yang melakukan adaptasi dengan ciri sebagai berikut:

  1. Bentuk agak bulat dan memanjang
  2. Kepala bagian atas agak mendatar
  3. Memiliki dua pasang sungut
  4. Mulutnya berukuran sedang
  5. Warna tubuhnya perak kehijauan
  6. Sirip ekor bentuknya bercagak
  7. Ikan omnivar tetapi cenderung herbivora

Habitat ikan

Perairan umum seperti sungai atau rawa menjadi habitat asli ikan ini. Serta umumnya dapat kita jumpai pada daerah dengan wilayah sungai yang luas dan berarus tenang. Seperti sungai – sungai pulau Kalimantan dan Sumatera. Serta kawasan Asia Tenggara lainnya Malaysia, Thailand dan Kamboja.

ciri habitat ikan jelawat
Jelawat / fishbase

Jelawat termasuk kedalam jenis ikan ”good swimmer” yaitu ikan perenang cepat. Apalagi dengan bentuk tubuhnya yang bulat memanjang.

Baca juga: Ikan Tongkol: Ciri, Manfaat dan Olahannya

Tingkah laku untuk mengambil makanannya pun seperti ikan predator karena sama – sama menyambar. Namun, dapat pula memakan makanan yang berada pada dasar perairan.

Dari sifat makannya jelawat termasuk hewan omnivora namun cenderung ke herbivora. Beberapa makanannya dapat berupa:

  1. daun singkong
  2. tumbuhan air
  3. buah-buahan beserta biji
  4. daun-daunan yang lembut dari pohon pinggir perairan

Reproduksi ikan jelawat

Untuk melanjutkan kelangsungan hidup populasinya, jelawat melakukan pemijahan dari pertemuan sel telur dan sperma. Umumnya siklus pemijahannya terjadi selama musim penghujan sebanyak dua sampai tiga kali. Yaitu pada saat permukaaan air sungai sedang tinggi dan menggenangi daerah sekitarnya. Saat pada kondisi tersebut induk ikan akan beruaya ke muara dari anak sungai. Proses pemijahannya pun berlangsung saat kedua indukan jelawat berada pada muara aliran anak sungai.

Olahan ikan

Sebagai ikan lokal dengan rasa daging yang enak. Ikan jelawat dapat menjadi bahan dasar olahan makanan dengan berbagai variasi menu. Serta dapat pula mejadi insipirasi usaha kuliner olahan ikan denga harga yang cukup tinggi.

harga resep olahan ikan jelawat kalimantan
Jelawat goreng / menudapurmasakan

Berikut beberapa rekomendasi olahannya:

  1. Gulai ikan
  2. Kerupuk dan amplang
  3. Sup ikan
  4. Gangan asam pedas

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published.