Ikan Hias Arwana dan 7 Hal Tentangnya

Last Updated on 30 August 2021 by Adha Susanto

Ikan arwana adalah salah satu jenis ikan hias yang tersohor. Untuk budidaya ikan arwana ini pun tak main-main. Dari sejak masih larva saja sudah fantastis. Apalagi yang dewasa. Tapi harga ikan hias yang fantastis tak menyurutkan antusias kolektor ikan hias. Karena semuanya berasal dari hobi. Walau susah dan mahal biaya budidaya tapi kepuasaan adalah segalanya.

Ikan hias arwana ini menjadi popular karena bentuk, gaya renang dan warnanya yang menarik perhatian. Warna sisik adalah salah satu parameter penentu nilai jual ikan hias. Berikut ulasan singkat beberapa hal tentang ikan hias arwana yang banyak di budidaya.

1. Tidak tahan air payau dan laut

Arwana adalan ikan hias dalam ordo Osteoglossiformes. Ordo ikan ini tidak tahan (intoleran) terhadap air asin atau bersalinitas. Maka budidaya arwana harus menggunakan air tawar yang bersih.

2. Ikan hias asli Asia Tenggara dan Autralia

Habitat asli ikan arwana di Indonesia sendiri adalah perairan air tawar Kalimantan. Salah satunya di daerah Kalimantan Barat. Jenis yang sangat terkenal adalah super red. Nah di Indonesia sendiri mempunyai 5 jenis. Yakni green arwana, silver arwana, golden arwana super red dan Sc/eropages jardini.

Untuk yang dari Australia adalah Scleropages leichardll. Selain pada daerah Asia Tenggara dan Australia. Ikan hias ini juga ada di daerah Amerika Latin. Masyarakat Indonesia menyebutnya dengan arwana Silver Brazil. Budidaya silver Brazil ini juga sangat diminati oleh kolektor ikan hias.

3. Pemijahan ikan hias arwana

Proses pemijahan ikan hias jenis arwana tentunya menggunakan indukan yang berkualitas. Baik dari hasil domestikasi maupun budidaya. Pemijahan arwana sendiri boleh di bilang menyerupai ikan nila. Hanya saja ikan nila betina yang mengerami telur di mulutnya.

Pembuahan telur arwana terjadi di luar tubuh indukan. Indukan betina yang sudah matang akan mengeluarkan telur ke badan perairan. Lalu sperma dari indukan jantan kemudian akan membuahinya. Setelah terbuahi oleh sperma. Telur-telur itu akan di simpan pada mulut indukan jantan. Mulut indukan jantan akan lebih besar dan rahang bawahnya menggelembung. Selama dua bulan indukan jantan akan berpuasa untuk memastikan telur menetas menjadi larva dan tumbuh sebagai benih arwana baru.

Larva arwana akan mampu berenang setelah mereka berumum sekitar 2 minggu. Ketika larva sudah bisa untuk berenang maka indukan jantan akan memuntahkannya. Penanganan larva dalam kegiatan pemijahan dan budidaya ikan ini harus cepat di lakukan. Jika tidak indukan arwana yang bersifat predator akan memangsanya. Karena itu larva perlu dipanen paksa sebelum masa pengeraman berakhir. Untuk menghindarkan benih ikan hias dari predatornya.

4. Penyakit pada budidaya ikan hias arwana

Jamur Saprolegnia sp. adalah penyakit infeksius dalam budidaya ikan hias jenis arwana. Penyakit ini dapat menyebabkan luka pada kulit, otot daging hingga ketulang. Jamur putih tidak hanya berpredileksi pada sirip melainkan tubuh ikan. Ikan yang terlambat ditangani akan mengalami kematian, karena infeksinya akan menyebar sampai ke jaringan tubuh lainnya yang berakibat ganggungan pernafasan.

Penanganan penyakit jamur putih pada budidaya ikan hias arwana adalah melakukan karantina ikan. Perlakuan karantina pada akuarium yang telah diberi tetracycline (4,5 gram) dan alat peningkat suhu selama tujuh hari berturut-turut.

5. Ikan hias yang dilindungi

Keberadaannya yang sangat minim menjadi alasan utama perlindungannya. Maka tidak heran pemerintah mengatur dan mengelola keberlanjutan ikan secara tegas. Adapun perlindungan ikan hias jenis arwana ini tertuang dalam peraturan menteri.

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21/PERMEN-KP/2014. TENTANG LARANGAN PENGELUARAN IKAN HIAS ANAK IKAN ARWANA, BENIH IKAN BOTIA HIDUP, DAN IKAN BOTIA HIDUP DARI WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE LUAR WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA.

6. Pigmen kromatofor

Nilai ikan hias akan tinggi jika mempunyai tampilan yang sangat menarik. Keindahan warna sisik ikan menjadi salah satu faktor utamanya. Sisik ikan akan berwarna karena pengaruh dari pigmen yang terkandung. Demikian juga pada arwana.

Perubahan warna sisik yang terjadi pada tiap tahunnya tak lepas dari pengaruh letak pigmen pada kromatofor. Kromatofor yang menyebar dalam sel sehingga memberikan peningkatan kecerahan warna sisik. Pergerakan butiran pigmen kromatofor yang tersebar di dalam sel menyebabkan sel menyerap sinar secara sempurna. Maka akan terjadi peningkatan warna sisik. Sedangkan butiran pigmen yang berkumpul dekat nukleus menyebabkan penurunan warna sisik.

Maka budidaya ikan hias ini dalam kondisi cahaya yang terang memberikan penampilan warna badan dan sirip punggung yang lebih baik. Karena pada kondisi cahaya terang melanofor terkonsentrasi di sekitar nukleus. Hal sebaliknya akan terjadi pada cahaya gelap.

7. Harga ikan hias arwana

Melansir dari laman Tirto.id harga ikan hias arwana memang sangat fantastis. Super red yang banyak menjadi primadona dari kecil saja sudah berharga 2 juta. Dan harga dewasanya mencapai 50 juta. Patokan harga sangat di pengaruhi oleh bentuk tubuh, warna sisik, ukuran dan lain-lainnya.

About Adha Susanto

Menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan dan Pramuka Universitas Diponegoro

View all posts by Adha Susanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published.